Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Tampilkan postingan dengan label Pedagogik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pedagogik. Tampilkan semua postingan

Tips Mudah Membuat Kelas Lebih Hidup dan Menyenangkan Peserta Didik SD/SMP/SMA_Bagaimana cara membuat suasana belajar dikelas menjadi nyaman?_Saya yakin bahwa Bapak/Ibu Guru maupun para pendidik sudah maklum dan memahami bahwa setiap pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik tentu memiliki tujuan agar para siswa bisa memahami dan menerapkan setiap materi yang diajarkan oleh pendidik atau gurunya. Karena setiap siswa memiliki daya tangkap dan semangat belajar yang berbeda-beda, maka setiap pendidik wajib membuat suatu trik atau startegi khusus agar kelas menjadi lebih hidup, lebih menyenangkan, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar.Cara di bawah ini tampaknya cukup terbukti dalam membuat siswa lebih senang dan terhindar dari titik jenuh saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Nah sebagai referensi bagi Bapak/Ibu para pendidik atau guru, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk lebih menghidupkan kelas tersebut. Apasajakah itu?Tips Membuat Kelas Menjadi Lebih Hidup dan Menyenangkan 1. Gunakan teknologiDi era yang serba canggih ini, tentunya sangat tepat jika kita menyematkan teknologi dalam setiap proses belajar mengajar. Penggunaan teknologi ini terbukti dapat membuat suasana kelas menjadi lebih aktif dan membuat siswa semakin antusias.Salah satu caranya yang bisa dengan mudah diterapkan adalah dengan menggunakan media LCD projektor tiap menyampaikan materi. Penggunaan media ini terbukti lebih menarik jika dibandingkan dengan tampilan papan tulis yang terlihat monoton dan membosankan bagi siswa.Persiapan mengajar dengan memanfaatkan media LCD, sebelumnya Bapak/Ibu melakukan persiapan rangkuman materi dalam bentuk file power point, karena dengan power point pembelajaran siswa akan lebih bisa menangkap materi yang disampaikan.Namun, power point pembelajaran bukanlah satu-satunya cara untuk memuluskan penggunaan LCD sebagai media pembelajaran, karena file format PDF, word, JPG, dan lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk ditampilkan via LCD proyektor.2. Selipkan humor ringanPastinya dulu Bapak/Ibu pernah menjadi siswa/pelajar juga bukan? Mari kita coba bayangkan, kira-kira saat menjadi siswa dulu, kita lebih menyukai guru yang terlalu kaku dalam mengajar atau guru yang humoris. Pastinya lebih senang yang humoris kan?, he heNah, untuk itu terapkan juga hal ini pada anak didik Anda. Jangan terlalu serius dalam mengajar, tetapi juga tidak boleh terlalu over atau berlebihan dalam bercanda. Karena tentunya, bercanda hanya sebagai sarana penunjang saja, dan fokus utama seorang pendidik tetap mengajarkan pelajaran sesuai materi yang seharusnya.3. Jangan Terlalu Panjang atau bertele-tele dalam mengajarSebaiknya dalam setiap menyampaikan materi agar tidak terlalu panjang lebar. Karena hal itu justru semakin membuat siswa jenuh dan membenci materi yang Anda ajarkan. Terlebih buat siswa yang memang dari awal tidak suka dengan pelajaran tersebut.Sebaiknya Anda sebagai seorang guru, terlebih dulu memahami materi yang diajarkan dengan sempurna, kemudian pikirkan cara terbaik yang paling mudah dimengerti siswa dalam menyampaikan materi tersebut. Jadi tidak harus monoton dengan cara mengajar yang biasa. Sebaiknya Anda lebih kreatif dalam menyampaikan suatu materi.4. Hindari mengajar dengan hanya Berdiri di Satu