Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Jangan Biarkan Anak Anda Menangis, Ingat Dampak Negatif/Buruk Membiarkan Anak Menangis Terlalu Lama!_Jika Anda sering membiarkan begitu saja putra/putri Anda yang sedang menangis karena Anda kesal dan lelah dengan tingkahnya. Misalnya saja ia menangis tanpa sebab dan Anda tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkannya. Saat Anda mencoba membujuknya untuk berhenti menangis, anak Anda kadang malah berontak sekuat tenaga hingga membuat Anda semakin kesal. Akhirnya Anda kemudian memilih membiarkannya menangis dan berharap ia segera berhenti menangis dengan sendirinya. Pertanyaannya, tepatkah cara demikian dalam menyikapi anak yang menangis?, adakah dampak buruk atau bahayanya saat Anda membiarkan anak Anda menangis terlalu lama?.Saat anak Anda menangis, sebenarnya ada pesan yang ingin ia sampaikan, yaitu menginginkan sesuatu dan menolak sesuatu. Jika anak Anda telah pandai bicara, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk bisa tahu apa yang diinginkan atau ditolaknya.Namun jika anak Anda belum bisa bicara, maka akan lebih sulit bagi Anda untuk mengetahui apa yang diinginkan atau ditolaknya. Disinilah kemampuan dan kesabaran Anda diuji untuk menghadapi sikap dan tangisan anak Anda.Sebagai orangtua, sudah tugas Anda untuk melindungi dan memahami anak Anda. Jika anak Anda belum bisa bicara, maka Anda bisa mencoba memahaminya dengan menawarkan segala sesuatu.Misalnya saja anak Anda tiba-tiba menangis kencang tanpa sebab, maka Anda Anda bisa memulai dengan memeriksa tubuhnya jika ada semut atau hewan kecil yang menggigitnya, Anda juga bisa memberinya air minum karena siapa tahu ia menangis karena haus, jika saat Anda beri air ia menolak, maka Anda coba beri ia makanan, jika anak Anda masih menolak lagi, cobalah cek popoknya apakah air pipisnya sudah terlalu banyak hingga membuat ia merasa tak nyaman lalu menangis dan sebagainya.Lalu bagaimana jika Anda membiarkan saja anak Anda menangis?Anak yang tengah menangis dan dibiarkan begitu saja akan merasa tertekan secara psikologis. Ia akan merasa bahwa usahanya menyampaikan pesan kepada Anda telah gagal dan sia-sia. Boleh jadi ia akan berhenti menangis karena kelelahan dan kehausan. Namun di saat itu juga sebenarnya anak Anda telah belajar tentang pengabaian terhadap sesuatu.Dari dua hal, perasaan gagal menyampaikan pesan dan pelajaran tentang mengabaikan, sang anak kemudian akan tumbuh menjadi pribadi yang pesimis dan mudah mengabaikan sesuatu. Segala hal yang dilaluinya bersama orangtuanya akan membekas dan membentuk karakter sang anak.Di sisi lain, jika pada saat Anda membiarkan anak Anda menangis dan kemudian anak Anda menjadi semakin keras tangisannya sampai ia berguling di lantai dan barulah Anda membujuknya, maka sang anak juga mulai belajar sesuatu, yaitu jika ingin menyampaikan pesan, maka keraslah pada dirimu agar orangtuamu memperhatikanmu. Di kesempatan selanjutnya, sang anak akan menerapkan cara ini untuk mendapatkan atau menolak sesuatu hingga menjadi kebiasaannya hingga ia tumbuh besar.Jika Anda membiarkan anak Anda menangis dan tangisannya kemudian bertambah keras, lalu Anda membentak bahkan menjewer telinganya, maka anak Anda juga telah belajar sesuatu, yaitu tentang kekerasan.Dr Penelope Leach - penulis buku Your Baby And Child: From Birth To Age Five - berpendapat, anak yang stres dan dibiarkan menangis berisiko mengalami masalah psikologis di kemudian hari. Penelope juga menegaskan bahwa pendapatnya didukung dengan sebuah riset terbaru yang membuktikan bahwa seorang anak yang dibiarkan menangis lama berisiko mengalami gangguan perkembangan otak dan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kesulitan belajar di kemudian hari.Jadi, jika Anda sungguh peduli terhadap tumbuh kembang fisik dan mental anak Anda, maka jangan biarkan anak Anda menangis terlalu lama. Usahakan segala sesuatu yang baik untuk meredakan tangisan anak Anda. Ingat bahwa anak Anda adalah amanah dari Tuhan untuk Anda yang selayaknya Anda jaga dan lindungi dengan baik.Demikian artikel tentang dampak buruk membiarkan anak menangis terlalu lama. Semoga bermanfaat.

Jangan Biarkan Anak Anda Menangis, Ingat Dampak Negatif/Buruk Membiarkan Anak M… Baca selengkapnya Jangan Biarkan Anak Anda Menangis, Ingat Dampak Negatif/Buruk Membiarkan Anak Menangis Terlalu Lama!_Jika Anda sering membiarkan begitu saja putra/putri Anda yang sedang menangis karena Anda kesal dan lelah dengan tingkahnya. Misalnya saja ia menangis tanpa sebab dan Anda tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkannya. Saat Anda mencoba membujuknya untuk berhenti menangis, anak Anda kadang malah berontak sekuat tenaga hingga membuat Anda semakin kesal. Akhirnya Anda kemudian memilih membiarkannya menangis dan berharap ia segera berhenti menangis dengan sendirinya. Pertanyaannya, tepatkah cara demikian dalam menyikapi anak yang menangis?, adakah dampak buruk atau bahayanya saat Anda membiarkan anak Anda menangis terlalu lama?.Saat anak Anda menangis, sebenarnya ada pesan yang ingin ia sampaikan, yaitu menginginkan sesuatu dan menolak sesuatu. Jika anak Anda telah pandai bicara, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk bisa tahu apa yang diinginkan atau ditolaknya.Namun jika anak Anda belum bisa bicara, maka akan lebih sulit bagi Anda untuk mengetahui apa yang diinginkan atau ditolaknya. Disinilah kemampuan dan kesabaran Anda diuji untuk menghadapi sikap dan tangisan anak Anda.Sebagai orangtua, sudah tugas Anda untuk melindungi dan memahami anak Anda. Jika anak Anda belum bisa bicara, maka Anda bisa mencoba memahaminya dengan menawarkan segala sesuatu.Misalnya saja anak Anda tiba-tiba menangis kencang tanpa sebab, maka Anda Anda bisa memulai dengan memeriksa tubuhnya jika ada semut atau hewan kecil yang menggigitnya, Anda juga bisa memberinya air minum karena siapa tahu ia menangis karena haus, jika saat Anda beri air ia menolak, maka Anda coba beri ia makanan, jika anak Anda masih menolak lagi, cobalah cek popoknya apakah air pipisnya sudah terlalu banyak hingga membuat ia merasa tak nyaman lalu menangis dan sebagainya.Lalu bagaimana jika Anda membiarkan saja anak Anda menangis?Anak yang tengah menangis dan dibiarkan begitu saja akan merasa tertekan secara psikologis. Ia akan merasa bahwa usahanya menyampaikan pesan kepada Anda telah gagal dan sia-sia. Boleh jadi ia akan berhenti menangis karena kelelahan dan kehausan. Namun di saat itu juga sebenarnya anak Anda telah belajar tentang pengabaian terhadap sesuatu.Dari dua hal, perasaan gagal menyampaikan pesan dan pelajaran tentang mengabaikan, sang anak kemudian akan tumbuh menjadi pribadi yang pesimis dan mudah mengabaikan sesuatu. Segala hal yang dilaluinya bersama orangtuanya akan membekas dan membentuk karakter sang anak.Di sisi lain, jika pada saat Anda membiarkan anak Anda menangis dan kemudian anak Anda menjadi semakin keras tangisannya sampai ia berguling di lantai dan barulah Anda membujuknya, maka sang anak juga mulai belajar sesuatu, yaitu jika ingin menyampaikan pesan, maka keraslah pada dirimu agar orangtuamu memperhatikanmu. Di kesempatan selanjutnya, sang anak akan menerapkan cara ini untuk mendapatkan atau menolak sesuatu hingga menjadi kebiasaannya hingga ia tumbuh besar.Jika Anda membiarkan anak Anda menangis dan tangisannya kemudian bertambah keras, lalu Anda membentak bahkan menjewer telinganya, maka anak Anda juga telah belajar sesuatu, yaitu tentang kekerasan.Dr Penelope Leach - penulis buku Your Baby And Child: From Birth To Age Five - berpendapat, anak yang stres dan dibiarkan menangis berisiko mengalami masalah psikologis di kemudian hari. Penelope juga menegaskan bahwa pendapatnya didukung dengan sebuah riset terbaru yang membuktikan bahwa seorang anak yang dibiarkan menangis lama berisiko mengalami gangguan perkembangan otak dan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kesulitan belajar di kemudian hari.Jadi, jika Anda sungguh peduli terhadap tumbuh kembang fisik dan mental anak Anda, maka jangan biarkan anak Anda menangis terlalu lama. Usahakan segala sesuatu yang baik untuk meredakan tangisan anak Anda. Ingat bahwa anak Anda adalah amanah dari Tuhan untuk Anda yang selayaknya Anda jaga dan lindungi dengan baik.Demikian artikel tentang dampak buruk membiarkan anak menangis terlalu lama. Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Mendidik Anak Agar Tidak Materialistis_Di zaman modern ini, gaya hidup menjadi semakin materialistis. Semuanya diukur dengan kemewahan dan uang, hal yang kemudian menularkan perilaku negatif kepada generasi muda, anak-anak yang kita cintai. Sangat disayangkan apabila anak-anak kita dipengaruhi zaman dan menjadikan mereka bersifat materialistis. Sebagai orangtua, kita mempunyai kewajiban untuk mendidik mereka dengan baik. Lalu bagaimana cara mendidik anak agar tidak menjadi materialistis?.Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mendidik anak-anak agar tidak menjadi materialistis :1. Biasakan anak-anak untuk hidup bersahajaAjari dan biasakan anak-anak kita untuk hidup bersahaja. Jauhkan dari mainan mahal yang tidak begitu dibutuhkan mereka. Tak perlu pergi ke hotel atau restoran mahal, tapi ajari mereka tentang kesederhanaan dan bahwa kebahagiaan tak selalu didapat dengan harga yang mahal.2. Ajari anak-anak untuk berbagi kebahagiaanSejak dini, kita dapat tanamkan kepada anak-anak kita kepedulian kepada orang lain. Ajari mereka untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain yang kurang beruntung. Dengan demikian, anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang peka terhadap sesama dan jauh dari sifat egois.3. Kenalkan anak-anak kepada Tuhan dan agama sejak diniIman adalah pilar utama yang akan membentuk karakter anak-anak kita. Untuk itulah kita sebagai orangtua harus mengajari anak-anak kita agar taat kepada Tuhan dan mempelajari agama dengan baik.4. Ajari anak-anak untuk mandiriBerikan anak-anak kita jatah uang dalam jumlah tertentu dan biarkan ia mengaturnya sendiri untuk waktu 1 minggu atau 1 bulan. Dengan cara ini anak-anak kita akan belajar mengatur uang untuk keperluannya, sehingga ia akan berpikir secara mandiri. Hal yang perlu diingat adalah jangan sampai kita memberikan uang yang terlalu besar jumlahnya atau berlebihan.5. Tunjukkan bahwa kebersamaan itu indahAjari anak-anak kita untuk bersikap baik kepada siapa pun. Tunjukkan bahwa kebersamaan adalah hal yang paling dapat memberikan kebahagiaan. Berikan mereka ruang untuk bercerita atau berkeluh kesah. Dengan cara ini anak-anak kita akan terhindar dari pelarian psikis yang biasanya mengarah kepada foya-foya atau hal negatif lainnya.Demikian artikel tentang cara mendidik anak agar tidak menjadi materialistis. Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Mendidik Anak Agar Tidak Materialistis _Di zaman modern ini, gaya hi… Baca selengkapnya Cara Mudah Mendidik Anak Agar Tidak Materialistis_Di zaman modern ini, gaya hidup menjadi semakin materialistis. Semuanya diukur dengan kemewahan dan uang, hal yang kemudian menularkan perilaku negatif kepada generasi muda, anak-anak yang kita cintai. Sangat disayangkan apabila anak-anak kita dipengaruhi zaman dan menjadikan mereka bersifat materialistis. Sebagai orangtua, kita mempunyai kewajiban untuk mendidik mereka dengan baik. Lalu bagaimana cara mendidik anak agar tidak menjadi materialistis?.Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mendidik anak-anak agar tidak menjadi materialistis :1. Biasakan anak-anak untuk hidup bersahajaAjari dan biasakan anak-anak kita untuk hidup bersahaja. Jauhkan dari mainan mahal yang tidak begitu dibutuhkan mereka. Tak perlu pergi ke hotel atau restoran mahal, tapi ajari mereka tentang kesederhanaan dan bahwa kebahagiaan tak selalu didapat dengan harga yang mahal.2. Ajari anak-anak untuk berbagi kebahagiaanSejak dini, kita dapat tanamkan kepada anak-anak kita kepedulian kepada orang lain. Ajari mereka untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain yang kurang beruntung. Dengan demikian, anak-anak kita akan tumbuh menjadi orang yang peka terhadap sesama dan jauh dari sifat egois.3. Kenalkan anak-anak kepada Tuhan dan agama sejak diniIman adalah pilar utama yang akan membentuk karakter anak-anak kita. Untuk itulah kita sebagai orangtua harus mengajari anak-anak kita agar taat kepada Tuhan dan mempelajari agama dengan baik.4. Ajari anak-anak untuk mandiriBerikan anak-anak kita jatah uang dalam jumlah tertentu dan biarkan ia mengaturnya sendiri untuk waktu 1 minggu atau 1 bulan. Dengan cara ini anak-anak kita akan belajar mengatur uang untuk keperluannya, sehingga ia akan berpikir secara mandiri. Hal yang perlu diingat adalah jangan sampai kita memberikan uang yang terlalu besar jumlahnya atau berlebihan.5. Tunjukkan bahwa kebersamaan itu indahAjari anak-anak kita untuk bersikap baik kepada siapa pun. Tunjukkan bahwa kebersamaan adalah hal yang paling dapat memberikan kebahagiaan. Berikan mereka ruang untuk bercerita atau berkeluh kesah. Dengan cara ini anak-anak kita akan terhindar dari pelarian psikis yang biasanya mengarah kepada foya-foya atau hal negatif lainnya.Demikian artikel tentang cara mendidik anak agar tidak menjadi materialistis. Semoga bermanfaat.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan anak usia dini atau yang lebih dikenal dengan istilah PAUD adalah proses penting pembelajaran awal pada anak di usia dini mereka. Pendidikan anak saat masih memasuki PAUD sebagai awal pembelajaran serta pengenalan anak untuk mengerti dan memahami lingkungan sekitarnya. Pendidikan di jenjang ini juga merupakan cikal bakal yang akan membentuk watak serta karakter seorang anak.Di sini mereka diajari tentang bersosialisasi, memupuk keberanian, rasa percaya diri dan juga sebagai langkah awal menggali potensi atau bakat alami yang dimilikinya. Jadi bisa dibilang, pendidikan anak usia dini sangat penting dalam tumbuh kembang serta masa depannya kelak.Kenapa Pendidikan Anak Usia Dini Penting Bagi Perkembangan Anak?Dari hasil penelitian, sekitar 50% kecerdasan orang yang telah dewasa ,mulai terlihat saat anak tersebut berusia 4 tahun. Dan kemudian dilanjutkan hingga 80% ketika sang anak berumur 8 tahun.Pada saat itu terjadi perkembangan pesat pada jaringan otaknya. Dan yang terakhir yaitu di usia 18 tahun, yang mana pada saat tersebut, semua kecerdasan ataupun potensi dalam dirinya mengalami masa-masa puncaknya.Setelah umur tersebut, walaupun di upayakan dengan segala perbaikan nutrisi sekalipun, akan sengat kecil pengaruhnya , bisa merubah atau berpengaruh pada perkembangan kognitifnya.Jika ditilik dari situ, tentunya kita sudah punya gambaran bahwa perkembangan yang terjadi di 4 tahun pertama sang anak sangat menentukan terhadap perkembangannya kelak saat dewasa.Terutama perkembangan di intelektualnya. Jadi di usia dini atau saat umur 4 tahun tersebut merupakan kesempatan emas, yang cuma sekali dalam hidupnya, yang tentunya sangat sayang bila tidak benar-benar dikembangkan atau diarahkan seoptimal mungkin.Selain tentang masa depannya saat dewasa kelak, pendidikan anak saat usia dini, juga memberikan sisi positif sehubungan dengan persiapan anak dalam menghadapi masa depan terdekatnya, yaitu memasuki masa sekolah.Tujuan Pendidikan Anak Usia DiniTujuan utamanya PAUD adalah membentuk seorang anak berkualitas, yaitu anak yang bisa tumbuh serta berkembang sesuai tingkat perkembangannya, sehingga diharapkan bisa memiliki kesiapan yang lebih optimal dalam memasuki pendidikan yang sebenarnya, yaitu sekolah dasar.Selain itu, seperti yang telah dibahas di atas, pendidikan PAUD ini juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan saat dewasanya kelak.Pada lembaga PAUD atau pendidikan anak usia dini yang berkualitas bagus, anak-anak bisa belajar menjadi pribadi mandiri, kuat dalam bersosialisasi, mempunyai rasa percaya diri, rasa keingin tahuan yang besar, mempunyai ide dan berusaha mengembangkannya.Selain itu, beberapa kemajuan lain yang merupakan dampak dari pendidikan PAUD adalah kemampuan dalam beradaptasi. Baik beradaptasi dengan linkungan, Guru-Gurunya, maupun dengan teman-teman sekelasnya.Baca juga Bolehkah Mengajarkan Materi Calistung (baca, tulis, hitung) pada Anak Usia Dini?Demikian tentang Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini. Semoga bermanfaat.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini - Pendidikan anak usia dini atau yang lebi… Baca selengkapnya Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan anak usia dini atau yang lebih dikenal dengan istilah PAUD adalah proses penting pembelajaran awal pada anak di usia dini mereka. Pendidikan anak saat masih memasuki PAUD sebagai awal pembelajaran serta pengenalan anak untuk mengerti dan memahami lingkungan sekitarnya. Pendidikan di jenjang ini juga merupakan cikal bakal yang akan membentuk watak serta karakter seorang anak.Di sini mereka diajari tentang bersosialisasi, memupuk keberanian, rasa percaya diri dan juga sebagai langkah awal menggali potensi atau bakat alami yang dimilikinya. Jadi bisa dibilang, pendidikan anak usia dini sangat penting dalam tumbuh kembang serta masa depannya kelak.Kenapa Pendidikan Anak Usia Dini Penting Bagi Perkembangan Anak?Dari hasil penelitian, sekitar 50% kecerdasan orang yang telah dewasa ,mulai terlihat saat anak tersebut berusia 4 tahun. Dan kemudian dilanjutkan hingga 80% ketika sang anak berumur 8 tahun.Pada saat itu terjadi perkembangan pesat pada jaringan otaknya. Dan yang terakhir yaitu di usia 18 tahun, yang mana pada saat tersebut, semua kecerdasan ataupun potensi dalam dirinya mengalami masa-masa puncaknya.Setelah umur tersebut, walaupun di upayakan dengan segala perbaikan nutrisi sekalipun, akan sengat kecil pengaruhnya , bisa merubah atau berpengaruh pada perkembangan kognitifnya.Jika ditilik dari situ, tentunya kita sudah punya gambaran bahwa perkembangan yang terjadi di 4 tahun pertama sang anak sangat menentukan terhadap perkembangannya kelak saat dewasa.Terutama perkembangan di intelektualnya. Jadi di usia dini atau saat umur 4 tahun tersebut merupakan kesempatan emas, yang cuma sekali dalam hidupnya, yang tentunya sangat sayang bila tidak benar-benar dikembangkan atau diarahkan seoptimal mungkin.Selain tentang masa depannya saat dewasa kelak, pendidikan anak saat usia dini, juga memberikan sisi positif sehubungan dengan persiapan anak dalam menghadapi masa depan terdekatnya, yaitu memasuki masa sekolah.Tujuan Pendidikan Anak Usia DiniTujuan utamanya PAUD adalah membentuk seorang anak berkualitas, yaitu anak yang bisa tumbuh serta berkembang sesuai tingkat perkembangannya, sehingga diharapkan bisa memiliki kesiapan yang lebih optimal dalam memasuki pendidikan yang sebenarnya, yaitu sekolah dasar.Selain itu, seperti yang telah dibahas di atas, pendidikan PAUD ini juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan saat dewasanya kelak.Pada lembaga PAUD atau pendidikan anak usia dini yang berkualitas bagus, anak-anak bisa belajar menjadi pribadi mandiri, kuat dalam bersosialisasi, mempunyai rasa percaya diri, rasa keingin tahuan yang besar, mempunyai ide dan berusaha mengembangkannya.Selain itu, beberapa kemajuan lain yang merupakan dampak dari pendidikan PAUD adalah kemampuan dalam beradaptasi. Baik beradaptasi dengan linkungan, Guru-Gurunya, maupun dengan teman-teman sekelasnya.Baca juga Bolehkah Mengajarkan Materi Calistung (baca, tulis, hitung) pada Anak Usia Dini?Demikian tentang Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini. Semoga bermanfaat.