Lokasi sajaKadangkala ada guru yang, entah itu apa alasannya, selama pelajaran berlangsung hanya duduk di kursi atau hanya berdiri di dekat tempat duduknya. Nah jika hal itu dilakukan, selain Anda kurang bisa leluasa mengawasi, juga membuat kebanyakan siswa menjadi bosan.Tak ada salahnya jika sesekali Anda menerangkan dari sudut atau pojok lain, atau sambil berjalan berkeliling dari baris bangku depan hingga ke belakang, dan sebagainya. Intinya agar siswa merasa jika Anda dekat atau perhatian dengan mereka. Dan tentunya dengan berjalan-jalan seperti itu, membuat Anda juga lebih sehat, daripada seharian hanya duduk di bangku saja.5. Sebaiknya Jangan Terlalu Fokus dengan MateriSeperti yang sudah disinggung di atas, sebaiknya guru jangan terlalu fokus pada materi yang diajarkan, cobalah sesekali diselingi dengan humor agar siswa tidak tegang.Tidak ada salahnya selain diselingi dengan candaan, Anda membahas suatu topik yang saat itu lagi di gandrungi siswa. Misalnya saat melihat siswa Anda mulai suntuk dengan materi yang di ajarkan cobalah menyinggung tentang acara di TV, atau masalah sepak bola, berita aktual, atau hal lainnya yang kiranya juga sesuai dengan materi yang tengah diajarkan, agar siswa bisa semangat kembali, dan baru setelah Anda melihat siswa antusias, Anda kembali membahas tentang materi. Begitu seterusnya.Demikian tentang beberapa trik atau strategi untuk membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan, yang tentunya tujuan akhirnya agar siswa bisa memahami materi pelajaran yang disampaikan dengan lebih maksimal. Selain di atas tentunya masih banyak lagi, ide-ide cerdas untuk membuat kelas lebih hidup dan menarik, yang bukan hanya membuat siswa semangat dalam belajar, tetapi juga membuat Anda sebagai pendidik semangat dalam mengajar.

Tips Mudah Membuat Kelas Lebih Hidup dan Menyenangkan Peserta Didik SD/SMP/SMA_… Baca selengkapnya Tips Mudah Membuat Kelas Lebih Hidup dan Menyenangkan Peserta Didik SD/SMP/SMA_Bagaimana cara membuat suasana belajar dikelas menjadi nyaman?_Saya yakin bahwa Bapak/Ibu Guru maupun para pendidik sudah maklum dan memahami bahwa setiap pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik tentu memiliki tujuan agar para siswa bisa memahami dan menerapkan setiap materi yang diajarkan oleh pendidik atau gurunya. Karena setiap siswa memiliki daya tangkap dan semangat belajar yang berbeda-beda, maka setiap pendidik wajib membuat suatu trik atau startegi khusus agar kelas menjadi lebih hidup, lebih menyenangkan, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih bersemangat dalam belajar.Cara di bawah ini tampaknya cukup terbukti dalam membuat siswa lebih senang dan terhindar dari titik jenuh saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Nah sebagai referensi bagi Bapak/Ibu para pendidik atau guru, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk lebih menghidupkan kelas tersebut. Apasajakah itu?Tips Membuat Kelas Menjadi Lebih Hidup dan Menyenangkan 1. Gunakan teknologiDi era yang serba canggih ini, tentunya sangat tepat jika kita menyematkan teknologi dalam setiap proses belajar mengajar. Penggunaan teknologi ini terbukti dapat membuat suasana kelas menjadi lebih aktif dan membuat siswa semakin antusias.Salah satu caranya yang bisa dengan mudah diterapkan adalah dengan menggunakan media LCD projektor tiap menyampaikan materi. Penggunaan media ini terbukti lebih menarik jika dibandingkan dengan tampilan papan tulis yang terlihat monoton dan membosankan bagi siswa.Persiapan mengajar dengan memanfaatkan media LCD, sebelumnya Bapak/Ibu melakukan persiapan rangkuman materi dalam bentuk file power point, karena dengan power point pembelajaran siswa akan lebih bisa menangkap materi yang disampaikan.Namun, power point pembelajaran bukanlah satu-satunya cara untuk memuluskan penggunaan LCD sebagai media pembelajaran, karena file format PDF, word, JPG, dan lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk ditampilkan via LCD proyektor.2. Selipkan humor ringanPastinya dulu Bapak/Ibu pernah menjadi siswa/pelajar juga bukan? Mari kita coba bayangkan, kira-kira saat menjadi siswa dulu, kita lebih menyukai guru yang terlalu kaku dalam mengajar atau guru yang humoris. Pastinya lebih senang yang humoris kan?, he heNah, untuk itu terapkan juga hal ini pada anak didik Anda. Jangan terlalu serius dalam mengajar, tetapi juga tidak boleh terlalu over atau berlebihan dalam bercanda. Karena tentunya, bercanda hanya sebagai sarana penunjang saja, dan fokus utama seorang pendidik tetap mengajarkan pelajaran sesuai materi yang seharusnya.3. Jangan Terlalu Panjang atau bertele-tele dalam mengajarSebaiknya dalam setiap menyampaikan materi agar tidak terlalu panjang lebar. Karena hal itu justru semakin membuat siswa jenuh dan membenci materi yang Anda ajarkan. Terlebih buat siswa yang memang dari awal tidak suka dengan pelajaran tersebut.Sebaiknya Anda sebagai seorang guru, terlebih dulu memahami materi yang diajarkan dengan sempurna, kemudian pikirkan cara terbaik yang paling mudah dimengerti siswa dalam menyampaikan materi tersebut. Jadi tidak harus monoton dengan cara mengajar yang biasa. Sebaiknya Anda lebih kreatif dalam menyampaikan suatu materi.4. Hindari mengajar dengan hanya Berdiri di Satu Lokasi sajaKadangkala ada guru yang, entah itu apa alasannya, selama pelajaran berlangsung hanya duduk di kursi atau hanya berdiri di dekat tempat duduknya. Nah jika hal itu dilakukan, selain Anda kurang bisa leluasa mengawasi, juga membuat kebanyakan siswa menjadi bosan.Tak ada salahnya jika sesekali Anda menerangkan dari sudut atau pojok lain, atau sambil berjalan berkeliling dari baris bangku depan hingga ke belakang, dan sebagainya. Intinya agar siswa merasa jika Anda dekat atau perhatian dengan mereka. Dan tentunya dengan berjalan-jalan seperti itu, membuat Anda juga lebih sehat, daripada seharian hanya duduk di bangku saja.5. Sebaiknya Jangan Terlalu Fokus dengan MateriSeperti yang sudah disinggung di atas, sebaiknya guru jangan terlalu fokus pada materi yang diajarkan, cobalah sesekali diselingi dengan humor agar siswa tidak tegang.Tidak ada salahnya selain diselingi dengan candaan, Anda membahas suatu topik yang saat itu lagi di gandrungi siswa. Misalnya saat melihat siswa Anda mulai suntuk dengan materi yang di ajarkan cobalah menyinggung tentang acara di TV, atau masalah sepak bola, berita aktual, atau hal lainnya yang kiranya juga sesuai dengan materi yang tengah diajarkan, agar siswa bisa semangat kembali, dan baru setelah Anda melihat siswa antusias, Anda kembali membahas tentang materi. Begitu seterusnya.Demikian tentang beberapa trik atau strategi untuk membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan, yang tentunya tujuan akhirnya agar siswa bisa memahami materi pelajaran yang disampaikan dengan lebih maksimal. Selain di atas tentunya masih banyak lagi, ide-ide cerdas untuk membuat kelas lebih hidup dan menarik, yang bukan hanya membuat siswa semangat dalam belajar, tetapi juga membuat Anda sebagai pendidik semangat dalam mengajar.