Cara Mengajari Anak agar Cepat Bisa Menulis_Orangtua selalu membutuhkan kesabaran lebih ketika mengajari anak-anak menulis. Banyak kendala yang sering terjadi yaitu ketika anak-anak enggan diajak latihan menulis dan lebih memilih untuk bermain.Berdasarkan kondisi tersebut, maka Anda dapat memanfaatkan waktu bermainnya sekaligus sebagai media belajar. Selain itu, ada beberapa cara lain untuk mengajari anak agar bisa cepat menulis. Berikut ulasannya.A. Tips Terbaik Agar Anak Cepat Bisa Menulis1. Gunakan Cara yang MenyenangkanAgar tidak membuat anak-anak cepat bosan, sesekali Anda dapat mengajak anak-anak belajar menulis menggunakan berbagai cara yang menyenangkan, seperti penggunaan kertas berwarna warni atau alat tulis lainnya yang menarik serta dapat membangkitkan semangat belajar mereka.Mengajari anak untuk menulis akan lebih mudah dilakukan dengan suasana yang tidak menegangkan dan disesuaikan dengan usia mereka. Anda juga dapat memilih alat tulis dengan warna dan bentuk sesuai yang mereka sukai.2. Lakukan di mana SajaMengajarkan anak-anak menulis tidak harus pada tempat yang resmi. Anda dapat mengajak mereka berlatih menulis di tengah-tengah aktivitas bermainnya. Misalnya saat pergi ke pantai, Anda dapat mengajak mereka menulis di pasir.Selain itu, Anda juga dapat sekaligus melatih anak-anak menulis saat sedang bermain di taman yaitu dengan memanfaatkan batu untuk menulis di tanah.3. Jangan Memaksakan AnakMemaksa anak hanya akan membuat mereka merasa tertekan serta enggan saat diajak belajar lagi. Kondisikan waktu serta mood anak sehingga Anda lebih maksimal saat mengajari anak menulis. Usahakan untuk menghentikan latihan menulis sebelum anak-anak merasa bosan.4. Sering Mengajak BerkomunikasiAnak-anak yang sering melakukan komunikasi dengan orang-orang di sekitarnya akan mempunyai perbendaharaan kata yang melimpah. Hal tersebut merupakan bekal awal untuk mengajari anak agar cepat bisa menulis.Jadi, Anda akan lebih mudah ketika mengajari anak-anak menulis segala sesuatu yang telah mereka pahami terlebih dahulu.B. Teknik Belajar Menulis Dasar yang Dapat Diajarkan pada Anak1. Latih Anak Memegang PensilMelatih anak-anak memegang pensil merupakan teknik pertama yang harus dilakukan saat mengajarkan cara menulis. Ketika anak-anak sudah mampu memegang pensil dengan tepat, maka mereka akan lebih merasa nyaman ketika menggoreskan peralatan tulisnya di kertas.2. Mencorat-coretSebelum anak-anak mampu melakukan kegiatan tulis menulis, sebaiknya Anda memberikan kesempatan pada mereka untuk mencorat-coret terlebih dahulu. Sediakan kertas kosong dan berikan mereka waktu untuk mengekplorasi segala imajinasinya.Terkadang anak-anak akan berusaha menyampaikan maksud tujuan dari coretannya tersebut. dengan melatih anak untuk mencorat-coret, maka Anda dapat sekaligus melatih mereka menggunakan pensil serta merangsang keseimbangan otak dengan tangannya.3. Menebalkan GambarMengajari anak-anak cara menulis dapat dimulai dengan melakukan teknik menebalkan. Dalam hal ini, teknik menebalkan tidak hanya dalam bentuk tulisan melainkan juga diterapkan dalam bentuk gambar.Anda bisa memilih gambar-gambar yang paling disukai anak, misalnya bunga. Maka Anda bisa mencari gambar-gambar bunga dan mengajak anak-anak untuk menebali gambar tersebut.4. Menebalkan Garis Putus-putusJika Anda berhasil melatih anak menebalkan gambar, materi selanjutnya yang dapat diberikan adalah menebalkan garis putus-putus. Sediakan aneka gambar dengan garis putus-putus dan perintahkan anak untuk menghubungkan tiap garis-garisnya. 5. Mengenalkan HurufSelanjutnya Anda dapat menunjukkan gambar pada anak beserta namanya. Misalnya gambar gajah dan di bagian bawahnya juga tertulis gajah. Lalu, Anda dapat menunjukkan gambar tersebut pada anak sambil mengatakan ini gajah. Lakukan secara berulang dengan gambar yang beraneka ragam.Demikian cara mengajari anak agar bisa cepat menulis yang dapat kami sampaikan. Anda dapat menemukan aneka macam media untuk mengajari anak-anak menulis dari berbagai toko buku.

Cara Mengajari Anak agar Cepat Bisa Menulis_ Orangtua selalu membutuhkan kesaba… Baca selengkapnya Cara Mengajari Anak agar Cepat Bisa Menulis_Orangtua selalu membutuhkan kesabaran lebih ketika mengajari anak-anak menulis. Banyak kendala yang sering terjadi yaitu ketika anak-anak enggan diajak latihan menulis dan lebih memilih untuk bermain.Berdasarkan kondisi tersebut, maka Anda dapat memanfaatkan waktu bermainnya sekaligus sebagai media belajar. Selain itu, ada beberapa cara lain untuk mengajari anak agar bisa cepat menulis. Berikut ulasannya.A. Tips Terbaik Agar Anak Cepat Bisa Menulis1. Gunakan Cara yang MenyenangkanAgar tidak membuat anak-anak cepat bosan, sesekali Anda dapat mengajak anak-anak belajar menulis menggunakan berbagai cara yang menyenangkan, seperti penggunaan kertas berwarna warni atau alat tulis lainnya yang menarik serta dapat membangkitkan semangat belajar mereka.Mengajari anak untuk menulis akan lebih mudah dilakukan dengan suasana yang tidak menegangkan dan disesuaikan dengan usia mereka. Anda juga dapat memilih alat tulis dengan warna dan bentuk sesuai yang mereka sukai.2. Lakukan di mana SajaMengajarkan anak-anak menulis tidak harus pada tempat yang resmi. Anda dapat mengajak mereka berlatih menulis di tengah-tengah aktivitas bermainnya. Misalnya saat pergi ke pantai, Anda dapat mengajak mereka menulis di pasir.Selain itu, Anda juga dapat sekaligus melatih anak-anak menulis saat sedang bermain di taman yaitu dengan memanfaatkan batu untuk menulis di tanah.3. Jangan Memaksakan AnakMemaksa anak hanya akan membuat mereka merasa tertekan serta enggan saat diajak belajar lagi. Kondisikan waktu serta mood anak sehingga Anda lebih maksimal saat mengajari anak menulis. Usahakan untuk menghentikan latihan menulis sebelum anak-anak merasa bosan.4. Sering Mengajak BerkomunikasiAnak-anak yang sering melakukan komunikasi dengan orang-orang di sekitarnya akan mempunyai perbendaharaan kata yang melimpah. Hal tersebut merupakan bekal awal untuk mengajari anak agar cepat bisa menulis.Jadi, Anda akan lebih mudah ketika mengajari anak-anak menulis segala sesuatu yang telah mereka pahami terlebih dahulu.B. Teknik Belajar Menulis Dasar yang Dapat Diajarkan pada Anak1. Latih Anak Memegang PensilMelatih anak-anak memegang pensil merupakan teknik pertama yang harus dilakukan saat mengajarkan cara menulis. Ketika anak-anak sudah mampu memegang pensil dengan tepat, maka mereka akan lebih merasa nyaman ketika menggoreskan peralatan tulisnya di kertas.2. Mencorat-coretSebelum anak-anak mampu melakukan kegiatan tulis menulis, sebaiknya Anda memberikan kesempatan pada mereka untuk mencorat-coret terlebih dahulu. Sediakan kertas kosong dan berikan mereka waktu untuk mengekplorasi segala imajinasinya.Terkadang anak-anak akan berusaha menyampaikan maksud tujuan dari coretannya tersebut. dengan melatih anak untuk mencorat-coret, maka Anda dapat sekaligus melatih mereka menggunakan pensil serta merangsang keseimbangan otak dengan tangannya.3. Menebalkan GambarMengajari anak-anak cara menulis dapat dimulai dengan melakukan teknik menebalkan. Dalam hal ini, teknik menebalkan tidak hanya dalam bentuk tulisan melainkan juga diterapkan dalam bentuk gambar.Anda bisa memilih gambar-gambar yang paling disukai anak, misalnya bunga. Maka Anda bisa mencari gambar-gambar bunga dan mengajak anak-anak untuk menebali gambar tersebut.4. Menebalkan Garis Putus-putusJika Anda berhasil melatih anak menebalkan gambar, materi selanjutnya yang dapat diberikan adalah menebalkan garis putus-putus. Sediakan aneka gambar dengan garis putus-putus dan perintahkan anak untuk menghubungkan tiap garis-garisnya. 5. Mengenalkan HurufSelanjutnya Anda dapat menunjukkan gambar pada anak beserta namanya. Misalnya gambar gajah dan di bagian bawahnya juga tertulis gajah. Lalu, Anda dapat menunjukkan gambar tersebut pada anak sambil mengatakan ini gajah. Lakukan secara berulang dengan gambar yang beraneka ragam.Demikian cara mengajari anak agar bisa cepat menulis yang dapat kami sampaikan. Anda dapat menemukan aneka macam media untuk mengajari anak-anak menulis dari berbagai toko buku.

Manfaat Kasih Sayang Orangtua dalam Pendidikan Anak_Kasih sayang orangtua sangat diperlukan anak untuk menjalani setiap aktifitas dan perkembangannya. Tanpa adanya kasih sayang, anak tidak akan dapat bahagia dan termotivasi untuk berkembang.Kasih sayang orangtua dapat diibaratkan seperti baterai yang menggerakkan jam dinding. Oleh karenanya pemberian kasih sayang akan berdampak positif untuk anak. Lalu, seberapa penting kasih sayang orangtua dalam pendidikan anak?1. Pengendalian Emosi AnakTanpa kasing sayang dari kedua orangtua, seorang anak tidak akan dapat atau tidak pAndai dalam mengontrol emosi mereka. Anak menjadi lebih mudah emosi karena di dalam pikirannya dia ingin memberontak menginginkan perhatian dan kasih sayang orangtuanya.Selain itu, beban psikologis juga dapat mereka alami jika tidak adanya perhatian dan kasih sayang karena mereka juga di jauhi oleh orang lain karena sikapnya yang emosial. Akibatnya mereka menjadi keras kepala, tidak bergembira, memiliki perasaan sedih dan gelisah.Hanya dengan kasih sayang lah yang mampu mengubah perilaku seseorang. Seperti ungkapan, batu saja bisa lunak bila mendapatkan kasih sayang.2. Membantu Kemampuan BerpikirnyaKemampuan berpikir seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan orang lain terhadap mereka khususnya orangtua. Anak akan sulit memahami proses sebab-akibat, kestabilan / konsisten, dan lain sebagainya.Dengan demikian anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dan perhatian akan memunculkan sikap dan tindakan seperti mencuri, berbohong, merusak ataupun menyakiti.Bila Anda tidak menginginkan sifat negatif tersebut dilakukan oleh buah hati coba mulai sekarang luangkan waktu untuk buah hati Anda untuk berbincang ataupun bercanda, memberi mereka dongeng sebelum tidur, curhat, bermain, belajar bersama, berjalan-jalan ataupun memasak bersama.Cobalah untuk mengelola waktu agar membuatnya merasa disayangi dan diperhatikan serta dianggap ada. Hal tersebut dapat Anda coba untuk menghindari perbuatan negatif tersebut.3. PemotivasiMotivasi sangat dibutuhkan anak dalam melakukan tumbuh kembangnya. Dengan tidak adanya kasih sayang terlebih dari orangtua, tumbuh kembang anak akan mengalami gangguan.Pemberian motivasi sendiri berguna untuk membentuk rasa percaya diri agar mereka siap untuk bertemu dengan orang lain atau menerima suatu pengetahuan baru.Kasih sayang sendiri dapat memberikan sifat optimis pada anak, berbaik hati, dan memiliki keyakinan diri serta percaya pada dirinya. Dengan demikian anak akan memiliki banyak teman dan bergembira karena kebutuhan akan kasih sayang terpenuhi.Selain itu jika buah hati Anda akan mengikuti suatu kejuaraan, Anda sebagai orangtua dapat memberikan kasih sayang dan perhatian sebanyak-banyaknya agar sang buah hati merasa terdorong untuk menang.4. Dapat Membedakan Benar dan SalahSebagian besar anak yang tidak mendapat kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya tidak akan dapat membedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah. Anak menganggap semua yang di lakukan benar menurut sudut pandang mereka tanpa melihat sudut pandang dari orang lain atau dapat dikatakan memiliki sifat egois yang sangat tinggi. Dengan demikian, mereka menjadi seseorang yang tidak disukai oleh orang lain.Perlunya pemberian kasih sayang memang sangat dibutuhkan mengingat masih panjangnya masa perkembangan dari anak itu sendiri. Sebagai orangtua sebaiknya kita selalu meluangkan waktu untuk berbincang atau peduli kepada aktivitas anak meskipun kita sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan.Seperti itulah pentingnya pemberian kasih sayang untuk buah hati. Perlakukan mereka sebaik mungkin untuk membantu perkembangannya. Semoga berhasil.

Manfaat Kasih Sayang Orangtua dalam Pendidikan Anak_ Kasih sayang orangtua sang… Baca selengkapnya Manfaat Kasih Sayang Orangtua dalam Pendidikan Anak_Kasih sayang orangtua sangat diperlukan anak untuk menjalani setiap aktifitas dan perkembangannya. Tanpa adanya kasih sayang, anak tidak akan dapat bahagia dan termotivasi untuk berkembang.Kasih sayang orangtua dapat diibaratkan seperti baterai yang menggerakkan jam dinding. Oleh karenanya pemberian kasih sayang akan berdampak positif untuk anak. Lalu, seberapa penting kasih sayang orangtua dalam pendidikan anak?1. Pengendalian Emosi AnakTanpa kasing sayang dari kedua orangtua, seorang anak tidak akan dapat atau tidak pAndai dalam mengontrol emosi mereka. Anak menjadi lebih mudah emosi karena di dalam pikirannya dia ingin memberontak menginginkan perhatian dan kasih sayang orangtuanya.Selain itu, beban psikologis juga dapat mereka alami jika tidak adanya perhatian dan kasih sayang karena mereka juga di jauhi oleh orang lain karena sikapnya yang emosial. Akibatnya mereka menjadi keras kepala, tidak bergembira, memiliki perasaan sedih dan gelisah.Hanya dengan kasih sayang lah yang mampu mengubah perilaku seseorang. Seperti ungkapan, batu saja bisa lunak bila mendapatkan kasih sayang.2. Membantu Kemampuan BerpikirnyaKemampuan berpikir seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan orang lain terhadap mereka khususnya orangtua. Anak akan sulit memahami proses sebab-akibat, kestabilan / konsisten, dan lain sebagainya.Dengan demikian anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dan perhatian akan memunculkan sikap dan tindakan seperti mencuri, berbohong, merusak ataupun menyakiti.Bila Anda tidak menginginkan sifat negatif tersebut dilakukan oleh buah hati coba mulai sekarang luangkan waktu untuk buah hati Anda untuk berbincang ataupun bercanda, memberi mereka dongeng sebelum tidur, curhat, bermain, belajar bersama, berjalan-jalan ataupun memasak bersama.Cobalah untuk mengelola waktu agar membuatnya merasa disayangi dan diperhatikan serta dianggap ada. Hal tersebut dapat Anda coba untuk menghindari perbuatan negatif tersebut.3. PemotivasiMotivasi sangat dibutuhkan anak dalam melakukan tumbuh kembangnya. Dengan tidak adanya kasih sayang terlebih dari orangtua, tumbuh kembang anak akan mengalami gangguan.Pemberian motivasi sendiri berguna untuk membentuk rasa percaya diri agar mereka siap untuk bertemu dengan orang lain atau menerima suatu pengetahuan baru.Kasih sayang sendiri dapat memberikan sifat optimis pada anak, berbaik hati, dan memiliki keyakinan diri serta percaya pada dirinya. Dengan demikian anak akan memiliki banyak teman dan bergembira karena kebutuhan akan kasih sayang terpenuhi.Selain itu jika buah hati Anda akan mengikuti suatu kejuaraan, Anda sebagai orangtua dapat memberikan kasih sayang dan perhatian sebanyak-banyaknya agar sang buah hati merasa terdorong untuk menang.4. Dapat Membedakan Benar dan SalahSebagian besar anak yang tidak mendapat kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya tidak akan dapat membedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah. Anak menganggap semua yang di lakukan benar menurut sudut pandang mereka tanpa melihat sudut pandang dari orang lain atau dapat dikatakan memiliki sifat egois yang sangat tinggi. Dengan demikian, mereka menjadi seseorang yang tidak disukai oleh orang lain.Perlunya pemberian kasih sayang memang sangat dibutuhkan mengingat masih panjangnya masa perkembangan dari anak itu sendiri. Sebagai orangtua sebaiknya kita selalu meluangkan waktu untuk berbincang atau peduli kepada aktivitas anak meskipun kita sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan.Seperti itulah pentingnya pemberian kasih sayang untuk buah hati. Perlakukan mereka sebaik mungkin untuk membantu perkembangannya. Semoga berhasil.

Tips Mengatasi Anak yang Cengeng_Memiliki anak dengan sikap mandiri dan tangguh merupakan dambaan bagi setiap orangtua. Untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah karena orang tua harus memberikan banyak arahan kepada anak.Jika membimbing anak-anak dengan cara yang kurang tepat, tak jarang mereka akan bersikap manja dan sering menangis setiap menginginkan sesuatu.Alhasil, para orangtua akan merasa gemas dengan sikap anak-anaknya yang cengeng, sehingga orang tua berusaha mencari cara untuk mengubah sikap tersebut. Sebagai referensi bagi Anda, pada halaman ini akan kami tampilkan beberapa cara untuk menghadapi anak yang cengeng dengan strategi paling tepat. Beberapa cara tersebut adalah seperti di bawah ini.7 Cara Mengatasi Anak Cengeng1. Perlakukan dengan Lembut dan Jangan MemarahiKetika menghadapai anak-anak yang cengeng, sebaiknya Anda tidak membalasnya dengan emosi atau memukulnya. Karena memperlakukan anak dengan sikap tersebut justru akan membuat anak-anak semakin menangis dan sulit menghilangkan sikapnya yang cengeng.Selain itu, menghadapi anak cengeng dengan kekerasan akan membuat mereka meniru sikap tersebut ketika melihat orang lain yang juga sedang menangis.2. Abaikan TangisanWalaupun Anda sangat tidak dianjurkan mengahadapi anak-anak dengan emosi ketika mereka menangis, tetapi bukan berarti Anda harus selalu menuruti semua keinginannya.Jika mereka selalu menangis atau merengek ketika meminta sesuatu, sebaiknya Anda harus bersikap sedikit tegas untuk mengabaikan tangisannya. Hal ini merupakan upaya paling utama untuk membuat anak-anak tidak cengeng lagi.3. Tanamkan Sikap Percaya DiriTips mengatasi anak yang cengeng kali ini dapat dilakukan dengan cara melatih anak untuk bersepeda di lingkungan sekitar rumah, misalnya. Mereka akan merasa lebih percaya diri ketika harus beraktivitas di depan umum dan lebih baik lagi jika Anda mengajak mereka bermain bersama anak-anak lain.4. Jangan Terlalu MelindungiKetika anak-anak menghadapi masalah, sebaiknya Anda tidak selalu membantu mereka. Berikan arahan dan bimbingan ketika untuk mendapatkan solusi bersama.Memberikan kesempatan lebih banyak pada anak-anak untuk menyelesaikan masalah tanpa bantuan akan membuat mereka lebih mandiri, serta tidak selalu menangis saat menghadapi kesulitan.5. Ajari Cara Berkomunikasi yang BaikAnak cengeng cenderung mengungkapkan keinginannya dengan cara menangis. Jika Anda selalu menuruti kemauannya, maka anak-anak akan mengetahui kelemahan dari orangtuanya.Oleh sebab itu, ketika anak-anak menangis dan merengek setiap kali meminta sesuatu, sebaiknya Anda menasehatinya serta mengajarkan cara berkomunikasi yang lebih baik. Misalnya dengan mengatakan bahwa Anda tidak dapat memahami ucapannya jika terus merengek.Dengan sikap tersebut yang dilakukan secara berulang-ulang, maka anak-anak akan terbiasa dan mengerti bahwa menangis bukanlah sikap yang baik.6. Hindari Sikap Memanjakan yang BerlebihanTipa menghadapi anak cengeng berikutnya adalah dengan menghindari sikap yang terlalu memanjakan. Sebagian besar anak-anak yang dimanja cenderung bersikap cengeng dan tidak mandiri.Keinginan yang selalu diwujudkan oleh orangtua membuat mereka selalu bersikap cengeng untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Walaupun sulit bagi Anda untuk sedikit tega, tetapi hal tersebut akan membantu Anda menghilangkan sikap cengeng pada anak.7. Memberikan Sentuhan Kasih SayangKontak fisik merupakan salah satu cara untuk menjalin kedekatan antara orangtua dengan anak. Sikap anak-anak yang cengeng terkadang juga didasari oleh kurangnya sikap perhatian yang diberikan orangtua.Menghadapi anak-anak yang cengeng terutama anak laki-laki tentu akan menjadi permasalahan berat bagi orangtua. Oleh sebab itu, Anda harus sering melakukan sentuhan dengan cara memeluk atau membelai ketika mereka melakukan kebaikan.Dengan sikap positif tersebut, anak-anak akan merasa lebih percaya diri ketika harus beraktivitas di depan umum.Demikian beberapa cara mengatasi anak cengeng yang dapat kami sampaikan. Semoga putra/putri Anda tidak cengeng.

Tips Mengatasi Anak yang Cengeng _Memiliki anak dengan sikap mandiri dan tanggu… Baca selengkapnya Tips Mengatasi Anak yang Cengeng_Memiliki anak dengan sikap mandiri dan tangguh merupakan dambaan bagi setiap orangtua. Untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah karena orang tua harus memberikan banyak arahan kepada anak.Jika membimbing anak-anak dengan cara yang kurang tepat, tak jarang mereka akan bersikap manja dan sering menangis setiap menginginkan sesuatu.Alhasil, para orangtua akan merasa gemas dengan sikap anak-anaknya yang cengeng, sehingga orang tua berusaha mencari cara untuk mengubah sikap tersebut. Sebagai referensi bagi Anda, pada halaman ini akan kami tampilkan beberapa cara untuk menghadapi anak yang cengeng dengan strategi paling tepat. Beberapa cara tersebut adalah seperti di bawah ini.7 Cara Mengatasi Anak Cengeng1. Perlakukan dengan Lembut dan Jangan MemarahiKetika menghadapai anak-anak yang cengeng, sebaiknya Anda tidak membalasnya dengan emosi atau memukulnya. Karena memperlakukan anak dengan sikap tersebut justru akan membuat anak-anak semakin menangis dan sulit menghilangkan sikapnya yang cengeng.Selain itu, menghadapi anak cengeng dengan kekerasan akan membuat mereka meniru sikap tersebut ketika melihat orang lain yang juga sedang menangis.2. Abaikan TangisanWalaupun Anda sangat tidak dianjurkan mengahadapi anak-anak dengan emosi ketika mereka menangis, tetapi bukan berarti Anda harus selalu menuruti semua keinginannya.Jika mereka selalu menangis atau merengek ketika meminta sesuatu, sebaiknya Anda harus bersikap sedikit tegas untuk mengabaikan tangisannya. Hal ini merupakan upaya paling utama untuk membuat anak-anak tidak cengeng lagi.3. Tanamkan Sikap Percaya DiriTips mengatasi anak yang cengeng kali ini dapat dilakukan dengan cara melatih anak untuk bersepeda di lingkungan sekitar rumah, misalnya. Mereka akan merasa lebih percaya diri ketika harus beraktivitas di depan umum dan lebih baik lagi jika Anda mengajak mereka bermain bersama anak-anak lain.4. Jangan Terlalu MelindungiKetika anak-anak menghadapi masalah, sebaiknya Anda tidak selalu membantu mereka. Berikan arahan dan bimbingan ketika untuk mendapatkan solusi bersama.Memberikan kesempatan lebih banyak pada anak-anak untuk menyelesaikan masalah tanpa bantuan akan membuat mereka lebih mandiri, serta tidak selalu menangis saat menghadapi kesulitan.5. Ajari Cara Berkomunikasi yang BaikAnak cengeng cenderung mengungkapkan keinginannya dengan cara menangis. Jika Anda selalu menuruti kemauannya, maka anak-anak akan mengetahui kelemahan dari orangtuanya.Oleh sebab itu, ketika anak-anak menangis dan merengek setiap kali meminta sesuatu, sebaiknya Anda menasehatinya serta mengajarkan cara berkomunikasi yang lebih baik. Misalnya dengan mengatakan bahwa Anda tidak dapat memahami ucapannya jika terus merengek.Dengan sikap tersebut yang dilakukan secara berulang-ulang, maka anak-anak akan terbiasa dan mengerti bahwa menangis bukanlah sikap yang baik.6. Hindari Sikap Memanjakan yang BerlebihanTipa menghadapi anak cengeng berikutnya adalah dengan menghindari sikap yang terlalu memanjakan. Sebagian besar anak-anak yang dimanja cenderung bersikap cengeng dan tidak mandiri.Keinginan yang selalu diwujudkan oleh orangtua membuat mereka selalu bersikap cengeng untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Walaupun sulit bagi Anda untuk sedikit tega, tetapi hal tersebut akan membantu Anda menghilangkan sikap cengeng pada anak.7. Memberikan Sentuhan Kasih SayangKontak fisik merupakan salah satu cara untuk menjalin kedekatan antara orangtua dengan anak. Sikap anak-anak yang cengeng terkadang juga didasari oleh kurangnya sikap perhatian yang diberikan orangtua.Menghadapi anak-anak yang cengeng terutama anak laki-laki tentu akan menjadi permasalahan berat bagi orangtua. Oleh sebab itu, Anda harus sering melakukan sentuhan dengan cara memeluk atau membelai ketika mereka melakukan kebaikan.Dengan sikap positif tersebut, anak-anak akan merasa lebih percaya diri ketika harus beraktivitas di depan umum.Demikian beberapa cara mengatasi anak cengeng yang dapat kami sampaikan. Semoga putra/putri Anda tidak cengeng.