Metode Belajar biasa disebut model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang dipahami sebagai sebuah metode atau pendekatan yang dibutuhkan oleh para pendidik/pengajar dalam menyajikan dan menyampaikan materi bagi para peserta didik. Metode belajar berperan agar materi yang disampaikan para pengajar dapat mudah dipahami sehingga tujuan dari kegiatan belajar mengajar dapat tercapai.Sebagai salah satu aspek penentu keberhasilan peserta didik dalam proses belajar, metode belajar dilakukan melalui proses transfer ilmu pengetahuan yang efektif dari pengajar kepada peserta didik.Macam-Macam Metode Belajar Efektif Nah, berikut ini kami sajikan macam-macam metode belajar efektif yang akan membantu para peserta didik agar mudah memahami materi yang sampaikanoleh pendidik.1. Metode Belajar JigsawMetode belajar Jigsaw hampir menyerupai pola atau cara kerja sebuah gergaji. Dipahami sebagai sebuah metode pembelajaran berkelompok, metode belajar Jigsaw mendesain setiap peserta didik untuk dalam sebuah kelompok dan bertanggung jawab untuk menguasai sebuah materi untuk diajarkan kepada anggota kelompoknya hingga seluruh anggota dapat memahami materi tersebut.Metode ini berkembang di Universitas Texas, Amerika Serikat. Perintis metode ini ialah Ellior Arronson seorang ilmuwan pendidikan dari Amerika Serikat. Metode ini terbukti efektif jika diterapkan pada 1 bagian materi yang mempunyai sub bagian dengan pola penyampaian yang tidak berurutan.2. Metode Belajar Role PlayingMetode Belajar Role Playing adalah sebuah strategi pembelajaran dengan memanfaatkan penghayatan siswa dan imajinasi mereka dalam memerankan tokoh berdasarkan skenario yang telah disusun sesuai dengan materi pelajaran yang sedang mereka pelajari. Metode ini sangat efektif digunakan khususnya pada materi pelajaran yang membutuhkan dramatisasi. Dengan metode ini, penyampaian materi akan lebih mudah dimahami para siswa.3. Metode Belajar Talking StickMetode Belajar Talking Stick merupakan sebuah metode yang menggunakan media pembelajaran tongkat. Setiap siswa yang memegang tongkat diwajibkan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pengajar. Biasanya para siswa akan diberi kesempatan untuk mempelajari materi terlebih dahulu sebelum memulai metode belajar ini. Metode ini berperan dalam upaya melatih siswa berbicara sehingga semua siswa memiliki ketrampilan berbicara dan mengungkapkan gagasan dengan baik.4. Metode Belajar Cooperative Learning (CL)Metode ini akan mendorong setiap siswa untuk terlibat aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dalam penerapan metode belajar Cooperative Learning (CL), pengajar akan membagi siswa dalam kelompok kecil. Dalam kecil tersebut setiap siswa akan didorong untuk terlibat aktif saling berbagi, membantu dengan saling bertukar pendapat dan belajar bersama untuk bertanggungjawab akan tugas yang diberikan.Bagian terpenting dalam metode belajar ini adalah bagaimana proses kegiatan belajar dalam kelompok kecil tersebut dapat tercipta dengan kondisi dimana setiap siswa saling bekerja sama untuk belajar memahami materi dan menyelesaikan tugas yang diberikan.5. Metode Belajar Problem Based LearningMetode Belajar Problem Based Learning adalah metode yang menyajikan sebuah kasus atau masalah sebagai pendorong proses belajar. Pada metode belajar jenis ini, siswa akan menghadapi sebuah kasus lalu mereka didorong untuk berupaya menciptakan pola pikir kritis agar mampu menggali dan menyelesaikan masalah dari kasus tersebut. Sistem pembelajaran mahasiswa jurusan kedokteran sering menggunakan metode ini. 6. Metode Belajar Contextual Teaching and Learning (CTL)Metode Belajar Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah metode belajar yang diawali dengan upaya pengajar membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sehingga para siswa menjadi tertarik akan materi yang diajarkan. Metode belajar ini menonjolkan keterkaitan antara materi yang diajarkan dengan penerapan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari para siswa.Pendidik dapat melakukan tanya jawab ringan tentang ketertarikan materi yang diajarkan dengan penerapan dalam kehidupan para siswa sehari-hari. Cara ini dilakukan agar siswa menjadi tertarik akan materi yang diajarkan sehingga proses belajar yang efektif akan tercapai.