Cara Mengatasi Anak yang Tidak mau Ditinggal di Sekolah_Memasuki ajaran baru maupun bagi anak yang pemalu dan penakut, sekolah merupakan hal yang sangat menakutkan buat kebanyakan anak. Sebab jika sebelumnya telah terbiasa nyaman bersama dengan ayah dan ibundanya, dan sekarang ia diharuskan untuk mengenal orang-orang yang baru di sekolahnya.Hal tersebut biasanya memunculkan ketakutan bagi anak dan menyebabkan ia tidak mau ditinggal di sekolah. Menghadapi kondisi tersebut bunda tidak perlu khawatir. Berikut ini, kami akan bagikan beberapa tips cara mengatasi anak yang tidak mau ditinggal di sekolah.Cara Mengatasi Anak yang Tidak mau ditinggal di Sekolah:1. Tidak memaksa anak untuk langsung berinteraksi dengan orang lainInteraksi dengan orang lain dengan paksaan dapat mempengaruhi kondisi psikis anak dan bisa membuatnya trauma. Oleh karena itu Anda dapat melakukannya dengan perlahan-lahan secara alamiah dengan melalui pendampingan hingga mereka terbiasa dan bisa melakukannya sendiri. 2. Dampingi anak saat berada di lingkungan baruAnak tidak mau di tinggal di hari pertamanya sekolah merupakan hal yang wajar. Lingkungan yang baru tentu menuntut anak untuk beradaptasi. Oleh karena itu dianjurkan pada orang tua saat menghadapi kondisi tersebut untuk mendampingi anaknya. Lamanya proses pendampingan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi sang buah hati.3. Komunikasikan dengan jujurJika dirasa proses pendampingan kepada anak sudah cukup, Anda bisa mulai mengkomunikasikan alasan Anda dengan jujur.Misalnya: Sayang, hari ini bunda harus pergi ke kantor untuk bekerja, sekarang waktunya dinda untuk bermain bersama dengan ibu guru dan teman-teman dinda ya.. Nanti bunda akan jemput dinda pulang sekolah. 4. Konsistensi dan tepati janjiJika Anda membuat sebuah janji dengan buah hati Anda, maka Anda harus menepatinya. Jangan berbohong karena anak-anak cenderung akan menagih dan menunggu apa yang Anda janjikan. Berbohong kepada buah hati Anda dapat menyakiti hatinya dan menghilangkan kepercayaannya kepada Anda.5. Lakukanlah ritual perpisahan yang menyenangkanKetika Anda berpamitan dengan anak untuk meninggalkannya, Anda bisa melakukan ritual perpisahan yang menyenangkan. Anda bisa memeluk, mencium keningnya, mengatakan bahwa Anda sayang kepada anak Anda, serta alasan kenapa Anda meninggalkannya hari ini.Berpamitan dengan anak Anda dengan cara baik-baik dapat menyenangkan hatinya. Mungkin di awal ia akan sedih dan mulai menangis, tapi lama-kelamaan ia akan mulai terbiasa. Sekali lagi ingatlah jangan pernah berbohong mengatakan alasan Anda.6. Dekatkan anak pada salah satu figur di sekolah entah itu guru atau temanSebelum Anda memutuskan untuk mulai bisa meninggalkan anak Anda, pastikan anak Anda sudah memiliki figur di sekolah yang dekan dengan anak Anda, entah itu teman atau gurunya. Dengan memastikan hal tersebut, Anda bisa tenang untuk menjalani aktivitas Anda karena sudah mempercayakan anak Anda dengan orang yang disayanginya.7. Bersikap terbuka dan berkonsultasi dengan pihak sekolahUntuk mempercepat proses adaptasi anak Anda, tidak ada salahnya bagi Anda untuk bersikap terbuka dan berkonsultasi dengan pihak sekolah. Apalagi jika anak Anda tergolong anak yang susah untuk berpisah dengan Anda.Dengan mengkomunikasikannya dengan pihak sekolah, mereka bisa melakukan tindakan untuk membantu anak Anda beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Biasanya tiap sekolah memiliki kebijakan sendiri mengenai batasan lamanya orang tua bisa mendampingi anaknya.8. Berilah sugesti positif bagi diri sendiri dan anak AndaSugesti positif sangat penting dilakukan baik untuk diri Anda sendiri maupun anak Anda. Anda bisa bilang kepada anak Anda bahwa dia adalah anak yang hebat dan dia pasti bisa mandiri. Selain itu Anda juga memotivasi diri Anda bahwa Anda bisa melakukannya. Iringan doa dapat Anda panjatkan untuk mengatasi kegelisahan hati Anda meninggalkan buah hati Anda.Nah, itu tadi adalah beberapa tips cara mengatasi anak yang tidak mau ditinggal di sekolah. Jika bunda mengalami kondisi tersebut, bunda bisa mempraktekkkan beberapa tips tersebut. Ajarkan buah hati Anda untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di sekolahnya. Tetap semangat demi sang buah hati ya bunda dan semoga berhasil.

Cara Mengatasi Anak yang Tidak mau Ditinggal di Sekolah_ Memasuki ajaran baru m… Baca selengkapnya Cara Mengatasi Anak yang Tidak mau Ditinggal di Sekolah_Memasuki ajaran baru maupun bagi anak yang pemalu dan penakut, sekolah merupakan hal yang sangat menakutkan buat kebanyakan anak. Sebab jika sebelumnya telah terbiasa nyaman bersama dengan ayah dan ibundanya, dan sekarang ia diharuskan untuk mengenal orang-orang yang baru di sekolahnya.Hal tersebut biasanya memunculkan ketakutan bagi anak dan menyebabkan ia tidak mau ditinggal di sekolah. Menghadapi kondisi tersebut bunda tidak perlu khawatir. Berikut ini, kami akan bagikan beberapa tips cara mengatasi anak yang tidak mau ditinggal di sekolah.Cara Mengatasi Anak yang Tidak mau ditinggal di Sekolah:1. Tidak memaksa anak untuk langsung berinteraksi dengan orang lainInteraksi dengan orang lain dengan paksaan dapat mempengaruhi kondisi psikis anak dan bisa membuatnya trauma. Oleh karena itu Anda dapat melakukannya dengan perlahan-lahan secara alamiah dengan melalui pendampingan hingga mereka terbiasa dan bisa melakukannya sendiri. 2. Dampingi anak saat berada di lingkungan baruAnak tidak mau di tinggal di hari pertamanya sekolah merupakan hal yang wajar. Lingkungan yang baru tentu menuntut anak untuk beradaptasi. Oleh karena itu dianjurkan pada orang tua saat menghadapi kondisi tersebut untuk mendampingi anaknya. Lamanya proses pendampingan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi sang buah hati.3. Komunikasikan dengan jujurJika dirasa proses pendampingan kepada anak sudah cukup, Anda bisa mulai mengkomunikasikan alasan Anda dengan jujur.Misalnya: Sayang, hari ini bunda harus pergi ke kantor untuk bekerja, sekarang waktunya dinda untuk bermain bersama dengan ibu guru dan teman-teman dinda ya.. Nanti bunda akan jemput dinda pulang sekolah. 4. Konsistensi dan tepati janjiJika Anda membuat sebuah janji dengan buah hati Anda, maka Anda harus menepatinya. Jangan berbohong karena anak-anak cenderung akan menagih dan menunggu apa yang Anda janjikan. Berbohong kepada buah hati Anda dapat menyakiti hatinya dan menghilangkan kepercayaannya kepada Anda.5. Lakukanlah ritual perpisahan yang menyenangkanKetika Anda berpamitan dengan anak untuk meninggalkannya, Anda bisa melakukan ritual perpisahan yang menyenangkan. Anda bisa memeluk, mencium keningnya, mengatakan bahwa Anda sayang kepada anak Anda, serta alasan kenapa Anda meninggalkannya hari ini.Berpamitan dengan anak Anda dengan cara baik-baik dapat menyenangkan hatinya. Mungkin di awal ia akan sedih dan mulai menangis, tapi lama-kelamaan ia akan mulai terbiasa. Sekali lagi ingatlah jangan pernah berbohong mengatakan alasan Anda.6. Dekatkan anak pada salah satu figur di sekolah entah itu guru atau temanSebelum Anda memutuskan untuk mulai bisa meninggalkan anak Anda, pastikan anak Anda sudah memiliki figur di sekolah yang dekan dengan anak Anda, entah itu teman atau gurunya. Dengan memastikan hal tersebut, Anda bisa tenang untuk menjalani aktivitas Anda karena sudah mempercayakan anak Anda dengan orang yang disayanginya.7. Bersikap terbuka dan berkonsultasi dengan pihak sekolahUntuk mempercepat proses adaptasi anak Anda, tidak ada salahnya bagi Anda untuk bersikap terbuka dan berkonsultasi dengan pihak sekolah. Apalagi jika anak Anda tergolong anak yang susah untuk berpisah dengan Anda.Dengan mengkomunikasikannya dengan pihak sekolah, mereka bisa melakukan tindakan untuk membantu anak Anda beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Biasanya tiap sekolah memiliki kebijakan sendiri mengenai batasan lamanya orang tua bisa mendampingi anaknya.8. Berilah sugesti positif bagi diri sendiri dan anak AndaSugesti positif sangat penting dilakukan baik untuk diri Anda sendiri maupun anak Anda. Anda bisa bilang kepada anak Anda bahwa dia adalah anak yang hebat dan dia pasti bisa mandiri. Selain itu Anda juga memotivasi diri Anda bahwa Anda bisa melakukannya. Iringan doa dapat Anda panjatkan untuk mengatasi kegelisahan hati Anda meninggalkan buah hati Anda.Nah, itu tadi adalah beberapa tips cara mengatasi anak yang tidak mau ditinggal di sekolah. Jika bunda mengalami kondisi tersebut, bunda bisa mempraktekkkan beberapa tips tersebut. Ajarkan buah hati Anda untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di sekolahnya. Tetap semangat demi sang buah hati ya bunda dan semoga berhasil.

Bagaimana menggali bakat anak?_Menggali bakat putra/putri Bapak/Ibu, sejak mereka berusia dini sangat perlu dilakukan. Karena dengan mengetahui bakat anak, orang tua akan lebih mudah dalam memberikan pengarahan dan pendidikan yang sesuai dengan minat serta bakatnya.Nah buat Anda para orangtua, berikut ini adalah beberapa cara dalam menggali bakat anak sejak usia dini yang bisa Anda coba lakukan untuk buah hati Anda.Cara Menggali/Mengenali/Mengetahui Bakat Anak Usia Dini1. Mengenali Kecerdasan AnakCara pertama untuk bisa menggali bakat anak adalah dengan mengenali tipe kecerdasan anak. Ada delapan tipe kecerdasan anak yang wajib diketahui oleh orangtua yaitu kecerdasan logika, linguistik, intrapersonal, interpersonal, musikal, spasial, kinetik, dan naturalis.a. Kecerdasan logika atau matematis yaitu kecerdasan yang menjadikan anak sangat tertarik dengan angka-angka, ilmu pasti seperti sains, matematika dan juga ilmu yang berhubungan dengan logika.b. Kecerdasan linguistik yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan bahasa. Kecerdasan ini menjadikan anak lebih menguasai bahasa dan lebih suka bercerita, berbicara maupun menulis.c. Kecerdasan intrapersonal yaitu kecerdasan yang membuat sang anak lebih suka bermain sendiri namun anak dengan kecerdasan ini akan lebih baik dalam mengatur emosinya.d. Kecerdasan interpersonal yaitu lawan dari kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan ini membuat anak lebih suka berhubungan dengan banyak orang dan menjadikan anak lebih baik dalam bersosial, berempati dan juga cenderung bisa menjadi pemimpin.e. Kecerdasan musikal adalah kecerdasan yang membuat anak lebih tertarik dengan musik dan juga lebih mudah dalam bermain lagu.f. Kecerdasan spasial yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan seni. Anak dengan kecerdasan ini cenderung suka menggambar, melukis dan berimajinasi.g. Kecerdasan kinetik yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan keaktifan tubuh. Kecerdasan ini biasa ditunjukkan anak yang suka dengan aktifitas fisik seperti olahraga dan menari.h. Kecerdasan naturalis yaitu kecerdasan yang menjadikan anak sangat suka dengan lingkungan sekitar. Anak dengan kecerdasan ini cenderung peduli dengan lingkungan alam, binatang dan juga tumbuhan.Kenali kecerdasan anak berdasarkan kebiasaan yang dia lakukan setiap hari. Dengan mengenali kecerdasan anak, akan membantu Anda dalam menggali bakat sang anak.2. Berikan Dukungan Terhadap HobiCara selanjutnya untuk menggali bakat sang anak adalah dengan mendukung hobinya. Jangan menjadi orangtua egois dengan memaksa Anak untuk menjalai aktifitas yang tidak disukainya. Lebih baik berilah kebebasan kepada anak untuk memilih apa yang ingin dia ikuti.Namun saat menentukan pilihannya, alangkah baiknya didampingi oleh orangtua untuk memberikan masukan dan saran.Dengan menjalani hobi, sang anak akan lebih cepat menunjukkan bakat yang ada dalam dirinya. Apalagi jika mendapat dukungan penuh dari orangtua.3. Ikutkan Anak Lomba dan LatihanCara selanjutnya untuk menggali bakat anak adalah dengan mengikutsertakan anak dalam lomba dan latihan. Lomba dam latihan akan membantu orangtua dalam menggali bakat karena dengan lomba dan latihan bisa diketahui apakah sang anak berbakat atau tidak.Semakin sering sang anak mengikuti latihan ataupun lomba, maka bakat sang anak akan semakin terlihat.4. Berikan Kesempatan Anak untuk BeraktifitasKesempatan yang didapat anak untuk beraktifitas bisa menjadi cara untuk menggali bakat anak. Apabila anak mulai tertarik dengan aktifitas tertentu, berilah kesempatan untuk menjalaninya.Pada awalnya Anda bisa memandu untuk mengarahkan aktifitas tersebut. Namun setelahnya Anda bisa memberikan kebebasan agar anak lebih mandiri. Karena jika Anda memberikan pengarahan terus menerus, maka anak tidak akan menemukan bakatnya malah cenderung mengerjakan aktifitas karena tuntutan orangtua. Sebisa mungkin berilah kebebasan namun tetap dalam pengawasan orangtua.Cara di atas bisa Anda terapkan untuk menggali bakat anak Anda. Jika sudah Anda temukan bakatnya, berilah dukungan penuh agar anak bisa menemukan passion yang akan sangat berguna untuk masa depannya. Semoga bermanfaat.

Bagaimana menggali bakat anak?_ Menggali bakat putra/putri Bapak/Ibu, sejak mer… Baca selengkapnya Bagaimana menggali bakat anak?_Menggali bakat putra/putri Bapak/Ibu, sejak mereka berusia dini sangat perlu dilakukan. Karena dengan mengetahui bakat anak, orang tua akan lebih mudah dalam memberikan pengarahan dan pendidikan yang sesuai dengan minat serta bakatnya.Nah buat Anda para orangtua, berikut ini adalah beberapa cara dalam menggali bakat anak sejak usia dini yang bisa Anda coba lakukan untuk buah hati Anda.Cara Menggali/Mengenali/Mengetahui Bakat Anak Usia Dini1. Mengenali Kecerdasan AnakCara pertama untuk bisa menggali bakat anak adalah dengan mengenali tipe kecerdasan anak. Ada delapan tipe kecerdasan anak yang wajib diketahui oleh orangtua yaitu kecerdasan logika, linguistik, intrapersonal, interpersonal, musikal, spasial, kinetik, dan naturalis.a. Kecerdasan logika atau matematis yaitu kecerdasan yang menjadikan anak sangat tertarik dengan angka-angka, ilmu pasti seperti sains, matematika dan juga ilmu yang berhubungan dengan logika.b. Kecerdasan linguistik yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan bahasa. Kecerdasan ini menjadikan anak lebih menguasai bahasa dan lebih suka bercerita, berbicara maupun menulis.c. Kecerdasan intrapersonal yaitu kecerdasan yang membuat sang anak lebih suka bermain sendiri namun anak dengan kecerdasan ini akan lebih baik dalam mengatur emosinya.d. Kecerdasan interpersonal yaitu lawan dari kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan ini membuat anak lebih suka berhubungan dengan banyak orang dan menjadikan anak lebih baik dalam bersosial, berempati dan juga cenderung bisa menjadi pemimpin.e. Kecerdasan musikal adalah kecerdasan yang membuat anak lebih tertarik dengan musik dan juga lebih mudah dalam bermain lagu.f. Kecerdasan spasial yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan seni. Anak dengan kecerdasan ini cenderung suka menggambar, melukis dan berimajinasi.g. Kecerdasan kinetik yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan keaktifan tubuh. Kecerdasan ini biasa ditunjukkan anak yang suka dengan aktifitas fisik seperti olahraga dan menari.h. Kecerdasan naturalis yaitu kecerdasan yang menjadikan anak sangat suka dengan lingkungan sekitar. Anak dengan kecerdasan ini cenderung peduli dengan lingkungan alam, binatang dan juga tumbuhan.Kenali kecerdasan anak berdasarkan kebiasaan yang dia lakukan setiap hari. Dengan mengenali kecerdasan anak, akan membantu Anda dalam menggali bakat sang anak.2. Berikan Dukungan Terhadap HobiCara selanjutnya untuk menggali bakat sang anak adalah dengan mendukung hobinya. Jangan menjadi orangtua egois dengan memaksa Anak untuk menjalai aktifitas yang tidak disukainya. Lebih baik berilah kebebasan kepada anak untuk memilih apa yang ingin dia ikuti.Namun saat menentukan pilihannya, alangkah baiknya didampingi oleh orangtua untuk memberikan masukan dan saran.Dengan menjalani hobi, sang anak akan lebih cepat menunjukkan bakat yang ada dalam dirinya. Apalagi jika mendapat dukungan penuh dari orangtua.3. Ikutkan Anak Lomba dan LatihanCara selanjutnya untuk menggali bakat anak adalah dengan mengikutsertakan anak dalam lomba dan latihan. Lomba dam latihan akan membantu orangtua dalam menggali bakat karena dengan lomba dan latihan bisa diketahui apakah sang anak berbakat atau tidak.Semakin sering sang anak mengikuti latihan ataupun lomba, maka bakat sang anak akan semakin terlihat.4. Berikan Kesempatan Anak untuk BeraktifitasKesempatan yang didapat anak untuk beraktifitas bisa menjadi cara untuk menggali bakat anak. Apabila anak mulai tertarik dengan aktifitas tertentu, berilah kesempatan untuk menjalaninya.Pada awalnya Anda bisa memandu untuk mengarahkan aktifitas tersebut. Namun setelahnya Anda bisa memberikan kebebasan agar anak lebih mandiri. Karena jika Anda memberikan pengarahan terus menerus, maka anak tidak akan menemukan bakatnya malah cenderung mengerjakan aktifitas karena tuntutan orangtua. Sebisa mungkin berilah kebebasan namun tetap dalam pengawasan orangtua.Cara di atas bisa Anda terapkan untuk menggali bakat anak Anda. Jika sudah Anda temukan bakatnya, berilah dukungan penuh agar anak bisa menemukan passion yang akan sangat berguna untuk masa depannya. Semoga bermanfaat.

Cara Mengatasi Perbedaan Pola Asuh Kakek/Nenek dengan Pola Asuh Kita Terhadap Anak_Theresia Ceti Prameswari Psi, seorang psikolog dari LPTUI mengatakan bahwa pola asuh itu bersifat prinsipil. Maksudnya tidak ada pola asuh yang salah karena setiap orangtua pasti tidak ingin menjerumuskan anaknya. Meskipun demikian, setiap orangtua tentunya memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan pola asuh anak. Jika hanya ada satu pola pengasuhan maka kecil kemungkinan masalah yang timbul. Namun bagaimana jika dalam sebuah rumah ada dua pola pengasuhan, seperti yang terjadi pada Anda yang masih tinggal di rumah orangtua maupun mertua.Orangtua ingin mengasuh anaknya sendiri sedangkan kakek dan nenek ingin turut ikut campur dalam mengasuh cucu mereka juga. Masing-masing ingin berperan mendapat pengakuan dari anak bagi orangtua dan pengakuan dari cucu bagi kakek/nenek. Hal ini tentunya akan menimbulkan perselisihan jika tidak diatasi dengan cara yang bijak.Cara mengatasi perbedaan pola asuh kakek/nenek dengan pola asuh kita terhadap anak.Cara Mengatasi Perbedaan Pola Asuh Kakek/Nenek dengan Pola Asuh Kita Terhadap Anak1. Ajaklah kakek dan nenek untuk berkompromi tentang tujuan pola asuh yang akan Anda terapkan.Langkah yang pertama yang harus Anda lakukan ketika menyikapi kondisi perbedaan pola asuh adalah dengan melakukan kompromi dengan kakek dan nenek. Anda sebagai anak mereka sebelumnya tentu sudah mengetahui bagaimana pola asuh orang tua anda.Nah jika terjadi perbedaan dengan kondisi yang Anda alami, berilah pemahaman tentang cara yang ingin Anda terapkan beserta tujuan yang ingin Anda capai ketika menerapkan sebuah perlakuan kepada anak anda.2. Jika bersinggungan dengan permasalahan, galilah sebanyak mungkin informasi ilmiah yang mendukung pendapat Anda.Langkah selanjutnya adalah Anda kemukakanlah alasan Anda secara logis mengapa Anda memiliki pemikiran yang berbeda dengan pola asuh yang diterapkan oleh kakek dan nenek. Disini tentunya Anda harus terlebih dahulu menggali banyak informasi dan pengalaman nyata yang sudah Anda temukan yang mendukung pola asuh yang Anda terapkan.3. Jika Anda merasa itu adalah hal yang benar, Anda harus berani berbicara kepada kakek dan nenek untuk mengatakan pendapat Anda dengan cara yang baik.Kakek nenek adalah kedua orang tua yang sepatutnya harus Anda hormati. Karena itu ketika menyampaikan pendapat Anda kemukakanlah dengan cara yang baik agar mereka tidak tersinggung dan tetap merasa dihargai.4. Saringlah pendapat dengan cara obyektif baik dan buruknya.Saat melakukan kompromi, Anda juga harus memandang sebuah kondisi dari berbagai sudut pandang. Perhatikanlah baik dan buruknya. Dengarkanlah pendapat dari orang tua terlebih dahulu dan ambillah kebaikan dari ajaran mereka kemudian sampaikan ajaran yang kurang cocok dan resiko yang mungkin terjadi di masa depan.5. Hindarilah mendebat kakek/Nenek di hadapan anak.Ketika terjadi selisih paham, hindarilah mendebat kakek/nenek di hadapan anak karena anak adalah seorang pengamat yang jeli. Hal itu pun bisa menyinggung perasaan kakek/nenek dan membuat mereka malu dan itu merupakan perbuatan yang tidak bijak.6. Buatlah pertemuan anggota secara teratur dengan melibatkan kakek dan nenek.Lakukanlah pertemuan keluarga yang melibatkan kakek nenek secara teratur. Di usia yang sudah senja, tentunya kakek dan nenek mengingikan kasih sayang dari anak dan cucunya. Jadi meskipun Anda sudah memiliki keluarga sendiri, jangan sampai mengabaikan orang tua anda.7. Gambarkanlah kakek dan nenek Anda sebagai figur orang tua Anda yang baik.Saat bersama dengan anak, ceritakanlah kisah-kisah membanggakan yang Anda alami bersama orang tua anda. Gambarkanlah bahwa kakek dan nenek adalah figur yang baik bagi Anda dan Anda menginginkan anak Anda bisa mencontoh hal tersebut ke depannya.8. Meskipun ada perbedaan pengasuhan, tetaplah untuk memberikan waktu kepada kakek dan nenek untuk mengasuh cucunya.Meskipun terjadi beda pengasuhan, hendaknya Anda bersikap bijak dengan tetap memberikan waktu kebersamaan bagi kakek nenek untuk mengasuh cucu mereka.Nah demikian, beberapa cara mengatasi perbedaan pola asuh kakek/nenek dengan pola asuh kita terhadap anak. Jangan biarkan perbedaan pola asuh menyebabkan hubungan Anda bersama kedua orang tua Anda yang sebelumnya harmonis menjadi renggang. Semoga bermanfaat

Cara Mengatasi Perbedaan Pola Asuh Kakek/Nenek dengan Pola Asuh Kita Terhadap A… Baca selengkapnya Cara Mengatasi Perbedaan Pola Asuh Kakek/Nenek dengan Pola Asuh Kita Terhadap Anak_Theresia Ceti Prameswari Psi, seorang psikolog dari LPTUI mengatakan bahwa pola asuh itu bersifat prinsipil. Maksudnya tidak ada pola asuh yang salah karena setiap orangtua pasti tidak ingin menjerumuskan anaknya. Meskipun demikian, setiap orangtua tentunya memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan pola asuh anak. Jika hanya ada satu pola pengasuhan maka kecil kemungkinan masalah yang timbul. Namun bagaimana jika dalam sebuah rumah ada dua pola pengasuhan, seperti yang terjadi pada Anda yang masih tinggal di rumah orangtua maupun mertua.Orangtua ingin mengasuh anaknya sendiri sedangkan kakek dan nenek ingin turut ikut campur dalam mengasuh cucu mereka juga. Masing-masing ingin berperan mendapat pengakuan dari anak bagi orangtua dan pengakuan dari cucu bagi kakek/nenek. Hal ini tentunya akan menimbulkan perselisihan jika tidak diatasi dengan cara yang bijak.Cara mengatasi perbedaan pola asuh kakek/nenek dengan pola asuh kita terhadap anak.Cara Mengatasi Perbedaan Pola Asuh Kakek/Nenek dengan Pola Asuh Kita Terhadap Anak1. Ajaklah kakek dan nenek untuk berkompromi tentang tujuan pola asuh yang akan Anda terapkan.Langkah yang pertama yang harus Anda lakukan ketika menyikapi kondisi perbedaan pola asuh adalah dengan melakukan kompromi dengan kakek dan nenek. Anda sebagai anak mereka sebelumnya tentu sudah mengetahui bagaimana pola asuh orang tua anda.Nah jika terjadi perbedaan dengan kondisi yang Anda alami, berilah pemahaman tentang cara yang ingin Anda terapkan beserta tujuan yang ingin Anda capai ketika menerapkan sebuah perlakuan kepada anak anda.2. Jika bersinggungan dengan permasalahan, galilah sebanyak mungkin informasi ilmiah yang mendukung pendapat Anda.Langkah selanjutnya adalah Anda kemukakanlah alasan Anda secara logis mengapa Anda memiliki pemikiran yang berbeda dengan pola asuh yang diterapkan oleh kakek dan nenek. Disini tentunya Anda harus terlebih dahulu menggali banyak informasi dan pengalaman nyata yang sudah Anda temukan yang mendukung pola asuh yang Anda terapkan.3. Jika Anda merasa itu adalah hal yang benar, Anda harus berani berbicara kepada kakek dan nenek untuk mengatakan pendapat Anda dengan cara yang baik.Kakek nenek adalah kedua orang tua yang sepatutnya harus Anda hormati. Karena itu ketika menyampaikan pendapat Anda kemukakanlah dengan cara yang baik agar mereka tidak tersinggung dan tetap merasa dihargai.4. Saringlah pendapat dengan cara obyektif baik dan buruknya.Saat melakukan kompromi, Anda juga harus memandang sebuah kondisi dari berbagai sudut pandang. Perhatikanlah baik dan buruknya. Dengarkanlah pendapat dari orang tua terlebih dahulu dan ambillah kebaikan dari ajaran mereka kemudian sampaikan ajaran yang kurang cocok dan resiko yang mungkin terjadi di masa depan.5. Hindarilah mendebat kakek/Nenek di hadapan anak.Ketika terjadi selisih paham, hindarilah mendebat kakek/nenek di hadapan anak karena anak adalah seorang pengamat yang jeli. Hal itu pun bisa menyinggung perasaan kakek/nenek dan membuat mereka malu dan itu merupakan perbuatan yang tidak bijak.6. Buatlah pertemuan anggota secara teratur dengan melibatkan kakek dan nenek.Lakukanlah pertemuan keluarga yang melibatkan kakek nenek secara teratur. Di usia yang sudah senja, tentunya kakek dan nenek mengingikan kasih sayang dari anak dan cucunya. Jadi meskipun Anda sudah memiliki keluarga sendiri, jangan sampai mengabaikan orang tua anda.7. Gambarkanlah kakek dan nenek Anda sebagai figur orang tua Anda yang baik.Saat bersama dengan anak, ceritakanlah kisah-kisah membanggakan yang Anda alami bersama orang tua anda. Gambarkanlah bahwa kakek dan nenek adalah figur yang baik bagi Anda dan Anda menginginkan anak Anda bisa mencontoh hal tersebut ke depannya.8. Meskipun ada perbedaan pengasuhan, tetaplah untuk memberikan waktu kepada kakek dan nenek untuk mengasuh cucunya.Meskipun terjadi beda pengasuhan, hendaknya Anda bersikap bijak dengan tetap memberikan waktu kebersamaan bagi kakek nenek untuk mengasuh cucu mereka.Nah demikian, beberapa cara mengatasi perbedaan pola asuh kakek/nenek dengan pola asuh kita terhadap anak. Jangan biarkan perbedaan pola asuh menyebabkan hubungan Anda bersama kedua orang tua Anda yang sebelumnya harmonis menjadi renggang. Semoga bermanfaat

Ayah sebagai Sosok Superhero Pertama bagi Putrinya_Bagi anak perempuan, ayah adalah laki-laki pertama dalam hidupnya yang ia kenal sedari kecil. Ia belajar tentang keberanian, keuletan dan pantang menyerah dari ayahnya. Sosok ayah jugalah yang mengenalkan kepadanya akan kasih sayang seorang laki-laki, tak hanya itu, ayah baginya adalah tempat berlindung, sosok superhero pertama yang selalu hadir saat ia dalam kecemasan dan ketakutan.Banyak dari kita yang tak begitu menyadari akan hal ini. Banyak dari kita juga telah menunjukkan kekuatan kepada anak kita untuk memberinya rasa takut, bukan untuk melindungi. Sebuah perlindungan yang ia butuhkan dari sang superhero pertama dalam hidupnya.Saat kanak-kanak, tepatnya di usai balita, dimana sang anak belum mengerti tentang benar dan salah, terkadang ia melakukan kesalahan dan kecerobohan yang membuat kita sebagai ayahnya kesal, dan bahkan memarahinya dengan keras. Hal yang sebenarnya belum ia mengerti, kenapa ia dimarahi atau dibentak dengan keras oleh kita, ayahnya, orangtuanya, superhero pelindungnya.Saat ia kita bentak dengan keras, ia hanya terbengong heran, kenapa ia dibentak dan dimarahi. Ya, akal dan perngertiannya memang belum sampai kesana. Ia masih dalam proses belajar mengerti tentang segala sesuatu. Ia butuh banyak penjelasan dari kita, ia butuh perhatian dan kasih sayang tak berbatas dari kita.Sebagai ayah, sebagai orangtua, kita harus belajar lebih sabar saat berhadapan dengan anak-anak kita. Kita bisa belajar dari istri kita, yang lembut hati menghadapi sikap kita dan anak-anak kita. Jadilah superhero bagi anak-anak perempuan kita, dan jadilah juga superhero bagi keluarga kita.Demikian tentang ayah adalah sosok superhero pertama bagi putrinya. Semoga bermanfaat.

Ayah sebagai Sosok Superhero Pertama bagi Putrinya _Bagi anak perempuan, ayah a… Baca selengkapnya Ayah sebagai Sosok Superhero Pertama bagi Putrinya_Bagi anak perempuan, ayah adalah laki-laki pertama dalam hidupnya yang ia kenal sedari kecil. Ia belajar tentang keberanian, keuletan dan pantang menyerah dari ayahnya. Sosok ayah jugalah yang mengenalkan kepadanya akan kasih sayang seorang laki-laki, tak hanya itu, ayah baginya adalah tempat berlindung, sosok superhero pertama yang selalu hadir saat ia dalam kecemasan dan ketakutan.Banyak dari kita yang tak begitu menyadari akan hal ini. Banyak dari kita juga telah menunjukkan kekuatan kepada anak kita untuk memberinya rasa takut, bukan untuk melindungi. Sebuah perlindungan yang ia butuhkan dari sang superhero pertama dalam hidupnya.Saat kanak-kanak, tepatnya di usai balita, dimana sang anak belum mengerti tentang benar dan salah, terkadang ia melakukan kesalahan dan kecerobohan yang membuat kita sebagai ayahnya kesal, dan bahkan memarahinya dengan keras. Hal yang sebenarnya belum ia mengerti, kenapa ia dimarahi atau dibentak dengan keras oleh kita, ayahnya, orangtuanya, superhero pelindungnya.Saat ia kita bentak dengan keras, ia hanya terbengong heran, kenapa ia dibentak dan dimarahi. Ya, akal dan perngertiannya memang belum sampai kesana. Ia masih dalam proses belajar mengerti tentang segala sesuatu. Ia butuh banyak penjelasan dari kita, ia butuh perhatian dan kasih sayang tak berbatas dari kita.Sebagai ayah, sebagai orangtua, kita harus belajar lebih sabar saat berhadapan dengan anak-anak kita. Kita bisa belajar dari istri kita, yang lembut hati menghadapi sikap kita dan anak-anak kita. Jadilah superhero bagi anak-anak perempuan kita, dan jadilah juga superhero bagi keluarga kita.Demikian tentang ayah adalah sosok superhero pertama bagi putrinya. Semoga bermanfaat.

Tips Menjadi Ayah yang Baik_Di samping peran penting seorang ibu dalam mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya, seorang ayah juga ternyata memiliki peran yang tak kalah pentingnya. Seorang ayah dapat mengajarkan keterampilan motorik, menanamkan sifat-sifat maskulin yang diperlukan seperti keberanian, sikap rasional, dan pantang menyerah.Cara Menjadi Ayah yang Baik untuk Anak1. Menemani anak belajarSeorang anak membutuhkan dukungan besar dari kedua orangtuanya dalam hal belajar. Anak-anak yang berprestasi di sekolah adalah anak-anak yang rajin belajar baik di sekolah maupun saat berada di rumah. Seorang anak akan lebih bersemangat untuk belajar atau mengerjakan tugas sekolah saat orangtuanya ikut menemaninya belajar. Sebagai ayah, juga bisa menemani anak belajar untuk menunjukkan bahwa seorang ayah senang dan mendukung anak untuk giat belajar sehingga anak berprestasi baik.2. Bermain bersamaSeorang ayah yang baik akan selalu meluangkan waktu bagi anak-anaknya. Sesibuk apapun pekerjaan atau aktivitas bisnis yang digeluti, seorang ayah yang baik akan tetap mengondisikan waktu tertentu untuk dapat bermain bersama anak-anaknya. Entah itu bermain di taman, berkebun sambil bermain, saat menguras aquarium, dan berbagai permainan positif lainnya yang disenangi oleh anak.3. Mengajarkan ibadahGenerasi penerus bangsa yang baik adalah generasi yang taat beribadah kepada Tuhan. Untuk itu, sebagai seorang ayah juga harus mengajarkan anak-anak beribadah dan memberikan teladan atau contoh nyata yang baik dalam menjalankan ibadah, baik ibadah langsung kepada Tuhan maupun ibadah yang berhubungan dengan sesama.4. Mengantar ke sekolahUntuk hal ini, ada dari kita yang bisa setiap hari mengantar anak kita ke sekolah dan ada juga yang hanya sesekali saja mengantarkan anak nya ke sekolah. Tentu ini sangat tergantung dari kondisi atau kesibukan masing-masing keluarga. Namun demikian, mengantar anak ke sekolah adalah salah satu bentuk dukungan seorang ayah terhadap pendidikan anak yang dapat memotivasi sang anak untuk bersemangat dalam belajar dan meraih prestasi. Untuk itu, jika kita tidak bisa setiap hari mengantarkan anak kita pergi ke sekolah, paling tidak kita bisa menyempatkannya sesekali.5. Menanyakan kabarSeorang ayah yang baik juga akan selalu ingin tahu kondisi atau kabar anak-anaknya. Hal ini adalah bentuk perhatian dari seorang ayah yang akan selalu dirindukan oleh setiap anak. Apalagi jika misalnya sang anak sedang menempuh pendidikan di luar kota atau bahkan luar negeri. Manfaat dari komunikasi dengan menanyakan kabar ini, akan mampu menyentuh hati anak-anak kita karena mereka merasa selalu diperhatikan.6. DiskusiSeorang anak akan sangat membutuhkan kita saat ia tengah menghadapi suatu masalah. Dengan mengajaknya berdiskusi, maka anak kita akan terpancing untuk menceritakan apa yang ia tengah alami atau hadapi sehingga kita bisa membantunya. Terkadang, banyak anak yang memilih diam karena kita sebagai orang tua tak pernah bertanya tentang kehidupannya atau mengajaknya berdiskusi tentang suatu hal. Mengajak anak kita berdiskusi akan membuat anak kita merasa dihargai dan dilibatkan dalam keluarga. Kita bisa mengajak anak-anak kita berdiskusi saat makan malam, saat bersantai di teras rumah, atau saat mengantarnya berangkat ke sekolah.Demikian beberapa cara menjadi ayah yang baik untuk anak. Selain cara-cara di atas, saya yakin Anda lebih bisa melakukan cara lainnya untuk menjadi Ayah yang baik buat anak Anda. Semoga bermanfaat.

Tips Menjadi Ayah yang Baik _Di samping peran penting seorang ibu dalam mengasu… Baca selengkapnya Tips Menjadi Ayah yang Baik_Di samping peran penting seorang ibu dalam mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya, seorang ayah juga ternyata memiliki peran yang tak kalah pentingnya. Seorang ayah dapat mengajarkan keterampilan motorik, menanamkan sifat-sifat maskulin yang diperlukan seperti keberanian, sikap rasional, dan pantang menyerah.Cara Menjadi Ayah yang Baik untuk Anak1. Menemani anak belajarSeorang anak membutuhkan dukungan besar dari kedua orangtuanya dalam hal belajar. Anak-anak yang berprestasi di sekolah adalah anak-anak yang rajin belajar baik di sekolah maupun saat berada di rumah. Seorang anak akan lebih bersemangat untuk belajar atau mengerjakan tugas sekolah saat orangtuanya ikut menemaninya belajar. Sebagai ayah, juga bisa menemani anak belajar untuk menunjukkan bahwa seorang ayah senang dan mendukung anak untuk giat belajar sehingga anak berprestasi baik.2. Bermain bersamaSeorang ayah yang baik akan selalu meluangkan waktu bagi anak-anaknya. Sesibuk apapun pekerjaan atau aktivitas bisnis yang digeluti, seorang ayah yang baik akan tetap mengondisikan waktu tertentu untuk dapat bermain bersama anak-anaknya. Entah itu bermain di taman, berkebun sambil bermain, saat menguras aquarium, dan berbagai permainan positif lainnya yang disenangi oleh anak.3. Mengajarkan ibadahGenerasi penerus bangsa yang baik adalah generasi yang taat beribadah kepada Tuhan. Untuk itu, sebagai seorang ayah juga harus mengajarkan anak-anak beribadah dan memberikan teladan atau contoh nyata yang baik dalam menjalankan ibadah, baik ibadah langsung kepada Tuhan maupun ibadah yang berhubungan dengan sesama.4. Mengantar ke sekolahUntuk hal ini, ada dari kita yang bisa setiap hari mengantar anak kita ke sekolah dan ada juga yang hanya sesekali saja mengantarkan anak nya ke sekolah. Tentu ini sangat tergantung dari kondisi atau kesibukan masing-masing keluarga. Namun demikian, mengantar anak ke sekolah adalah salah satu bentuk dukungan seorang ayah terhadap pendidikan anak yang dapat memotivasi sang anak untuk bersemangat dalam belajar dan meraih prestasi. Untuk itu, jika kita tidak bisa setiap hari mengantarkan anak kita pergi ke sekolah, paling tidak kita bisa menyempatkannya sesekali.5. Menanyakan kabarSeorang ayah yang baik juga akan selalu ingin tahu kondisi atau kabar anak-anaknya. Hal ini adalah bentuk perhatian dari seorang ayah yang akan selalu dirindukan oleh setiap anak. Apalagi jika misalnya sang anak sedang menempuh pendidikan di luar kota atau bahkan luar negeri. Manfaat dari komunikasi dengan menanyakan kabar ini, akan mampu menyentuh hati anak-anak kita karena mereka merasa selalu diperhatikan.6. DiskusiSeorang anak akan sangat membutuhkan kita saat ia tengah menghadapi suatu masalah. Dengan mengajaknya berdiskusi, maka anak kita akan terpancing untuk menceritakan apa yang ia tengah alami atau hadapi sehingga kita bisa membantunya. Terkadang, banyak anak yang memilih diam karena kita sebagai orang tua tak pernah bertanya tentang kehidupannya atau mengajaknya berdiskusi tentang suatu hal. Mengajak anak kita berdiskusi akan membuat anak kita merasa dihargai dan dilibatkan dalam keluarga. Kita bisa mengajak anak-anak kita berdiskusi saat makan malam, saat bersantai di teras rumah, atau saat mengantarnya berangkat ke sekolah.Demikian beberapa cara menjadi ayah yang baik untuk anak. Selain cara-cara di atas, saya yakin Anda lebih bisa melakukan cara lainnya untuk menjadi Ayah yang baik buat anak Anda. Semoga bermanfaat.