Metode Belajar biasa disebut model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang… Baca selengkapnya Metode Belajar biasa disebut model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang dipahami sebagai sebuah metode atau pendekatan yang dibutuhkan oleh para pendidik/pengajar dalam menyajikan dan menyampaikan materi bagi para peserta didik. Metode belajar berperan agar materi yang disampaikan para pengajar dapat mudah dipahami sehingga tujuan dari kegiatan belajar mengajar dapat tercapai.Sebagai salah satu aspek penentu keberhasilan peserta didik dalam proses belajar, metode belajar dilakukan melalui proses transfer ilmu pengetahuan yang efektif dari pengajar kepada peserta didik.Macam-Macam Metode Belajar Efektif Nah, berikut ini kami sajikan macam-macam metode belajar efektif yang akan membantu para peserta didik agar mudah memahami materi yang sampaikanoleh pendidik.1. Metode Belajar JigsawMetode belajar Jigsaw hampir menyerupai pola atau cara kerja sebuah gergaji. Dipahami sebagai sebuah metode pembelajaran berkelompok, metode belajar Jigsaw mendesain setiap peserta didik untuk dalam sebuah kelompok dan bertanggung jawab untuk menguasai sebuah materi untuk diajarkan kepada anggota kelompoknya hingga seluruh anggota dapat memahami materi tersebut.Metode ini berkembang di Universitas Texas, Amerika Serikat. Perintis metode ini ialah Ellior Arronson seorang ilmuwan pendidikan dari Amerika Serikat. Metode ini terbukti efektif jika diterapkan pada 1 bagian materi yang mempunyai sub bagian dengan pola penyampaian yang tidak berurutan.2. Metode Belajar Role PlayingMetode Belajar Role Playing adalah sebuah strategi pembelajaran dengan memanfaatkan penghayatan siswa dan imajinasi mereka dalam memerankan tokoh berdasarkan skenario yang telah disusun sesuai dengan materi pelajaran yang sedang mereka pelajari. Metode ini sangat efektif digunakan khususnya pada materi pelajaran yang membutuhkan dramatisasi. Dengan metode ini, penyampaian materi akan lebih mudah dimahami para siswa.3. Metode Belajar Talking StickMetode Belajar Talking Stick merupakan sebuah metode yang menggunakan media pembelajaran tongkat. Setiap siswa yang memegang tongkat diwajibkan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pengajar. Biasanya para siswa akan diberi kesempatan untuk mempelajari materi terlebih dahulu sebelum memulai metode belajar ini. Metode ini berperan dalam upaya melatih siswa berbicara sehingga semua siswa memiliki ketrampilan berbicara dan mengungkapkan gagasan dengan baik.4. Metode Belajar Cooperative Learning (CL)Metode ini akan mendorong setiap siswa untuk terlibat aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dalam penerapan metode belajar Cooperative Learning (CL), pengajar akan membagi siswa dalam kelompok kecil. Dalam kecil tersebut setiap siswa akan didorong untuk terlibat aktif saling berbagi, membantu dengan saling bertukar pendapat dan belajar bersama untuk bertanggungjawab akan tugas yang diberikan.Bagian terpenting dalam metode belajar ini adalah bagaimana proses kegiatan belajar dalam kelompok kecil tersebut dapat tercipta dengan kondisi dimana setiap siswa saling bekerja sama untuk belajar memahami materi dan menyelesaikan tugas yang diberikan.5. Metode Belajar Problem Based LearningMetode Belajar Problem Based Learning adalah metode yang menyajikan sebuah kasus atau masalah sebagai pendorong proses belajar. Pada metode belajar jenis ini, siswa akan menghadapi sebuah kasus lalu mereka didorong untuk berupaya menciptakan pola pikir kritis agar mampu menggali dan menyelesaikan masalah dari kasus tersebut. Sistem pembelajaran mahasiswa jurusan kedokteran sering menggunakan metode ini. 6. Metode Belajar Contextual Teaching and Learning (CTL)Metode Belajar Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah metode belajar yang diawali dengan upaya pengajar membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sehingga para siswa menjadi tertarik akan materi yang diajarkan. Metode belajar ini menonjolkan keterkaitan antara materi yang diajarkan dengan penerapan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari para siswa.Pendidik dapat melakukan tanya jawab ringan tentang ketertarikan materi yang diajarkan dengan penerapan dalam kehidupan para siswa sehari-hari. Cara ini dilakukan agar siswa menjadi tertarik akan materi yang diajarkan sehingga proses belajar yang efektif akan tercapai.