Bagaimana Cara Mendidik Anak agar Disiplin Sejak Dini?_Mengajarkan disiplin kepada anak akan lebih baik jika dimulai sejak dini. Hal ini bisa membantu untuk mengajarkan mereka apa yang benar dan apa yang salah. Ini juga mengajarkan mereka untuk menuruti aturan yang ditetapkan dan menjadikan mereka lebih mandiri serta tidak terlalu bergantung dengan Anda. Anda sebagai orang tua juga dimudahkan karena bisa melakukan aktivitas yang lain tanpa khawatir anak Anda mengalami masalah karena tahu bahwa ia bisa melakukan hal yang dia inginkan secara mandiri. Disini Anda perlu mengetahui kebiasaan anak sesuai dengan masa perkembangannya kemudian mengatasi tantangan yang ada pada fase itu. Nah berikut ini adalah beberapa cara untuk mendidik anak agar disiplin sejak dini.Cara Mendidik Anak agar Disiplin Sejak Dini:1. Sejak lahir hingga usia 7 bulanPada usia 12 bulan pertama biasanya orang tua menyerahkan semuanya pada anak dalam menjalani rutinitasnya (makan, tidur, dan buang air besar). Sebenarnya pada masa ini, Anda sebagai orang tua bisa mengaturnya sehingga buah hati Anda terbiasanya melakukannya sesuai jadwal tanpa banyak kesulitan.Kebiasaan disiplin juga bisa terapkan tentang kapan Anda bisa menggendong anak dan bagaimana cara dia tertidur. Di sini Anda harus bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan.Misalnya: Menggendong bayi sampai tertidur mungkin diinginkan oleh bayi tetapi itu bukan yang mereka butuhkan.2. Usia 7 – 12 bulanPada masa ini bayi sudah mulai banyak bergerak. Ia mulai senang menjelajah isi rumah. Oleh karena itu, pastikanlah area di dalam rumah adalah area yang aman. Ajarkan pada dia mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.Hindari untuk mengatakan tidak atau jangan. Ketika anak mulai melakukan sesuatu yang berbahaya, jauhkan dia dan katakan mengapa ia tidak boleh melakukannya. Ajak ia ke aktivitas yang aman baginya.Pada usia ini, biasanya anak tidak mau berpisah dengan Anda, ia mulai menangis bahkan menjerit ketika merasa Anda tidak sedang bersamanya. Pada saat itu janganlah tergopoh dan datang kepadanya. Katakan bahwa Anda berada dimana dan mintalah dia untuk tetap bermain.3. Usia 12 – 18 bulanPada usia ini, anak biasanya suka berteriak dan merengek saat berada di luar. Saat itu sedang terjadi, jangan langsung bawa anak ke rumah. Hal itu tidak akan menimbulkan efek jera. Ia bisa melakukan itu saat pergi ke luar lagi suatu saat. Pada saat itu jangan pula membalas dengan teriakan, karena nanti dia akan menirunya dengan meneriaki Anda.Hal yang lebih baik untuk dilakukan adalah dengan mengingatkan dia sebelum pergi ke tempat umum bahwa nanti ia harus berbicara dengan suara yang pelan. Anda juga bisa membawa mainan dan buku untuk mengalihkan perhatiannya nanti. Ini mungkin akan susah pada awalnya, tapi teruslah ajari dia.Dengan terus mengajari dia hal tersebut akan memberi pelajaran padanya untuk mengendalikan emosi. Ia juga akan belajar bahwa semua keinginannya tidak bisa selalu dipenuhi. Pujilah dia jika dia bisa berlaku baik atau saat dua sudah bisa menahan emosinya di luar. 4. Usia 18 – 24 bulanSemakin bertambahnya usia, biasanya anak semakin ingin menunjukkan menunjukkan rasa kemandiriannya. Namun pada saat itu anak masih belum bisa mengutarakan apa yang dia inginkan secara jelas. Ia cenderung lebih mudah frustasi dan mengamuk. Pada sebagian anak di usia ini memiliki kebiasaan memukul dan menggigit. Jika Anda melihat kondisi demikian, maka segera jauhkan anak Anda dari kondisi tersebut. Katakan bahwa ia tidak bisa melakukan hal tersebut karena itu bisa membuatnya sakit.Pada usia balita, biasanya mereka juga suka memberontak terhadap aturan yang sudah ditetapkan. Jika hal ini terjadi, jangan paksa mereka melakukan apa yang Anda mau. Hal itu akan percuma dan justru membuat mereka semakin ingin dituruti. Oleh karena itu, cobalah membujuknya dengan melakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan.Disini, jika Anda mengerti apa yang di sukai anak dan apa yang tidak disukai mereka akan lebih mudah untuk mengalihkan perhatian mereka. Dengan begitu suasana hati anak akan berubah menjadi lebih menyenangkan dan ia akan mulai menuruti aturan.Nah itu tadi adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendisiplinkan anak sejak dini. Hadapi tantangan yang ada sesuai dengan fase perkembangan mereka dengan kreativitas dan naluriah Anda sebagai orang tua. Bedakan apa yang menjadi keinginan anak dan apa yang menjadi kebutuhannya. Semoga menjadi orang tua yang sukses dan berhasil melewati rintangan yang ada. Selamat bekerja keras demi masa depan anak Anda.

Bagaimana Cara Mendidik Anak agar Disiplin Sejak Dini?_ Mengajarkan disiplin ke… Baca selengkapnya Bagaimana Cara Mendidik Anak agar Disiplin Sejak Dini?_Mengajarkan disiplin kepada anak akan lebih baik jika dimulai sejak dini. Hal ini bisa membantu untuk mengajarkan mereka apa yang benar dan apa yang salah. Ini juga mengajarkan mereka untuk menuruti aturan yang ditetapkan dan menjadikan mereka lebih mandiri serta tidak terlalu bergantung dengan Anda. Anda sebagai orang tua juga dimudahkan karena bisa melakukan aktivitas yang lain tanpa khawatir anak Anda mengalami masalah karena tahu bahwa ia bisa melakukan hal yang dia inginkan secara mandiri. Disini Anda perlu mengetahui kebiasaan anak sesuai dengan masa perkembangannya kemudian mengatasi tantangan yang ada pada fase itu. Nah berikut ini adalah beberapa cara untuk mendidik anak agar disiplin sejak dini.Cara Mendidik Anak agar Disiplin Sejak Dini:1. Sejak lahir hingga usia 7 bulanPada usia 12 bulan pertama biasanya orang tua menyerahkan semuanya pada anak dalam menjalani rutinitasnya (makan, tidur, dan buang air besar). Sebenarnya pada masa ini, Anda sebagai orang tua bisa mengaturnya sehingga buah hati Anda terbiasanya melakukannya sesuai jadwal tanpa banyak kesulitan.Kebiasaan disiplin juga bisa terapkan tentang kapan Anda bisa menggendong anak dan bagaimana cara dia tertidur. Di sini Anda harus bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan.Misalnya: Menggendong bayi sampai tertidur mungkin diinginkan oleh bayi tetapi itu bukan yang mereka butuhkan.2. Usia 7 – 12 bulanPada masa ini bayi sudah mulai banyak bergerak. Ia mulai senang menjelajah isi rumah. Oleh karena itu, pastikanlah area di dalam rumah adalah area yang aman. Ajarkan pada dia mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.Hindari untuk mengatakan tidak atau jangan. Ketika anak mulai melakukan sesuatu yang berbahaya, jauhkan dia dan katakan mengapa ia tidak boleh melakukannya. Ajak ia ke aktivitas yang aman baginya.Pada usia ini, biasanya anak tidak mau berpisah dengan Anda, ia mulai menangis bahkan menjerit ketika merasa Anda tidak sedang bersamanya. Pada saat itu janganlah tergopoh dan datang kepadanya. Katakan bahwa Anda berada dimana dan mintalah dia untuk tetap bermain.3. Usia 12 – 18 bulanPada usia ini, anak biasanya suka berteriak dan merengek saat berada di luar. Saat itu sedang terjadi, jangan langsung bawa anak ke rumah. Hal itu tidak akan menimbulkan efek jera. Ia bisa melakukan itu saat pergi ke luar lagi suatu saat. Pada saat itu jangan pula membalas dengan teriakan, karena nanti dia akan menirunya dengan meneriaki Anda.Hal yang lebih baik untuk dilakukan adalah dengan mengingatkan dia sebelum pergi ke tempat umum bahwa nanti ia harus berbicara dengan suara yang pelan. Anda juga bisa membawa mainan dan buku untuk mengalihkan perhatiannya nanti. Ini mungkin akan susah pada awalnya, tapi teruslah ajari dia.Dengan terus mengajari dia hal tersebut akan memberi pelajaran padanya untuk mengendalikan emosi. Ia juga akan belajar bahwa semua keinginannya tidak bisa selalu dipenuhi. Pujilah dia jika dia bisa berlaku baik atau saat dua sudah bisa menahan emosinya di luar. 4. Usia 18 – 24 bulanSemakin bertambahnya usia, biasanya anak semakin ingin menunjukkan menunjukkan rasa kemandiriannya. Namun pada saat itu anak masih belum bisa mengutarakan apa yang dia inginkan secara jelas. Ia cenderung lebih mudah frustasi dan mengamuk. Pada sebagian anak di usia ini memiliki kebiasaan memukul dan menggigit. Jika Anda melihat kondisi demikian, maka segera jauhkan anak Anda dari kondisi tersebut. Katakan bahwa ia tidak bisa melakukan hal tersebut karena itu bisa membuatnya sakit.Pada usia balita, biasanya mereka juga suka memberontak terhadap aturan yang sudah ditetapkan. Jika hal ini terjadi, jangan paksa mereka melakukan apa yang Anda mau. Hal itu akan percuma dan justru membuat mereka semakin ingin dituruti. Oleh karena itu, cobalah membujuknya dengan melakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan.Disini, jika Anda mengerti apa yang di sukai anak dan apa yang tidak disukai mereka akan lebih mudah untuk mengalihkan perhatian mereka. Dengan begitu suasana hati anak akan berubah menjadi lebih menyenangkan dan ia akan mulai menuruti aturan.Nah itu tadi adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendisiplinkan anak sejak dini. Hadapi tantangan yang ada sesuai dengan fase perkembangan mereka dengan kreativitas dan naluriah Anda sebagai orang tua. Bedakan apa yang menjadi keinginan anak dan apa yang menjadi kebutuhannya. Semoga menjadi orang tua yang sukses dan berhasil melewati rintangan yang ada. Selamat bekerja keras demi masa depan anak Anda.

Inilah Pentingnya/Manfaat Bermain Bagi Balita dalam Mengasah Kreativitas Hingga Komunikasi _Beberapa orang beranggapan bermain merupakan kegiatan yang tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang waktu saja. Bagi mereka yang belum mengerti pentingnya bermain, tidak heran jika mereka akan melarang anaknya untuk bermain, dan justru membiarkannya untuk tidur atau melakukan kegiatan lain yang bermanfaat. Pemikiran tersebut hendaknya dihilangkan, karena sesungguhnya bermain juga memiliki banyak manfaat bagi balita, khususnya untuk mengasah kreativitas hingga komunikasi sejak dini.Ketika anak usia dini/balita dilarang untuk bermain, maka kesempatan bermainnya akan berkurang. Padahal bermain adalah hal yang menyenangkan bagi anak, dan dapat meningkatkan perkembangan emosional serta kemampuan motorik anak. Dengan bermain, anak dapat mengekpresikan dirinya melalui permainan yang dilakukan.Alangkah baiknya sebagai orangtua harus memahami pentingnya bermain, sehingga tidak perlu mengurangi waktu bermain pada anak. Nah, kali ini kita akan membahas pentingnya bermain bagi balita, sehingga orangtua tidak lagi terburu-buru melarang anaknya bermain, selama permainan yang dilakukan tidak membahayakan dirinya.Perlu diketahui , bahwa bermain sangat penting dilakukan khususnya bagi balita, Apa saja pentingnya/manfaat bermain bagi balita/anak usia dini?Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini/Balita:1. Mengembangkan Kreativitas AnakBermain bukan berarti melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat atau hanya membuang-buang waktu. Bermain sangat penting dilakukan bagi balita.Manfaat bermain bagi anak balita yaitu mengasah otak kanannya, yang dapat meningkatkan kreativitas, untuk mencoba hal-hal baru.Melalui permainan, kemampuan berimajinasi anak akan terus berkembang, sehingga tidak heran ketika anak sedang bermain akan melakukan hal-hal yang lucu dan mengejutkan orang tuanya.Ini bukan berarti hal yang negatif, ketika anak dapat melakukan hal-hal yang baru dengan sendirinya, berarti kreativitasnya mulai berkembang.2. Mengenal Diri SendiriManfaat bermain bukan hanya untuk mengasah kreativitas anak saja. Namun, dengan bermain anak juga belajar untuk mengenal diri sendiri.Bukan hanya orang dewasa yang harus mengenal diri sendiri, sejak dini anak pun harus dilatih untuk mengenal dirinya sendiri yaang salah satunya bisa dilakukan melalui bermain.Dari permainan yang ia lakukan, anak akan mengenal permainan apa yang ia sukai dan tidak disukai. Dari situ ia akan mulai tahu apa saja hal-hal yang disukai dan tidak disukai.3. Meningkatkan Rasa Percaya DiriJangan melarang anak untuk bermain selama permainan yang dilakukan tidak berbahaya. Bermain dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri pada diri anak, karena mereka memutuskan sendiri apa yang akan dilakukan.4. Melatih BersosialisasiBermain juga penting dilakukan untuk melatih bersosialisasi anak sejak dini. Selama ini kebanyakan orang tua mendidik anaknya agar menjadi anak yang berprestasi akademik.Hal tersebut memang bukan hal yang salah, namun ketika anak hanya dituntut belajar sepanjang waktunya, kemampuan bersosialisasi anak dengan banyak orang dan lingkungan akan berkurang.Bermain sangat penting dilakukan, untuk itu berilah waktu anak untuk bermain dan biarkan anak bermain dengan teman sebayanya. Pentingnya bermain yaitu agar ia dapat bersosialisasi dengan teman dan lingkungan.5. Mengajarkan BerbagiBermain bagi balita juga bermanfaat melatih anak untuk belajar berbagi dengan orang lain. Ketika anak bermain bersama, biarkan anak membagikan mainannya dengan teman bermainnya. Sehingga akan mengurangi sikap egois dalam diri anak, dan menanamkan sikap berbagi sejak kecil.Bermain merupakan salah satu cara penanaman nilai moral sejak dini. Anak yang suka menyendiri, cenderung memiliki sikap individualis dan egois dibandingkan anak yang suka bermain bersama teman-temannya. Karena dengan bermain bersama, mereka akan saling berbagi dan menghargai.6. Melatih Beradaptasi dan BerkomunikasiKetika bermain, khususnya ketika ia bermain di luar rumah, maka ia akan mengenal lingkungan dan berusaha bergaul dengan anak-anak lain. Ini dapat menjadi ajang untuk melatih anak beradaptasi dan berkomunikasi dengan teman-temannya.Melalui permainan, mereka akan saling bertanya dan mengobrol yang dapat melatihnya kemampuan berbicara.Jadi, ketika Anda melihat anak balita yang mengobrol sendiri saat bermain, jangan dilarang. Karena hal tersebut dapat melatih kemampuan organ bicaranya, sehingga mendorong untuk memproduksi suara.Berdasarkan penelitian, bahwa anak yang lebih banyak menghabiskan waktu tanpa bermain, akan memiliki keterlambatan berbicara.Baca juga:Jenis Mainan Anak Laki-Laki yang MendidikJenis Mainan Anak Perempuan yang MendidikDemikian tentang manfaat bermain bagi anak usia dini/balita. Apabila para orang tua menyadari pentingnya bermain pada anak sejak dini, maka ia tak perlu lagi melarang anaknya untuk bermain. Dengan tidak mengurangi waktu bermain dan memberikan waktu bermain bagi anak dapat mengasah kreativitas hingga komunikasi yang bermanfaat untuk perkembangan emosionalnya.

Inilah Pentingnya/Manfaat Bermain Bagi Balita dalam Mengasah Kreativitas Hingga… Baca selengkapnya Inilah Pentingnya/Manfaat Bermain Bagi Balita dalam Mengasah Kreativitas Hingga Komunikasi _Beberapa orang beranggapan bermain merupakan kegiatan yang tidak bermanfaat dan hanya membuang-buang waktu saja. Bagi mereka yang belum mengerti pentingnya bermain, tidak heran jika mereka akan melarang anaknya untuk bermain, dan justru membiarkannya untuk tidur atau melakukan kegiatan lain yang bermanfaat. Pemikiran tersebut hendaknya dihilangkan, karena sesungguhnya bermain juga memiliki banyak manfaat bagi balita, khususnya untuk mengasah kreativitas hingga komunikasi sejak dini.Ketika anak usia dini/balita dilarang untuk bermain, maka kesempatan bermainnya akan berkurang. Padahal bermain adalah hal yang menyenangkan bagi anak, dan dapat meningkatkan perkembangan emosional serta kemampuan motorik anak. Dengan bermain, anak dapat mengekpresikan dirinya melalui permainan yang dilakukan.Alangkah baiknya sebagai orangtua harus memahami pentingnya bermain, sehingga tidak perlu mengurangi waktu bermain pada anak. Nah, kali ini kita akan membahas pentingnya bermain bagi balita, sehingga orangtua tidak lagi terburu-buru melarang anaknya bermain, selama permainan yang dilakukan tidak membahayakan dirinya.Perlu diketahui , bahwa bermain sangat penting dilakukan khususnya bagi balita, Apa saja pentingnya/manfaat bermain bagi balita/anak usia dini?Manfaat Bermain Bagi Anak Usia Dini/Balita:1. Mengembangkan Kreativitas AnakBermain bukan berarti melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat atau hanya membuang-buang waktu. Bermain sangat penting dilakukan bagi balita.Manfaat bermain bagi anak balita yaitu mengasah otak kanannya, yang dapat meningkatkan kreativitas, untuk mencoba hal-hal baru.Melalui permainan, kemampuan berimajinasi anak akan terus berkembang, sehingga tidak heran ketika anak sedang bermain akan melakukan hal-hal yang lucu dan mengejutkan orang tuanya.Ini bukan berarti hal yang negatif, ketika anak dapat melakukan hal-hal yang baru dengan sendirinya, berarti kreativitasnya mulai berkembang.2. Mengenal Diri SendiriManfaat bermain bukan hanya untuk mengasah kreativitas anak saja. Namun, dengan bermain anak juga belajar untuk mengenal diri sendiri.Bukan hanya orang dewasa yang harus mengenal diri sendiri, sejak dini anak pun harus dilatih untuk mengenal dirinya sendiri yaang salah satunya bisa dilakukan melalui bermain.Dari permainan yang ia lakukan, anak akan mengenal permainan apa yang ia sukai dan tidak disukai. Dari situ ia akan mulai tahu apa saja hal-hal yang disukai dan tidak disukai.3. Meningkatkan Rasa Percaya DiriJangan melarang anak untuk bermain selama permainan yang dilakukan tidak berbahaya. Bermain dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri pada diri anak, karena mereka memutuskan sendiri apa yang akan dilakukan.4. Melatih BersosialisasiBermain juga penting dilakukan untuk melatih bersosialisasi anak sejak dini. Selama ini kebanyakan orang tua mendidik anaknya agar menjadi anak yang berprestasi akademik.Hal tersebut memang bukan hal yang salah, namun ketika anak hanya dituntut belajar sepanjang waktunya, kemampuan bersosialisasi anak dengan banyak orang dan lingkungan akan berkurang.Bermain sangat penting dilakukan, untuk itu berilah waktu anak untuk bermain dan biarkan anak bermain dengan teman sebayanya. Pentingnya bermain yaitu agar ia dapat bersosialisasi dengan teman dan lingkungan.5. Mengajarkan BerbagiBermain bagi balita juga bermanfaat melatih anak untuk belajar berbagi dengan orang lain. Ketika anak bermain bersama, biarkan anak membagikan mainannya dengan teman bermainnya. Sehingga akan mengurangi sikap egois dalam diri anak, dan menanamkan sikap berbagi sejak kecil.Bermain merupakan salah satu cara penanaman nilai moral sejak dini. Anak yang suka menyendiri, cenderung memiliki sikap individualis dan egois dibandingkan anak yang suka bermain bersama teman-temannya. Karena dengan bermain bersama, mereka akan saling berbagi dan menghargai.6. Melatih Beradaptasi dan BerkomunikasiKetika bermain, khususnya ketika ia bermain di luar rumah, maka ia akan mengenal lingkungan dan berusaha bergaul dengan anak-anak lain. Ini dapat menjadi ajang untuk melatih anak beradaptasi dan berkomunikasi dengan teman-temannya.Melalui permainan, mereka akan saling bertanya dan mengobrol yang dapat melatihnya kemampuan berbicara.Jadi, ketika Anda melihat anak balita yang mengobrol sendiri saat bermain, jangan dilarang. Karena hal tersebut dapat melatih kemampuan organ bicaranya, sehingga mendorong untuk memproduksi suara.Berdasarkan penelitian, bahwa anak yang lebih banyak menghabiskan waktu tanpa bermain, akan memiliki keterlambatan berbicara.Baca juga:Jenis Mainan Anak Laki-Laki yang MendidikJenis Mainan Anak Perempuan yang MendidikDemikian tentang manfaat bermain bagi anak usia dini/balita. Apabila para orang tua menyadari pentingnya bermain pada anak sejak dini, maka ia tak perlu lagi melarang anaknya untuk bermain. Dengan tidak mengurangi waktu bermain dan memberikan waktu bermain bagi anak dapat mengasah kreativitas hingga komunikasi yang bermanfaat untuk perkembangan emosionalnya.

Pembentukan Karakter Bangsa Dimulai dari Pendidikan Karakter dalam Keluarga_Pendidikan karakter bangsa diperlukan untuk membentuk pribadi bangsa yang beradab, berilmu, berwawasan dan berkarakter. Jika bangsa kita kehilangan karakter baik maka kerusakanlah yang terjadi, mereka akan mudah terombang-ambing dan tidak memiliki pendirian.Salah satu tempat yang berperan sangat penting dalam pembentukan karakter bangsa adalah keluarga. Pendidikan karakter bangsa dimulai dari keluarga dan hendaknya dilakukan sedini mungkin.Usia dini merupakan usia golden age bagi anak. Keberhasilan pendidikan karakter pada masa ini sangat menentukan keberhasilan kualitas anak untuk menjadi generasi penerus bangsa yang sukses dan berkarakter.Peran Keluarga dalam Upaya Pembentukan Karakter AnakMemberi pendidikan kepada anak sudah bisa dilakukan sejak ia masih berada dalam kandungan ibunya.Pada saat di dalam kandungan, anak sudah bisa menangkap dan merespon apa yang dikerjakan oleh orang tuanya, terutama ibunya. Oleh karena itu hendaknya ibu sudah mulai bisa mendidik anaknya dengan memberi teladan yang baik bagi sang anak.Setelah kelahiran anak, lingkungan keluarga adalah lingkungan terdekat anak. Di sanalah ia tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh di lingkungan keluarga yang berkarakter terpuji.Jika keluarga sebagai lingkungan terdekat anak telah gagal mendidik anak menjadi berkarakter, maka lingkungan lain akan sangat sulit untuk memperbaikinya.Nah sebenarnya nilai apa saja yang harus ditanamkan pada pribadi anak Anda sehingga menjadikan ia sebagai pribadi yang berkarakter?Nilai-nilai Karakter yang Ditanamkan dalam Sebuah Keluarga1. ReligiusAnak harus di ajarkan untuk memiliki sikap yang religius. Ajarkanlah mereka untuk patuh dalam melaksanakan ajaran agamanya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain serta hidup rukun antar umat beragama.2. JujurAjarkanlah pada anak Anda sikap yang mencerminkan perilaku jujur dengan dimulai dari pribadi kedua orang tuanya sebagai teladan. Sikap jujur ini akan menjadikan anak sebagai pribadi yang dapat dipercaya dalam segala ucapan, perbuatan, dan pekerjaannya.3. DisiplinAjarkanlah kepada anak Anda untuk disiplin dalam segala aktivitasnya sehingga ia menjadi pribadi yang menghargai waktu dan enggan untuk melakukan hal yang sia-sia.4. Kerja kerasAjarkanlah kepada anak Anda untuk bersungguh sungguh terhadap apa yang dikerjakannya sehingga ia menjadi pribadi yang tidak putus asa dalam menghadapi berbagai hambatan yang ada nantinya serta berusaha menyelesaikan apa yang dikerjakannya dengan sebaik-baiknya.5. MandiriAjarkanlah kepada anak Anda kemandirian sehingga ia tidak menjadi pribadi yang menggantungkan sesuatu kepada orang lain.6. DemokratisAjarkanlah kepada anak Anda sikap demokratis dengan menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain sehingga ia tidak akan melakukan sikap semena-mena kepada orang lain.7. Rasa Ingin TahuAjarkan anak Anda untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi yang mendorongnya untuk berusaha mengetahui sesuatu yang dipelajarinya secara lebih mendalam.8. Semangat Cinta Tanah AirAjarkanlah anak Anda untuk memiliki rasa cinta terhadap tanah air sebagai tanah kelahirannya sehingga ia menjadi pribadi yang setia, peduli, dan peka terhadap segala fenomena yang ada di tanah airnya. Hal itu akan mendorongnya untuk memiliki semangat yang tinggi dan rela berkorban untuk menjadi bangsa yang bermanfaat bagi tanah airnya.9. BersahabatAjarkanlah anak Anda untuk menjadi pribadi yang bersahabat ketika berinteraksi dengan dunia luar, sehingga ia akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan mampu bekerja sama dengan orang lain.10. Cinta DamaiAjarkanlah kepada anak Anda untuk mencintai kedamaian sehingga ia tidak akan mudah menyelesaikan segala permasalahan dengan kekerasan.11. Gemar MembacaAnda juga bisa memfasilitasi anak Anda berbagai buku bacaan sehingga menjadikan ia sebagai pribadi yang gemar membaca yang nantinya mendorong ia untuk menjadi pribadi yang berwawasan luas dan gemar menuntut ilmu dan berguna bagi bangsa.12. Peduli LingkunganAjarkan anak Anda untuk memiliki sikap yang peduli dengan lingkungan sehingga ia akan selalu melakukan upaya yang mencegah orang lain yang berusaha untuk merusak lingkungan.13. Tanggung JawabAjarkanlah anak Anda untuk memiliki sikap yang bertanggung jawab baik kepada tuhan YME, dirinya sendiri, masyarakat, maupun lingkungannya.Artikel terkait: 5 Nilai Utama Karakter pada Penguatan Pendidikan KarakterDemikian tentang nilai-nilai penting yang seyogyanya ditanamkan pada diri anak sejak dini oleh keluarga. Terapkanlah nilai-nilai tersebut pada diri Anda sebagai orangtua sehingga dapat menjadi orangtua yang berkarakter yang mampu mengajarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang berkarakter. Semoga bermanfaat.

Pembentukan Karakter Bangsa Dimulai dari Pendidikan Karakter dalam Keluarga_ Pe… Baca selengkapnya Pembentukan Karakter Bangsa Dimulai dari Pendidikan Karakter dalam Keluarga_Pendidikan karakter bangsa diperlukan untuk membentuk pribadi bangsa yang beradab, berilmu, berwawasan dan berkarakter. Jika bangsa kita kehilangan karakter baik maka kerusakanlah yang terjadi, mereka akan mudah terombang-ambing dan tidak memiliki pendirian.Salah satu tempat yang berperan sangat penting dalam pembentukan karakter bangsa adalah keluarga. Pendidikan karakter bangsa dimulai dari keluarga dan hendaknya dilakukan sedini mungkin.Usia dini merupakan usia golden age bagi anak. Keberhasilan pendidikan karakter pada masa ini sangat menentukan keberhasilan kualitas anak untuk menjadi generasi penerus bangsa yang sukses dan berkarakter.Peran Keluarga dalam Upaya Pembentukan Karakter AnakMemberi pendidikan kepada anak sudah bisa dilakukan sejak ia masih berada dalam kandungan ibunya.Pada saat di dalam kandungan, anak sudah bisa menangkap dan merespon apa yang dikerjakan oleh orang tuanya, terutama ibunya. Oleh karena itu hendaknya ibu sudah mulai bisa mendidik anaknya dengan memberi teladan yang baik bagi sang anak.Setelah kelahiran anak, lingkungan keluarga adalah lingkungan terdekat anak. Di sanalah ia tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh di lingkungan keluarga yang berkarakter terpuji.Jika keluarga sebagai lingkungan terdekat anak telah gagal mendidik anak menjadi berkarakter, maka lingkungan lain akan sangat sulit untuk memperbaikinya.Nah sebenarnya nilai apa saja yang harus ditanamkan pada pribadi anak Anda sehingga menjadikan ia sebagai pribadi yang berkarakter?Nilai-nilai Karakter yang Ditanamkan dalam Sebuah Keluarga1. ReligiusAnak harus di ajarkan untuk memiliki sikap yang religius. Ajarkanlah mereka untuk patuh dalam melaksanakan ajaran agamanya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain serta hidup rukun antar umat beragama.2. JujurAjarkanlah pada anak Anda sikap yang mencerminkan perilaku jujur dengan dimulai dari pribadi kedua orang tuanya sebagai teladan. Sikap jujur ini akan menjadikan anak sebagai pribadi yang dapat dipercaya dalam segala ucapan, perbuatan, dan pekerjaannya.3. DisiplinAjarkanlah kepada anak Anda untuk disiplin dalam segala aktivitasnya sehingga ia menjadi pribadi yang menghargai waktu dan enggan untuk melakukan hal yang sia-sia.4. Kerja kerasAjarkanlah kepada anak Anda untuk bersungguh sungguh terhadap apa yang dikerjakannya sehingga ia menjadi pribadi yang tidak putus asa dalam menghadapi berbagai hambatan yang ada nantinya serta berusaha menyelesaikan apa yang dikerjakannya dengan sebaik-baiknya.5. MandiriAjarkanlah kepada anak Anda kemandirian sehingga ia tidak menjadi pribadi yang menggantungkan sesuatu kepada orang lain.6. DemokratisAjarkanlah kepada anak Anda sikap demokratis dengan menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain sehingga ia tidak akan melakukan sikap semena-mena kepada orang lain.7. Rasa Ingin TahuAjarkan anak Anda untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi yang mendorongnya untuk berusaha mengetahui sesuatu yang dipelajarinya secara lebih mendalam.8. Semangat Cinta Tanah AirAjarkanlah anak Anda untuk memiliki rasa cinta terhadap tanah air sebagai tanah kelahirannya sehingga ia menjadi pribadi yang setia, peduli, dan peka terhadap segala fenomena yang ada di tanah airnya. Hal itu akan mendorongnya untuk memiliki semangat yang tinggi dan rela berkorban untuk menjadi bangsa yang bermanfaat bagi tanah airnya.9. BersahabatAjarkanlah anak Anda untuk menjadi pribadi yang bersahabat ketika berinteraksi dengan dunia luar, sehingga ia akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan mampu bekerja sama dengan orang lain.10. Cinta DamaiAjarkanlah kepada anak Anda untuk mencintai kedamaian sehingga ia tidak akan mudah menyelesaikan segala permasalahan dengan kekerasan.11. Gemar MembacaAnda juga bisa memfasilitasi anak Anda berbagai buku bacaan sehingga menjadikan ia sebagai pribadi yang gemar membaca yang nantinya mendorong ia untuk menjadi pribadi yang berwawasan luas dan gemar menuntut ilmu dan berguna bagi bangsa.12. Peduli LingkunganAjarkan anak Anda untuk memiliki sikap yang peduli dengan lingkungan sehingga ia akan selalu melakukan upaya yang mencegah orang lain yang berusaha untuk merusak lingkungan.13. Tanggung JawabAjarkanlah anak Anda untuk memiliki sikap yang bertanggung jawab baik kepada tuhan YME, dirinya sendiri, masyarakat, maupun lingkungannya.Artikel terkait: 5 Nilai Utama Karakter pada Penguatan Pendidikan KarakterDemikian tentang nilai-nilai penting yang seyogyanya ditanamkan pada diri anak sejak dini oleh keluarga. Terapkanlah nilai-nilai tersebut pada diri Anda sebagai orangtua sehingga dapat menjadi orangtua yang berkarakter yang mampu mengajarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang berkarakter. Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Menasihati Anak agar Nurut_Apakah Anda pernah mengalami ketika Anak Anda dinasehati malah si buah hati kurang bisa menerima dan memahami nasehat dari Anda?, bagaimana cara mendidik anak agar menjadi penurut?, nah pada kesempatan kali ini, saya akan berbagai cara terbaik untuk menasehati anak-anak agar menjadi pribadi yang penurut.Menghadapi anak yang bandel tidak boleh menggunakan amarah ataupun pukualan, jangan sampai Anak mendapat perlakuan keras baik yang menyakiti hatinya maupun fisiknya. Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menasehati anak agar nurut antara lain seperti di bawah ini.Cara Mendidik Anak agar NurutTips jitu menasehati anak agar nurut sebagai berikut:1. Memanggil NamaMempunyai buah hati dengan karakter yang bandel mungkin akan membuat orangtua mudah terpancing emosi. Namun, hal tersebut tidaklah tepat jika Anda lakukan.Ketika hendak memerintah sesuatu pada anak, sebaiknya Anda awali dengan memanggil namanya. Sikap tersebut akan membuat anak-anak merasa lebih dihargai. Utamakan melakukan hal tersebut ketika mereka sedang asik bermain.Jika mereka merespon, baru Anda bisa mengatakan apa maksud tujuan memanggil mereka. Tidak perlu berteriak-teriak untuk memerintahnya karena anak justru tidak akan mau memperhatikan Anda.2. Berbicara dengan SopanMembentuk pribadi yang baik pada seorang anak tentu juga harus diawali oleh sikap baik dari para orangtua. Apabila Anda hendak menasehati anak, sebaiknya menggunakan kalimat yang sopan.Kata-kata paling mudah adalah menggunakan Minta tolong... setiap kali Anda meminta bantuan sesuatu pada anak-anak. Kebiasan positif ini sebaiknya Anda mulai sedini mungkin, untuk membuat anak-anak menjadi lebih mudah mendengarkan nasehat orangtua.Selain itu, sikap orangtua yang kurang baik, akan mudah ditiru oleh anak-anak karena daya ingatnya yang masih tajam.3. Menjadi Pendengar yang BaikMenghadapi sikap anak yang tidak mau menurut sebaiknya tidak dengan menceramahinya terus menerus. Jadilah seorang pendengar yang baik untuk memahami apa yang mereka mau.Jika emosi dibalas dengan emosi, maka permasalahan tidak akan cepat selesai dan Anda semakin susah untuk mengajak anak-anak menjadi pribadi yang penurut. Setelah mendengarkan, barulah Anda bisa menanggapi apa yang mereka katakan.4. Ulangi Arahan yang BaikMembuat anak menjadi lebih penurut tentu tidak dapat Anda dapatkan dengan cara yang instan. Semua membuuhkan proses terutama jika anak-anak sudah terbiasa memiliki sikap yang membagkang sejak kecil.Oleh sebab itu, cara terbaik untuk menasehatinya adalah dengan mengulangi segala perintah dan arahan yang baik padanya. Jika mereka lupa dengan perjanjian yang telah dibuat, ingatkanlah hingga mereka bisa menjadi lebih menurut.5. Hindari Kata JanganMenggunakan kata tersebut justru membuat anak-anak menjadi susah menuruti kata-kata dari orangtuanya. Anda bisa mengubahnya menggunakan kalimat perintah yang halus seperti, bangun yang pagi ya supaya tidak telat ke sekolah".6. Gunakan Kalimat SederhanaAnak-anak yang tidak mau menurut cenderung susah untuk diajak mendengarkan nasehat yang Anda ucapkan. Oleh sebab itu, untuk membuatnya lebih memahami apa yang Anda mau, sebaiknya gunakan kalimat yang sederhana.Memberikan nasihat yang panjang dan bertele-tela hanya akan dianggap angin lalu oleh mereka dan tidak menutup kemungkinan mereka akan mengulangi kesalahannya kembali.7. Bersikap TegasJika sikap anak Anda dirasa sudah melewati batas-batas yang sulit untuk ditoleransi, sebaiknya Anda mulai bersikap tegas. Sikap tersebut bukan berarti dilakukan dengan kekerasan atau memarahinya terus menerus. Anda bisa memberikannya nasihat yang bersifat motivasi sebagai salah satu cara untuk membuatnya lebih memahami antara sikap yang baik dan buruk.8. Tatapan Mata dan SentuhanAdanya kontak fisik dan tatapan mata terbukti menjadi salah satu siasat untuk menjalin ikatan batin. Jika tidak mau menurut, dekatilah mereka dan sentuh pundaknya. Usahakan posisi mata Anda sejajar dengan mereka. Posisi tersebut akan membuat anak-anak merasa lebih dihargai dan diperhatikan.Demikian cara mudah menasehati anak agar nurut yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi solusi yang bermanfaat bagi Anda.

Cara Mudah Menasihati Anak agar Nurut _Apakah Anda pernah mengalami ketika Anak… Baca selengkapnya Cara Mudah Menasihati Anak agar Nurut_Apakah Anda pernah mengalami ketika Anak Anda dinasehati malah si buah hati kurang bisa menerima dan memahami nasehat dari Anda?, bagaimana cara mendidik anak agar menjadi penurut?, nah pada kesempatan kali ini, saya akan berbagai cara terbaik untuk menasehati anak-anak agar menjadi pribadi yang penurut.Menghadapi anak yang bandel tidak boleh menggunakan amarah ataupun pukualan, jangan sampai Anak mendapat perlakuan keras baik yang menyakiti hatinya maupun fisiknya. Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menasehati anak agar nurut antara lain seperti di bawah ini.Cara Mendidik Anak agar NurutTips jitu menasehati anak agar nurut sebagai berikut:1. Memanggil NamaMempunyai buah hati dengan karakter yang bandel mungkin akan membuat orangtua mudah terpancing emosi. Namun, hal tersebut tidaklah tepat jika Anda lakukan.Ketika hendak memerintah sesuatu pada anak, sebaiknya Anda awali dengan memanggil namanya. Sikap tersebut akan membuat anak-anak merasa lebih dihargai. Utamakan melakukan hal tersebut ketika mereka sedang asik bermain.Jika mereka merespon, baru Anda bisa mengatakan apa maksud tujuan memanggil mereka. Tidak perlu berteriak-teriak untuk memerintahnya karena anak justru tidak akan mau memperhatikan Anda.2. Berbicara dengan SopanMembentuk pribadi yang baik pada seorang anak tentu juga harus diawali oleh sikap baik dari para orangtua. Apabila Anda hendak menasehati anak, sebaiknya menggunakan kalimat yang sopan.Kata-kata paling mudah adalah menggunakan Minta tolong... setiap kali Anda meminta bantuan sesuatu pada anak-anak. Kebiasan positif ini sebaiknya Anda mulai sedini mungkin, untuk membuat anak-anak menjadi lebih mudah mendengarkan nasehat orangtua.Selain itu, sikap orangtua yang kurang baik, akan mudah ditiru oleh anak-anak karena daya ingatnya yang masih tajam.3. Menjadi Pendengar yang BaikMenghadapi sikap anak yang tidak mau menurut sebaiknya tidak dengan menceramahinya terus menerus. Jadilah seorang pendengar yang baik untuk memahami apa yang mereka mau.Jika emosi dibalas dengan emosi, maka permasalahan tidak akan cepat selesai dan Anda semakin susah untuk mengajak anak-anak menjadi pribadi yang penurut. Setelah mendengarkan, barulah Anda bisa menanggapi apa yang mereka katakan.4. Ulangi Arahan yang BaikMembuat anak menjadi lebih penurut tentu tidak dapat Anda dapatkan dengan cara yang instan. Semua membuuhkan proses terutama jika anak-anak sudah terbiasa memiliki sikap yang membagkang sejak kecil.Oleh sebab itu, cara terbaik untuk menasehatinya adalah dengan mengulangi segala perintah dan arahan yang baik padanya. Jika mereka lupa dengan perjanjian yang telah dibuat, ingatkanlah hingga mereka bisa menjadi lebih menurut.5. Hindari Kata JanganMenggunakan kata tersebut justru membuat anak-anak menjadi susah menuruti kata-kata dari orangtuanya. Anda bisa mengubahnya menggunakan kalimat perintah yang halus seperti, bangun yang pagi ya supaya tidak telat ke sekolah".6. Gunakan Kalimat SederhanaAnak-anak yang tidak mau menurut cenderung susah untuk diajak mendengarkan nasehat yang Anda ucapkan. Oleh sebab itu, untuk membuatnya lebih memahami apa yang Anda mau, sebaiknya gunakan kalimat yang sederhana.Memberikan nasihat yang panjang dan bertele-tela hanya akan dianggap angin lalu oleh mereka dan tidak menutup kemungkinan mereka akan mengulangi kesalahannya kembali.7. Bersikap TegasJika sikap anak Anda dirasa sudah melewati batas-batas yang sulit untuk ditoleransi, sebaiknya Anda mulai bersikap tegas. Sikap tersebut bukan berarti dilakukan dengan kekerasan atau memarahinya terus menerus. Anda bisa memberikannya nasihat yang bersifat motivasi sebagai salah satu cara untuk membuatnya lebih memahami antara sikap yang baik dan buruk.8. Tatapan Mata dan SentuhanAdanya kontak fisik dan tatapan mata terbukti menjadi salah satu siasat untuk menjalin ikatan batin. Jika tidak mau menurut, dekatilah mereka dan sentuh pundaknya. Usahakan posisi mata Anda sejajar dengan mereka. Posisi tersebut akan membuat anak-anak merasa lebih dihargai dan diperhatikan.Demikian cara mudah menasehati anak agar nurut yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi solusi yang bermanfaat bagi Anda.

Kesalahan Sosial Tentang Pendidikan Anak Usia Dini _Pendidikan usia dini sangatlah penting dilakukan sejak awal. Karena pendidikan usia dini, akan menjadi pondasi dan modal awal dalam pembentukan karakter, tingkah laku, dan moral di masa depan. Namun, pada praktiknya masih seringkali terjadi kesalahan dalam menerapkan pendidikan usia dini ini, sehingga bisa berdampak pada kepribadian anak saat tumbuh kembangnya kelak.Jika pendidikan dilaksanakan dengan salah, pastinya pendidikan bukannya membuat anak menjadi lebih baik, namun justru membuat pengaruh negatif dalam dirinya. Nah, sebagai orangtua yang bijak hendaknya Anda tahu apa saja kesalahan sosial yang seringkali terjadi saat menerapkan pendidikan usia dini ini, agar jangan sampai anak Anda mendapat perlakuan yang sama.Berbagai Kesalahan Sosial Saat Menerapkan Pendidikan Usia Dini pada Anak1. Menitipkan anak kepada orang lain sejak diniKenyataan yang terjadi banyak anak yang dititipkan kepada orang lain atau kepada baby sister oleh orang tuanya. Kesibukan bekerja membuat para orang tua memilih mempercayakan orang lain untuk merawat anaknya. Padahal hal tersebut bukanlah solusi yang baik.Merasa sangat prihatin, ketika melihat anak yang tidak diasuh orang tuanya sendiri sejak kecil. Padahal anak usia dini justru membutuhkan kedekatan dengan orangtua kandungnya, dalam rangka pembentukan karakter dan kepribadian yang positif. Anak yang sedari kecil dirawat secara intens oleh orangtuanya sendiri akan memiliki karakter positif yang lebih kuat daripada mereka yang dititipkan.Anak-anak yang dititipkan cenderung membangkang orang tuanya atau bahkan lebih parahnya lagi terlibat dalam pergaulan bebas. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini sangat diperlukan peran serta dari orang tua.2. Sering membentak anak sejak diniKesalahan sosial tentang pendidikan usia dini berikutnya ialah kebiasaan membentak anak. Seringkali kita lihat beberapa orang tua yang memarahi anaknya, membentakknya ketika mereka melakukan kesalahan.Cara tersebut sebenarnya tidak dianjurkan, terlebih lagi untuk anak kecil. Apabila anak melakukan kesalahan, nasihatilah dengan ucapan yang positif, tanpa harus membentak atau menggunakan kekerasan fisik dan ucapan.Menasihati anak dengan kata-kata positif dan penuh kasih sayang, justru akan memberikan kesempatan kepada anak untuk berpikir bahwa ia telah melakukan kesalahan.Berbeda jika orang tua memarahi anak dengan kekerasan, justru akan membuat gangguan mentalnya karena merasa takut, atau bahkan membuat anak semakin membangkang.3. Memberikan panggilan/julukan buruk kepada anakPastinya Anda setuju kan jika nama yang diberikan kepada sang anak adalah doa atau harapan dari orangtuanya. Maka dari itu, semua orang tua pasti akan memberikan nama yang baik untuk anaknya, sebagai harapan agar anaknya mendapatkan kebaikan.Namun, tidak jarang orang tua yang memanggil anaknya dengan sebutan-sebutan negatif, entah karena sedang kesal atau alasan lain. Dan apapun itu alasannya, memanggil anak dengan sebutan yang negatif merupakan contoh kesalahan sosial dalam pendidikan usia dini yang bisa berdampak fatal.Sebagai contoh seorang anak yang kurang cekatan, dipanggil lemot. Kemudian, anak yang tidak mendengar ketika dipanggil, lalu orang tua memanggilnya tuli.Panggilan yang negatif, akan berpengaruh juga terhadap perkembangan pikirannya. Oleh sebab itu, apapun kodisinya tetap gunakan panggilan-panggilan sesuai namanya atau dengan nama panggilan yang positif.4. Memberikan perlakuan yang tidak adilKetika sebuah keluarga memiliki anak lebih dari satu, maka tetaplah adil dalam memperlakukan dan memberikan kasih sayang kepada anak. Kesalahan pendidikan usia dini yang kerapkali terjadi adalah orang tua yang lebih sayang dan perhatian kepada salah satu anaknya, sementara anak yang lain kurang diperhatikan.5. Memberikan doa yang tidak baikDoa yang tidak baik ini kerapkali diucapkan sebagian orang tua ketika anaknya berbuat salah atau membangkang orang tua. Mereka sering menyumpahi dengan harapan yang tidak baik kepada anaknya, jika orang tua merasa sakit hati atas perlakuan anaknya.Senakal apapun anak, jangan pernah mendoakan yang buruk, namun tetap doakan yang baik-baik, semoga anak menyesali perbuatan buruknya dan kembali melakukan perbuatan positif.6. Terlalu banyak laranganBanyak kita lihat, beberapa orang tua kerap kali melarang anaknya ketika mereka sedang melakukan sesuatu. Sebagai contoh, ketika anak sedang bermain, kemudian orang tua melarangnya jangan bermain.Ketika anak sedang lari-larian, orang tua berkata jangan berlari, dan lain sebagainya.Semakin banyak larangan yang ditetapkan orang tua, akan memberikan dampak yang buruk pada perkembangan otaknya, khususnya otak kanan.Ketika anak dilarang untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk mengekspresikan diri, maka perkembangan otak kanan yang memicu kreativitas juga akan terganggu.Itulah salah satu hal yang menyebabkan beberapa anak menjadi malu untuk mengekspresikan diri saat dewasa, karena ketika kecil orang tua melakukan kesalahan dalam pendidikan usia dini dengan menetapkan banyak larangan.Baca juga Manfaat Bermain bagi Anak Usia DiniNah, beberapa kesalahan tentang pendidikan usia dini yang diulas di atas sangat berdampak pada perkembangan sosial dan emosional anak. Untuk itu sebagai orang tua, hendaknya jangan melakukan hal-hal di atas, apapun kondisinya.

Kesalahan Sosial Tentang Pendidikan Anak Usia Dini _ Pendidikan usia dini sanga… Baca selengkapnya Kesalahan Sosial Tentang Pendidikan Anak Usia Dini _Pendidikan usia dini sangatlah penting dilakukan sejak awal. Karena pendidikan usia dini, akan menjadi pondasi dan modal awal dalam pembentukan karakter, tingkah laku, dan moral di masa depan. Namun, pada praktiknya masih seringkali terjadi kesalahan dalam menerapkan pendidikan usia dini ini, sehingga bisa berdampak pada kepribadian anak saat tumbuh kembangnya kelak.Jika pendidikan dilaksanakan dengan salah, pastinya pendidikan bukannya membuat anak menjadi lebih baik, namun justru membuat pengaruh negatif dalam dirinya. Nah, sebagai orangtua yang bijak hendaknya Anda tahu apa saja kesalahan sosial yang seringkali terjadi saat menerapkan pendidikan usia dini ini, agar jangan sampai anak Anda mendapat perlakuan yang sama.Berbagai Kesalahan Sosial Saat Menerapkan Pendidikan Usia Dini pada Anak1. Menitipkan anak kepada orang lain sejak diniKenyataan yang terjadi banyak anak yang dititipkan kepada orang lain atau kepada baby sister oleh orang tuanya. Kesibukan bekerja membuat para orang tua memilih mempercayakan orang lain untuk merawat anaknya. Padahal hal tersebut bukanlah solusi yang baik.Merasa sangat prihatin, ketika melihat anak yang tidak diasuh orang tuanya sendiri sejak kecil. Padahal anak usia dini justru membutuhkan kedekatan dengan orangtua kandungnya, dalam rangka pembentukan karakter dan kepribadian yang positif. Anak yang sedari kecil dirawat secara intens oleh orangtuanya sendiri akan memiliki karakter positif yang lebih kuat daripada mereka yang dititipkan.Anak-anak yang dititipkan cenderung membangkang orang tuanya atau bahkan lebih parahnya lagi terlibat dalam pergaulan bebas. Oleh sebab itu, pendidikan usia dini sangat diperlukan peran serta dari orang tua.2. Sering membentak anak sejak diniKesalahan sosial tentang pendidikan usia dini berikutnya ialah kebiasaan membentak anak. Seringkali kita lihat beberapa orang tua yang memarahi anaknya, membentakknya ketika mereka melakukan kesalahan.Cara tersebut sebenarnya tidak dianjurkan, terlebih lagi untuk anak kecil. Apabila anak melakukan kesalahan, nasihatilah dengan ucapan yang positif, tanpa harus membentak atau menggunakan kekerasan fisik dan ucapan.Menasihati anak dengan kata-kata positif dan penuh kasih sayang, justru akan memberikan kesempatan kepada anak untuk berpikir bahwa ia telah melakukan kesalahan.Berbeda jika orang tua memarahi anak dengan kekerasan, justru akan membuat gangguan mentalnya karena merasa takut, atau bahkan membuat anak semakin membangkang.3. Memberikan panggilan/julukan buruk kepada anakPastinya Anda setuju kan jika nama yang diberikan kepada sang anak adalah doa atau harapan dari orangtuanya. Maka dari itu, semua orang tua pasti akan memberikan nama yang baik untuk anaknya, sebagai harapan agar anaknya mendapatkan kebaikan.Namun, tidak jarang orang tua yang memanggil anaknya dengan sebutan-sebutan negatif, entah karena sedang kesal atau alasan lain. Dan apapun itu alasannya, memanggil anak dengan sebutan yang negatif merupakan contoh kesalahan sosial dalam pendidikan usia dini yang bisa berdampak fatal.Sebagai contoh seorang anak yang kurang cekatan, dipanggil lemot. Kemudian, anak yang tidak mendengar ketika dipanggil, lalu orang tua memanggilnya tuli.Panggilan yang negatif, akan berpengaruh juga terhadap perkembangan pikirannya. Oleh sebab itu, apapun kodisinya tetap gunakan panggilan-panggilan sesuai namanya atau dengan nama panggilan yang positif.4. Memberikan perlakuan yang tidak adilKetika sebuah keluarga memiliki anak lebih dari satu, maka tetaplah adil dalam memperlakukan dan memberikan kasih sayang kepada anak. Kesalahan pendidikan usia dini yang kerapkali terjadi adalah orang tua yang lebih sayang dan perhatian kepada salah satu anaknya, sementara anak yang lain kurang diperhatikan.5. Memberikan doa yang tidak baikDoa yang tidak baik ini kerapkali diucapkan sebagian orang tua ketika anaknya berbuat salah atau membangkang orang tua. Mereka sering menyumpahi dengan harapan yang tidak baik kepada anaknya, jika orang tua merasa sakit hati atas perlakuan anaknya.Senakal apapun anak, jangan pernah mendoakan yang buruk, namun tetap doakan yang baik-baik, semoga anak menyesali perbuatan buruknya dan kembali melakukan perbuatan positif.6. Terlalu banyak laranganBanyak kita lihat, beberapa orang tua kerap kali melarang anaknya ketika mereka sedang melakukan sesuatu. Sebagai contoh, ketika anak sedang bermain, kemudian orang tua melarangnya jangan bermain.Ketika anak sedang lari-larian, orang tua berkata jangan berlari, dan lain sebagainya.Semakin banyak larangan yang ditetapkan orang tua, akan memberikan dampak yang buruk pada perkembangan otaknya, khususnya otak kanan.Ketika anak dilarang untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk mengekspresikan diri, maka perkembangan otak kanan yang memicu kreativitas juga akan terganggu.Itulah salah satu hal yang menyebabkan beberapa anak menjadi malu untuk mengekspresikan diri saat dewasa, karena ketika kecil orang tua melakukan kesalahan dalam pendidikan usia dini dengan menetapkan banyak larangan.Baca juga Manfaat Bermain bagi Anak Usia DiniNah, beberapa kesalahan tentang pendidikan usia dini yang diulas di atas sangat berdampak pada perkembangan sosial dan emosional anak. Untuk itu sebagai orang tua, hendaknya jangan melakukan hal-hal di atas, apapun kondisinya.

Tips/Cara Menasehati Anak yang Keras Kepala_Menasihati atau memarahi anak?, nah seringnya yang terjadi adalah niat menasehati namun kesannya malah memarahi anak, sehingga tak jarang orang tua dan anknya sama-sama menjadi marah. Ahaa, kadang orang tua sudah menasehati dengan cara yang salah yakni dengan ngomelin anak, hmm si anak malah tutup telinga, nah,,jangan sampai terjadi yang model seperti di gambar ilustrasi di bawah ini. Cara Menasehati Anak yang Keras KepalaAnak-anak yang memiliki sifat keras kepala tentu akan membuat para orangtua pusing serta menginginkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Walaupun hal tersebut tidaklah mudah, tapi akan lebih baik jika dilakukan sejak usia dini dengan cara yang tepat. Lalu bagaimanakah cara yang dapat dilakukan?.Berikut adalah beberapa trik menasehati anak yang keras kepala dengan cara-cara terbaik.Tips terbaik menasehati anak1. Bersikap TenangMenghadapi anak dengan sifat keras kepala harus diiringi dengan kesabaran lebih. Dengan bersikap tenang, Anda akan lebih mudah memahami permasalahan yang mereka hadapi.Sangat tidak disarankan menasehati anak keras kepala dengan emosi. Karena Anda akan mengalami kesulitan saat menggali permasalahan dan pikiran yang sedang melanda mereka. 2. Terapkan Sikap yang BaikApabila Anda menasehati anak-anak agar tidak melakukan hal-hal yang buruk, sebaiknya Anda mengawalinya dengan memberikan contoh serupa. Anak-anak cenderung meniru sikap orangtua, sehingga hindari sikap plin plan dalam memberikan nasehat padanya.Jika Anda menasehati anak-anak untuk tidak mandi terlalu malam, maka Anda juga harus menerapkan sikap tersebut. Sebab, menasehati anak yang keras kepala tidak harus dengan omelan panjang lebar, melainkan dengan contoh sikap pun juga dapat menjadi solusi yang tepat.3. Berilah PujianMungkin sebagian besar dari Anda akan sulit mengetahui penyebab dari sikap anak-anak yang selalu keras kepala. Anak yang keras kepala seringkali disebabkan oleh kurangnya perhatian yang diberikan sehingga sikap tersebut dijadikan sebagai senjata.Jika anak Anda melakukan suatu kebaikan, berilah mereka pujian berupa kata-kata ataupun pelukan. Dengan sikap tersebut, anak-anak akan merasa mendapatkan dukungan lebih dari orangtua sehingga mereka bisa lebih memahami antara sikap yang baik dan buruk.4. Menyalurkan HobiJika Anda melihat anak-anak suka keras kepala ketika Anda larang, sebaiknya amati terlebih dahulu apakah tindakan yang mereka lakukan bersikap positif atau tidak. Misalnya Anda mengetahui bahwa mereka sering bermain di luar rumah.Sangat tidak tepat jika Anda hanya memarahinya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya mereka lakukan. Jika Anda mengetahui bahwa mereka hanya melakukan olahraga bersama teman-temannya, berarti sikap Anda adalah harus menyalurkan minat bakatnya.Karena terkadang anak-anak akan susah untuk dilarang melakukan sesuatu hal yang disukai sehingga mereka akan keras kepala saat dilarang. 5. Bersikap BijakPoin inilah yang paling sulit untuk dilakukan saat menghadapi sikap anak-anak yang keras kepala dan bandel. Dengan meluangkan banyak waktu bersama buah hati, Anda akan lebih memahami karakter anak serta keinginan dari mereka.Selain itu, Anda juga harus dapat memberikan solusi yang baik ketika anak-anak sedang menghadapi masalah. Dengan adanya uluran tangan yang sering Anda berikan, maka anak-anak akan merasa lebih tenang serta merasa lebih disayangi.6. Berlaku AdilSelain kebijakan yang tinggi, Anda juga harus mampu memberikan keadilan terhadap anak-anak terutama jika anak Anda lebih dari satu. Kecemburuan antar anak akan semakin bertambah jika orangtua tidak dapat bersikap adil.Jika Anda memberlakukan hukuman bagi anggota keluarga yang melakukan kesalahan, sebaiknya peraturan tersebut berlaku untuk semua anggota. Sebab, perlakukan sikap yang berbeda dan tidak adil tersebut yang akan membuat anak-anak semakin emosional karena merasa tidak mendapat kasih sayang yang sama.7. Hindari MemaksaMenyikapi anak-anak yang keras kepala memang bukanlah hal yang mudah. Terutama jika Anda harus memaksa mereka setiap kali memerintahkan sesuatu. Hal tersebut hanya akan membuat mereka trauma serta mau bertindak hanya karena paksaan.Oleh sebab itu, sebaiknya nasihat yang Anda lontarkan lebih bersifat mengajak dan ulangi secara berkala. Jika memungkinkan, Anda bisa memberikan sedikit penghargaan pada mereka, baik kalimat pujian maupun dalam bentuk hadiah.Baca juga:7 Tips Mengatasi Anak CengengDemikian cara untuk menasehati anak-anak keras kepala yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang menghadapi masalah bersama sang buah hati.

Tips/Cara Menasehati Anak yang Keras Kepala _Menasihati atau memarahi anak?, na… Baca selengkapnya Tips/Cara Menasehati Anak yang Keras Kepala_Menasihati atau memarahi anak?, nah seringnya yang terjadi adalah niat menasehati namun kesannya malah memarahi anak, sehingga tak jarang orang tua dan anknya sama-sama menjadi marah. Ahaa, kadang orang tua sudah menasehati dengan cara yang salah yakni dengan ngomelin anak, hmm si anak malah tutup telinga, nah,,jangan sampai terjadi yang model seperti di gambar ilustrasi di bawah ini. Cara Menasehati Anak yang Keras KepalaAnak-anak yang memiliki sifat keras kepala tentu akan membuat para orangtua pusing serta menginginkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Walaupun hal tersebut tidaklah mudah, tapi akan lebih baik jika dilakukan sejak usia dini dengan cara yang tepat. Lalu bagaimanakah cara yang dapat dilakukan?.Berikut adalah beberapa trik menasehati anak yang keras kepala dengan cara-cara terbaik.Tips terbaik menasehati anak1. Bersikap TenangMenghadapi anak dengan sifat keras kepala harus diiringi dengan kesabaran lebih. Dengan bersikap tenang, Anda akan lebih mudah memahami permasalahan yang mereka hadapi.Sangat tidak disarankan menasehati anak keras kepala dengan emosi. Karena Anda akan mengalami kesulitan saat menggali permasalahan dan pikiran yang sedang melanda mereka. 2. Terapkan Sikap yang BaikApabila Anda menasehati anak-anak agar tidak melakukan hal-hal yang buruk, sebaiknya Anda mengawalinya dengan memberikan contoh serupa. Anak-anak cenderung meniru sikap orangtua, sehingga hindari sikap plin plan dalam memberikan nasehat padanya.Jika Anda menasehati anak-anak untuk tidak mandi terlalu malam, maka Anda juga harus menerapkan sikap tersebut. Sebab, menasehati anak yang keras kepala tidak harus dengan omelan panjang lebar, melainkan dengan contoh sikap pun juga dapat menjadi solusi yang tepat.3. Berilah PujianMungkin sebagian besar dari Anda akan sulit mengetahui penyebab dari sikap anak-anak yang selalu keras kepala. Anak yang keras kepala seringkali disebabkan oleh kurangnya perhatian yang diberikan sehingga sikap tersebut dijadikan sebagai senjata.Jika anak Anda melakukan suatu kebaikan, berilah mereka pujian berupa kata-kata ataupun pelukan. Dengan sikap tersebut, anak-anak akan merasa mendapatkan dukungan lebih dari orangtua sehingga mereka bisa lebih memahami antara sikap yang baik dan buruk.4. Menyalurkan HobiJika Anda melihat anak-anak suka keras kepala ketika Anda larang, sebaiknya amati terlebih dahulu apakah tindakan yang mereka lakukan bersikap positif atau tidak. Misalnya Anda mengetahui bahwa mereka sering bermain di luar rumah.Sangat tidak tepat jika Anda hanya memarahinya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya mereka lakukan. Jika Anda mengetahui bahwa mereka hanya melakukan olahraga bersama teman-temannya, berarti sikap Anda adalah harus menyalurkan minat bakatnya.Karena terkadang anak-anak akan susah untuk dilarang melakukan sesuatu hal yang disukai sehingga mereka akan keras kepala saat dilarang. 5. Bersikap BijakPoin inilah yang paling sulit untuk dilakukan saat menghadapi sikap anak-anak yang keras kepala dan bandel. Dengan meluangkan banyak waktu bersama buah hati, Anda akan lebih memahami karakter anak serta keinginan dari mereka.Selain itu, Anda juga harus dapat memberikan solusi yang baik ketika anak-anak sedang menghadapi masalah. Dengan adanya uluran tangan yang sering Anda berikan, maka anak-anak akan merasa lebih tenang serta merasa lebih disayangi.6. Berlaku AdilSelain kebijakan yang tinggi, Anda juga harus mampu memberikan keadilan terhadap anak-anak terutama jika anak Anda lebih dari satu. Kecemburuan antar anak akan semakin bertambah jika orangtua tidak dapat bersikap adil.Jika Anda memberlakukan hukuman bagi anggota keluarga yang melakukan kesalahan, sebaiknya peraturan tersebut berlaku untuk semua anggota. Sebab, perlakukan sikap yang berbeda dan tidak adil tersebut yang akan membuat anak-anak semakin emosional karena merasa tidak mendapat kasih sayang yang sama.7. Hindari MemaksaMenyikapi anak-anak yang keras kepala memang bukanlah hal yang mudah. Terutama jika Anda harus memaksa mereka setiap kali memerintahkan sesuatu. Hal tersebut hanya akan membuat mereka trauma serta mau bertindak hanya karena paksaan.Oleh sebab itu, sebaiknya nasihat yang Anda lontarkan lebih bersifat mengajak dan ulangi secara berkala. Jika memungkinkan, Anda bisa memberikan sedikit penghargaan pada mereka, baik kalimat pujian maupun dalam bentuk hadiah.Baca juga:7 Tips Mengatasi Anak CengengDemikian cara untuk menasehati anak-anak keras kepala yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang menghadapi masalah bersama sang buah hati.

Cara Mendidik Anak_Cara Mengatasi Anak yang Nakal dan Bandel agar Mudah Diatur_ Menghadapi anak-anak yang nakal agar mau menuruti kemauan kita tidak dapat dilakukan dengan cara yang keras. Orangtua harus mengetahui berbagai cara yang baik, tanpa harus menghujani dengan cubitan dan pukulan. Sebab tindakan tersebut justru dapat berdampak buruk terhadap mereka. Nah, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi anak yang nakal agar mudah diatur.Cara Mengatasi Anak yang Nakal dan Bandel agar Mudah Diatur1. Memberikan Contoh yang BaikSeringkali anak-anak dengan karakter sifat bandel akan meniru sikap orang-orang di sekitarnya. Oleh sebab itu, sebagai pembimbing yang baik, hendaknya Anda memberikan contoh yang teladan dalam berbagai hal.Baik ucapan maupun perbuatan, sebaiknya Anda kerjakan dengan baik, terutama ketika berada di depan anak-anak. Jangan sampai Anda plin plan ketika melarang anak melakukan sesuatu hal dan justru Anda sendiri yang melanggarnya.2. Menetapkan Aturan dan HukumanMenghadapi anak nakal memang harus dengan memberlakukan sedikit aturan serta sanksi jika melanggarnya. Misalnya Anda memberlakukan aturan pada anak untuk tidak bermain sebelum mereka belajar terlebih dahulu.Sedangkan hukuman yang diberikan bukanlah semacam pukulan ataupun tindakan lainnya yang berbau kekerasan. Jika mereka melanggar peraturan di atas, Anda bisa memberikan hukuman seperti merampas Play Station, dan tidak mengizinkan mereka bermain di luar rumah misalnya.Tindakan semacam ini akan membuat mereka memahami resiko yang akan didapatkan jika mereka melanggar aturan. Sehingga mereka akan lebih mudah untuk diatur.3. Memberikan Tanggung JawabAnda dapat memberikan mereka tanggungjawab seperti meletakkan buku di tempatnya ataupun meletakkan sepatu di rak yang telah disediakan. Dengan kebiasaan baik tersebut, anak-anak menjadi memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi serta menumbuhkan sikap kedisiplinan. 4. Bersikap TerbukaMenghadapi anak-anak nakal dan bandel memang harus diiringi dengan sikap yang terbuka. Hal ini akan memudahkan Anda memahami apa yang mereka inginkan sehingga solusi dapat didapatkan secara bersama-sama.Selain itu, Anda juga harus terbuka mengenai semua aturan dalam rumah yang Anda tetapkan. Jelaskan dengan baik mengapa hal tersebut perlu dilakukan serta menggunakan alasan-alasan yang masuk akal.Sebab anak-anak akan menanyakan dan mengingat alasan yang Anda lontarkan, terutama anak usia remaja yang sangat kritis dengan alasan yang kurang logis.5. Arahkan Minat BakatnyaJika mempunyai anak dengan sifat yang suka membangkang, sebaiknya tidak hanya Anda amati dari sisi buruknya. Silahkan Anda selami lebih dalam untuk melihat sisi positif dalam dirinya.Misalnya di balik sikapnya yang nakal dan bandel, anak Anda memiliki bakat seperti bermain musik, aktivitas olahraga, dan sebagainya. Dengan mengetahui minat dan bakatnya, Anda bisa mengarahkan mereka untuk melakukan aktivitas tersebut serta dapat lebih mengontrol sikapnya yang bandel.6. Bersikap LembutMenghadapi anak yang nakal dengan cacian justru dapat memperburuk karakter sifatnya. Terutama jika Anda melakukan hal tersebut di hadapan teman-temannya. Jika Anda melihat anak-anak melakukan kesalahan, sebaiknya ajak mereka berbicara baik-baik. Tanyakan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Bisa jadi alasan mereka melakukannya karena terpaksa atau khilaf.Setelah itu, barulah Anda dapat melanjutkan dengan memberikan nasehat-nasehat yang baik, tanpa memberikan tekanan padanya.7. Memberikan Kebebasan BerpendapatAnak yang nakal dan bandel bukan berarti tidak memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat. Misalnya ketika Anda kurang setuju dengan teman bermainnya yang kurang baik. Maka jangan langsung mengatakan bahwa hal tersebut, melainkan membicarakan perlahan dengan kepala dingin.Jika mereka mengungkapkan pendapatnya, jangan langsung menolak. Tetapi dengarkan hingga mereka selesai berbicara.Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendidik anak yang nakal dan bendel. Dengan pendekatan yang tepat, tentu akan lebih mudah membuat mereka menjadi pribadi yang penurut.

Cara Mendidik Anak_Cara Mengatasi Anak yang Nakal dan Bandel agar Mudah Diatur_… Baca selengkapnya Cara Mendidik Anak_Cara Mengatasi Anak yang Nakal dan Bandel agar Mudah Diatur_ Menghadapi anak-anak yang nakal agar mau menuruti kemauan kita tidak dapat dilakukan dengan cara yang keras. Orangtua harus mengetahui berbagai cara yang baik, tanpa harus menghujani dengan cubitan dan pukulan. Sebab tindakan tersebut justru dapat berdampak buruk terhadap mereka. Nah, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi anak yang nakal agar mudah diatur.Cara Mengatasi Anak yang Nakal dan Bandel agar Mudah Diatur1. Memberikan Contoh yang BaikSeringkali anak-anak dengan karakter sifat bandel akan meniru sikap orang-orang di sekitarnya. Oleh sebab itu, sebagai pembimbing yang baik, hendaknya Anda memberikan contoh yang teladan dalam berbagai hal.Baik ucapan maupun perbuatan, sebaiknya Anda kerjakan dengan baik, terutama ketika berada di depan anak-anak. Jangan sampai Anda plin plan ketika melarang anak melakukan sesuatu hal dan justru Anda sendiri yang melanggarnya.2. Menetapkan Aturan dan HukumanMenghadapi anak nakal memang harus dengan memberlakukan sedikit aturan serta sanksi jika melanggarnya. Misalnya Anda memberlakukan aturan pada anak untuk tidak bermain sebelum mereka belajar terlebih dahulu.Sedangkan hukuman yang diberikan bukanlah semacam pukulan ataupun tindakan lainnya yang berbau kekerasan. Jika mereka melanggar peraturan di atas, Anda bisa memberikan hukuman seperti merampas Play Station, dan tidak mengizinkan mereka bermain di luar rumah misalnya.Tindakan semacam ini akan membuat mereka memahami resiko yang akan didapatkan jika mereka melanggar aturan. Sehingga mereka akan lebih mudah untuk diatur.3. Memberikan Tanggung JawabAnda dapat memberikan mereka tanggungjawab seperti meletakkan buku di tempatnya ataupun meletakkan sepatu di rak yang telah disediakan. Dengan kebiasaan baik tersebut, anak-anak menjadi memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi serta menumbuhkan sikap kedisiplinan. 4. Bersikap TerbukaMenghadapi anak-anak nakal dan bandel memang harus diiringi dengan sikap yang terbuka. Hal ini akan memudahkan Anda memahami apa yang mereka inginkan sehingga solusi dapat didapatkan secara bersama-sama.Selain itu, Anda juga harus terbuka mengenai semua aturan dalam rumah yang Anda tetapkan. Jelaskan dengan baik mengapa hal tersebut perlu dilakukan serta menggunakan alasan-alasan yang masuk akal.Sebab anak-anak akan menanyakan dan mengingat alasan yang Anda lontarkan, terutama anak usia remaja yang sangat kritis dengan alasan yang kurang logis.5. Arahkan Minat BakatnyaJika mempunyai anak dengan sifat yang suka membangkang, sebaiknya tidak hanya Anda amati dari sisi buruknya. Silahkan Anda selami lebih dalam untuk melihat sisi positif dalam dirinya.Misalnya di balik sikapnya yang nakal dan bandel, anak Anda memiliki bakat seperti bermain musik, aktivitas olahraga, dan sebagainya. Dengan mengetahui minat dan bakatnya, Anda bisa mengarahkan mereka untuk melakukan aktivitas tersebut serta dapat lebih mengontrol sikapnya yang bandel.6. Bersikap LembutMenghadapi anak yang nakal dengan cacian justru dapat memperburuk karakter sifatnya. Terutama jika Anda melakukan hal tersebut di hadapan teman-temannya. Jika Anda melihat anak-anak melakukan kesalahan, sebaiknya ajak mereka berbicara baik-baik. Tanyakan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Bisa jadi alasan mereka melakukannya karena terpaksa atau khilaf.Setelah itu, barulah Anda dapat melanjutkan dengan memberikan nasehat-nasehat yang baik, tanpa memberikan tekanan padanya.7. Memberikan Kebebasan BerpendapatAnak yang nakal dan bandel bukan berarti tidak memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat. Misalnya ketika Anda kurang setuju dengan teman bermainnya yang kurang baik. Maka jangan langsung mengatakan bahwa hal tersebut, melainkan membicarakan perlahan dengan kepala dingin.Jika mereka mengungkapkan pendapatnya, jangan langsung menolak. Tetapi dengarkan hingga mereka selesai berbicara.Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendidik anak yang nakal dan bendel. Dengan pendekatan yang tepat, tentu akan lebih mudah membuat mereka menjadi pribadi yang penurut.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri (PD) pada Anak?_Rasa percaya diri tidak dengan mudah dimiliki oleh semua orang. Tidak hanya anak kecil, bahkan orang dewasa masih sering kali merasa kurang percaya diri apalagi jika berada di muka umum. Untuk menghindari hal tersebut, idealnya sejak usianya masih dini, sang anak sudah di latih untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. Walaupun tidak mudah, akan tetapi sangat di sarankan para orang tua untuk sabar melatihnya. Lantas bagaimana cara mendidik agar sang anak bisa tumbuh rasa percaya dirinya? Berikut jawabannya.Tips menumbuhkan rasa percaya diri pada anak1. Membantu Anak dalam Menemukan Kegiatan yang CocokSetiap anak dilahirkan dengan keunikan yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai suara indah, ada yang mempunyai jiwa seni tinggi bahkan ada yang mempunyai kekuatan pada tubuhnya. Keunikan tersebut menjadikan setiap anak adalah sesuatu yang spesial.Cara pertama untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak adalah dengan menemukan aktifitas yang cocok untuknya.Sebelum menemukan aktifitas yang cocok untuk anak, terlebih dahulu orang tua harus menggali apa bakat dan minat anak.Jika orang tua sudah menemukan bakat serta minat anak, maka dengan mudah rasa percaya diri akan tumbuh pada anak melalui aktifitas yang cocok untuknya.Sebagai contoh anak dengan suara indah dan ditemukan bakatnya adalah menyanyi, maka dengan memberikan aktifitas yang cocok seperti les menyanyi, rasa percaya diri akan muncul dengan sendirinya. Karena secara psikologi, anak tersugesti bahwa dia menjadi spesial karena bisa menyanyi.2. Berikan Pujian Untuk Hal Lebih/Istimewa yang Dilakukan AnakCara kedua untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak adalah dengan memberikan pujian untuk hal lebih yang dilakukan anak.Ucapan yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Jadi ketika anak Anda melakukan hal lebih dari biasanya berikan pujian untuk membesarkan hatinya. Hal kecil seperti ini otomatis akan bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.3. Selalu Gunakan Kata Baik yang Mendorong/MemotivasiSelain pujian, kata-kata baik bisa juga membantu anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Gunakan kata baik yang mendorong anak seperti "kamu pasti bisa" atau "itu hal kecil yang mudah untuk kamu lakukan".Penggunaan kata baik yang mendorong seperti ini akan membantu anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri, karena anak merasa dipercaya bahwa hal tersebut bisa dikerjakannya.4. Hindari Menggunakan Kata KasarSeperti halnya ucapan yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula, begitu juga sebaliknya bahwa ucapan yang buruk akan menghasilkan hal yang buruk pula.Perkataan kasar yang keluar dari orang tua akan secara otomatis mempengaruhi psikologi anak. Jadi jika Anda ingin menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, hindari dalam menggunakan kata yang kasar seperti "kamu tidak pintar" atau "begitu saja tidak bisa". Ucapan kasar seperti ini justru akan membuat anak merasa minder dan kurang percaya diri.5. Jangan Membandingkan Anak dengan TemannyaSelain kata-kata kasar, membanding-bandingkan anak dengan teman sebayanya adalah hal yang perlu dihindari jika Anda ingin menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Jadi kemampuan anak Anda dengan teman sebayanya pasti akan ada perbedaan.Sebisa mungkin jangan mengeluarkan kata yang membandingkan anak Anda denga temannya. Karena hal tersebut akan mempengaruhi psikologi anak dan membuatnya merasa minder. Alangkah baiknya Anda lebih berfokus dengan bakat dan minat yang sudah ditemukan dalam diri anak Anda.6. Rutin dalam BerkomunikasiCara yang keenam adalah dengan rutin dalam berkomunikasi dengan anak. Pendidikan anak usia dini khusunya dalam menumbuhkan rasa percaya diri tidaklah lepas dari peran orang tua. Rasa percaya diri pada anak bisa juga ditumbuhkan dengan rutin mengajak anak berkomunikasi.Dengan berkomunikasi, anak akan lebih aktif dalam bertanya maupun curhat kepada orang tua. Komunikasi yang baik ini akan membantu anak dalam menumbuhkan rasa percaya dirinya.Banyak cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, dan beberapa di antaranya seperti yang telah kami ulas diatas. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri  (PD) pada Anak?_ Rasa percaya dir… Baca selengkapnya Bagaimana Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri (PD) pada Anak?_Rasa percaya diri tidak dengan mudah dimiliki oleh semua orang. Tidak hanya anak kecil, bahkan orang dewasa masih sering kali merasa kurang percaya diri apalagi jika berada di muka umum. Untuk menghindari hal tersebut, idealnya sejak usianya masih dini, sang anak sudah di latih untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. Walaupun tidak mudah, akan tetapi sangat di sarankan para orang tua untuk sabar melatihnya. Lantas bagaimana cara mendidik agar sang anak bisa tumbuh rasa percaya dirinya? Berikut jawabannya.Tips menumbuhkan rasa percaya diri pada anak1. Membantu Anak dalam Menemukan Kegiatan yang CocokSetiap anak dilahirkan dengan keunikan yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai suara indah, ada yang mempunyai jiwa seni tinggi bahkan ada yang mempunyai kekuatan pada tubuhnya. Keunikan tersebut menjadikan setiap anak adalah sesuatu yang spesial.Cara pertama untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak adalah dengan menemukan aktifitas yang cocok untuknya.Sebelum menemukan aktifitas yang cocok untuk anak, terlebih dahulu orang tua harus menggali apa bakat dan minat anak.Jika orang tua sudah menemukan bakat serta minat anak, maka dengan mudah rasa percaya diri akan tumbuh pada anak melalui aktifitas yang cocok untuknya.Sebagai contoh anak dengan suara indah dan ditemukan bakatnya adalah menyanyi, maka dengan memberikan aktifitas yang cocok seperti les menyanyi, rasa percaya diri akan muncul dengan sendirinya. Karena secara psikologi, anak tersugesti bahwa dia menjadi spesial karena bisa menyanyi.2. Berikan Pujian Untuk Hal Lebih/Istimewa yang Dilakukan AnakCara kedua untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak adalah dengan memberikan pujian untuk hal lebih yang dilakukan anak.Ucapan yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula. Jadi ketika anak Anda melakukan hal lebih dari biasanya berikan pujian untuk membesarkan hatinya. Hal kecil seperti ini otomatis akan bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.3. Selalu Gunakan Kata Baik yang Mendorong/MemotivasiSelain pujian, kata-kata baik bisa juga membantu anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Gunakan kata baik yang mendorong anak seperti "kamu pasti bisa" atau "itu hal kecil yang mudah untuk kamu lakukan".Penggunaan kata baik yang mendorong seperti ini akan membantu anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri, karena anak merasa dipercaya bahwa hal tersebut bisa dikerjakannya.4. Hindari Menggunakan Kata KasarSeperti halnya ucapan yang baik akan menghasilkan hal yang baik pula, begitu juga sebaliknya bahwa ucapan yang buruk akan menghasilkan hal yang buruk pula.Perkataan kasar yang keluar dari orang tua akan secara otomatis mempengaruhi psikologi anak. Jadi jika Anda ingin menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, hindari dalam menggunakan kata yang kasar seperti "kamu tidak pintar" atau "begitu saja tidak bisa". Ucapan kasar seperti ini justru akan membuat anak merasa minder dan kurang percaya diri.5. Jangan Membandingkan Anak dengan TemannyaSelain kata-kata kasar, membanding-bandingkan anak dengan teman sebayanya adalah hal yang perlu dihindari jika Anda ingin menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Jadi kemampuan anak Anda dengan teman sebayanya pasti akan ada perbedaan.Sebisa mungkin jangan mengeluarkan kata yang membandingkan anak Anda denga temannya. Karena hal tersebut akan mempengaruhi psikologi anak dan membuatnya merasa minder. Alangkah baiknya Anda lebih berfokus dengan bakat dan minat yang sudah ditemukan dalam diri anak Anda.6. Rutin dalam BerkomunikasiCara yang keenam adalah dengan rutin dalam berkomunikasi dengan anak. Pendidikan anak usia dini khusunya dalam menumbuhkan rasa percaya diri tidaklah lepas dari peran orang tua. Rasa percaya diri pada anak bisa juga ditumbuhkan dengan rutin mengajak anak berkomunikasi.Dengan berkomunikasi, anak akan lebih aktif dalam bertanya maupun curhat kepada orang tua. Komunikasi yang baik ini akan membantu anak dalam menumbuhkan rasa percaya dirinya.Banyak cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, dan beberapa di antaranya seperti yang telah kami ulas diatas. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Cara Mengatasi Pertengkaran Kakak dan Adik agar Selalu Akur/Rukun_Keharmonisan dalam keluarga tentunya menjadi impian bagi setiap orang tua dan semua anggota keluarga, namun perselisihan antara kakak dan adik merupakan hal yang wajar, yang pasti mewarnai kehidupan hampir semua keluarga. Nah berikut ini Adminbagikan tips bagaimana mengatasi pertengkaran kakak dan adik sehingga mereka selalu akur dan rukun.Cara Mengatasi Pertengkaran Kakak dan Adik 1. Hindari emosiKetika menghadapi pertengkaran putra/putri Anda antara kakak dan adik, janganlah Anda menggunakan emosi. Emosi justru akan memperkeruh suasana menjadi tegang dan tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. 2. Hindari menjadi penontonSalah satu pemicu pertengkaran antara kakak dan adik adalah untuk mendapatkan perhatian Anda. Karena itu, semakin lama Anda menonton pertengkaran mereka, semakin lama pula mereka bertengkar.Jika itu pertengkaran yang tidak melibatkan fisik maka tinggalkanlah ruangan tersebut dan biarkan mereka menyelesaikan sendiri permasalahan mereka tanpa ada pembelaan atau kecondongan Anda pada salah satu putra/putri AndaAnda sebagai orang tua harus mengetahui mana saat yang tepat untuk ikut campur membantu menyelesaikan masalah dan mana saat yang tepat untuk membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.Percayalah bahwa hal itu nantinya juga bisa lebih menguatkan emosional dan kasih sayang mereka. Mereka akan belajar untuk mengendalikan emosi dan saling memahami antar saudara.3. Bantu anak mengekspresikan perasaan merekaPertengkaran kecil biasanya timbul karena anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan mereka. Misalnya: seorang kakak tidak ingin meminjamkan mainannya untuk si adik.Seorang anak biasanya tidak suka apabila barangnya disentuh oleh orang lain, meskipun itu saudaranya sendiri.Pada saat itu, Anda sebagai orang tua harus tanggap, bertindak, dan menjelaskan kepada mereka bahwa sebagai kakak dan adik harus saling berbagi.Jika ingin meminjam harus minta izin dulu kepada pemiliknya. Dan sang kakak juga harus diberi pengertian untuk memberi izin kepada adiknya karena suatu saat kalau adik punya mainan, kakak juga boleh pinjam.4. Jangan memberikan tuduhan tertentu untuk sifat negatif anakSetiap anak pasti memiliki alasan mengapa mereka melakukan suatu perbuatan. Ajaklah mereka mengobrol untuk mengetahui alasan dibalik perbuatan yang mereka lakukan. Pahamilah mereka.Jadi jika terjadi pertengkaran berkelanjutan dari kakak dan adik. Lihatlah dari kedua sisi, jangan selalu membela sang adik karena lebih kecil. Damaikanlah mereka dengan memberi sebuah pengertian bahwa saudara itu harus saling mengasihi dan rukun dan Anda sangat senang jika melihat mereka rukun.5. Dorong mereka untuk bekerja samaSaat mereka sudah berhasil untuk menyelesaikan permasalahan mereka, ajarkan pada mereka untuk bekerjasama.Misalnya: Kakak ingin menonton pertandingan sepak bola di tv, sementara adik ingin menonton kartun.Nah di sini Anda bisa mengatakan bahwa mereka bisa bergantian untuk menonton acara favorit mereka.Jika pertandingan bola mulai duluan maka mereka bersama-sama nonton sepak bola kemudian saat acara film kartun mulai, Anda bisa mengalihkan chanel tv. nah dengan begini, pertengkaran kecil pun bisa dikurangi.6. Buatlah aturanAnda bisa memberikan aturan pada putra/putri Anda. Jika perlu berupa aturan tertulis. Peraturan ini dibuat agar mereka mengingatnya saat mereka bertengkar.Jika mereka bisa memenuhi aturan tersebut maka pujilah mereka dan sebagai gantinya sediakanlah waktu kebersamaan untuk melakukan aktivitas keluarga yang menyenangkan.Yang perlu Anda ingat sebagai orang tua, Anak sangat mengidolakan orang tua mereka. Apa yang Anda contohkan akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka , karena itu Anda harus konsekuen dengan peraturan yang Anda buat.7. Jangan membandingkan satu sama lainSetiap anak itu unik. Hendaknya para orang tua tidak membanding-bandingkan anak-anaknya. Sikap orang tua yang pilih kasih, akan terlihat jua oleh anak yang merasa bahwa orang tua tidak adil.Hal itu dapat memunculkan rasa cemburu antar saudara dan berujung pada sebuah pertengkaran.Doronglah dengan pujian pada masing-masing anak Anda. Jangan pelit untuk memberikan pujian, reward, atau pelukan saat salah satu dari mereka membanggakan Anda. Namun, juga jangan melupakan anak yang lain.Prestasi anak itu tidak selalu berkutat pada bidang akademik saja. Perbuatan baik, membantu sesama, mampu mengendalikan emosi juga termasuk sebuah prestasi.8. Sisihkan waktu untuk masing-masing anakMenikmati kebersamaan dengan semua keluarga adalah hal yang membahagiakan. Oleh karena itu luangkanlah waktu untuk anak Anda.Berikanlah waktu tertentu untuk masing-masing anak Anda menikmati kebersamannya dengan Anda.Hal ini bisa membuat Anda lebih memahami karakter yang melekat pada masing-masing anak Anda.Misalnya: sediakanlah waktu 30 menit pada hari jumat untuk bermain dengan anak pertama, kemudian sabtunya Anda menyediakan waktu 30 menit untuk membacakan dongeng kepada adiknya sebelum tidur, dan lain sebaiknya. Saya rasa Anda lebih paham dengan kebutuhan maupun keinginan mereka akan sebuah kasih sayang.Nah itulah beberapa tips tentang cara mengatasi pertengkaran kakak dan adik sehingga mereka selalu akur dan rukun. Dengan mempelajari beberapa tips tersebut semoga Anda sebagai orang tua dapat selalu menjadi teladan yang baik dalam membimbing anak-anak Anda. Semoga bermanfaat.

Cara Mengatasi Pertengkaran Kakak dan Adik agar Selalu Akur/Rukun_ Keharmonisan… Baca selengkapnya Cara Mengatasi Pertengkaran Kakak dan Adik agar Selalu Akur/Rukun_Keharmonisan dalam keluarga tentunya menjadi impian bagi setiap orang tua dan semua anggota keluarga, namun perselisihan antara kakak dan adik merupakan hal yang wajar, yang pasti mewarnai kehidupan hampir semua keluarga. Nah berikut ini Adminbagikan tips bagaimana mengatasi pertengkaran kakak dan adik sehingga mereka selalu akur dan rukun.Cara Mengatasi Pertengkaran Kakak dan Adik 1. Hindari emosiKetika menghadapi pertengkaran putra/putri Anda antara kakak dan adik, janganlah Anda menggunakan emosi. Emosi justru akan memperkeruh suasana menjadi tegang dan tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. 2. Hindari menjadi penontonSalah satu pemicu pertengkaran antara kakak dan adik adalah untuk mendapatkan perhatian Anda. Karena itu, semakin lama Anda menonton pertengkaran mereka, semakin lama pula mereka bertengkar.Jika itu pertengkaran yang tidak melibatkan fisik maka tinggalkanlah ruangan tersebut dan biarkan mereka menyelesaikan sendiri permasalahan mereka tanpa ada pembelaan atau kecondongan Anda pada salah satu putra/putri AndaAnda sebagai orang tua harus mengetahui mana saat yang tepat untuk ikut campur membantu menyelesaikan masalah dan mana saat yang tepat untuk membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.Percayalah bahwa hal itu nantinya juga bisa lebih menguatkan emosional dan kasih sayang mereka. Mereka akan belajar untuk mengendalikan emosi dan saling memahami antar saudara.3. Bantu anak mengekspresikan perasaan merekaPertengkaran kecil biasanya timbul karena anak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan mereka. Misalnya: seorang kakak tidak ingin meminjamkan mainannya untuk si adik.Seorang anak biasanya tidak suka apabila barangnya disentuh oleh orang lain, meskipun itu saudaranya sendiri.Pada saat itu, Anda sebagai orang tua harus tanggap, bertindak, dan menjelaskan kepada mereka bahwa sebagai kakak dan adik harus saling berbagi.Jika ingin meminjam harus minta izin dulu kepada pemiliknya. Dan sang kakak juga harus diberi pengertian untuk memberi izin kepada adiknya karena suatu saat kalau adik punya mainan, kakak juga boleh pinjam.4. Jangan memberikan tuduhan tertentu untuk sifat negatif anakSetiap anak pasti memiliki alasan mengapa mereka melakukan suatu perbuatan. Ajaklah mereka mengobrol untuk mengetahui alasan dibalik perbuatan yang mereka lakukan. Pahamilah mereka.Jadi jika terjadi pertengkaran berkelanjutan dari kakak dan adik. Lihatlah dari kedua sisi, jangan selalu membela sang adik karena lebih kecil. Damaikanlah mereka dengan memberi sebuah pengertian bahwa saudara itu harus saling mengasihi dan rukun dan Anda sangat senang jika melihat mereka rukun.5. Dorong mereka untuk bekerja samaSaat mereka sudah berhasil untuk menyelesaikan permasalahan mereka, ajarkan pada mereka untuk bekerjasama.Misalnya: Kakak ingin menonton pertandingan sepak bola di tv, sementara adik ingin menonton kartun.Nah di sini Anda bisa mengatakan bahwa mereka bisa bergantian untuk menonton acara favorit mereka.Jika pertandingan bola mulai duluan maka mereka bersama-sama nonton sepak bola kemudian saat acara film kartun mulai, Anda bisa mengalihkan chanel tv. nah dengan begini, pertengkaran kecil pun bisa dikurangi.6. Buatlah aturanAnda bisa memberikan aturan pada putra/putri Anda. Jika perlu berupa aturan tertulis. Peraturan ini dibuat agar mereka mengingatnya saat mereka bertengkar.Jika mereka bisa memenuhi aturan tersebut maka pujilah mereka dan sebagai gantinya sediakanlah waktu kebersamaan untuk melakukan aktivitas keluarga yang menyenangkan.Yang perlu Anda ingat sebagai orang tua, Anak sangat mengidolakan orang tua mereka. Apa yang Anda contohkan akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka , karena itu Anda harus konsekuen dengan peraturan yang Anda buat.7. Jangan membandingkan satu sama lainSetiap anak itu unik. Hendaknya para orang tua tidak membanding-bandingkan anak-anaknya. Sikap orang tua yang pilih kasih, akan terlihat jua oleh anak yang merasa bahwa orang tua tidak adil.Hal itu dapat memunculkan rasa cemburu antar saudara dan berujung pada sebuah pertengkaran.Doronglah dengan pujian pada masing-masing anak Anda. Jangan pelit untuk memberikan pujian, reward, atau pelukan saat salah satu dari mereka membanggakan Anda. Namun, juga jangan melupakan anak yang lain.Prestasi anak itu tidak selalu berkutat pada bidang akademik saja. Perbuatan baik, membantu sesama, mampu mengendalikan emosi juga termasuk sebuah prestasi.8. Sisihkan waktu untuk masing-masing anakMenikmati kebersamaan dengan semua keluarga adalah hal yang membahagiakan. Oleh karena itu luangkanlah waktu untuk anak Anda.Berikanlah waktu tertentu untuk masing-masing anak Anda menikmati kebersamannya dengan Anda.Hal ini bisa membuat Anda lebih memahami karakter yang melekat pada masing-masing anak Anda.Misalnya: sediakanlah waktu 30 menit pada hari jumat untuk bermain dengan anak pertama, kemudian sabtunya Anda menyediakan waktu 30 menit untuk membacakan dongeng kepada adiknya sebelum tidur, dan lain sebaiknya. Saya rasa Anda lebih paham dengan kebutuhan maupun keinginan mereka akan sebuah kasih sayang.Nah itulah beberapa tips tentang cara mengatasi pertengkaran kakak dan adik sehingga mereka selalu akur dan rukun. Dengan mempelajari beberapa tips tersebut semoga Anda sebagai orang tua dapat selalu menjadi teladan yang baik dalam membimbing anak-anak Anda. Semoga bermanfaat.