Metode pembelajaran banyak variasinya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih berkembang dan efektif. Salah satu metode yang sekarang ini mulai dikembangkan, yaitu metode pembelajaran brainstorming. Metode pembelajaran brainstorming seringkali dilaksanakan dengan cara membuat suatu kelompok diskusi dan mulai menyelesaikan suatu permasalahan yang ada secara bersama-sama. ‘Pengertian Metode Pembelajaran BrainstormingMetode pembelajaran brainstorming merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan strategi melakukan suatu diskusi untuk menemukan suatu gagasan, pengetahuan, informasi, pendapat, ataupun pengalaman yang berasal dari peserta didik.Berbeda dengan diskusi seperti pada umumnya, metode brainstorming memberi keleluasaan kepada masing-masing peserta didik atau kelompok untuk mengutarakan pendapat tanpa adanya tanggapan. Semua pendapat yang masuk ditampung meskipun seaneh apapun, hanya saja diberikan suatu analisa ataupun evaluasi. Sangat dimungkinkan melalui metode pembelajaran yang seperti ini, akan muncul ide-ide yang unik.Manfaat Penerapan Metode Pembelajaran BrainstormingMetode pembelajaran brainstorming tentu saja sangat banyak manfaatnya. Lantas, apa saja manfaat yang akan dirasakan ketika menggunakan metode pembelajaran brainstorming ini? Nah, berikut penjabaran terkait manfaat metode pembelajaran bagi peserta didik:1. Dengan memberikan kesempatan berpendapat kepada masing-masing peserta didik, tentu saja akan membantu mengasah daya berpikir kritis mereka. Berpikir kritis sangat diperlukan peserta didik untuk memasuki jenjang selanjutnya, entah pendidikan dan pekerjaan. Tentunya daya berpikir kritis itu diarahkan agar sesuai dengan ilmunya, jadi tidak asal-asalan berpendapat. Nah, inilah posisi seorang guru yang mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengevaluasi.2. Membuat peserta didik lebih percaya diri.Metode pengajaran yang konvensional biasanya lebih mengutamakan daya mendengar dan konsentrasi peserta didik untuk menangkap paparan dari guru. Tapi hal ini membuat peserta didik kurang aktif dan banyak diamnya. Nah, ketika metode brainstorming diterapkan, pastinya sekaligus melatih percaya diri peserta didik untuk berpendapat di forum umum. Hal ini sangat simpel kelihatannya, tapi tanpa disadari sangat berguna bagi peserta didik.3. Melatih peserta didik agar menghargai pendapat orang lain.Metode brainstorming memberi kesempatan masing-masing peserta didik untuk mengutarakan pendapat. Peserta didik yang lainnya diharapkan mendengarkan dengan baik dan mencoba menganalisa dan mengevaluasi pendapat temannya. Semua pendapat ditampung, tidak ada yang ditolak. Nah, dengan begitu masing-masing peserta didik akan terbiasa untuk menghargai pendapat orang lain walaupun sebenarnya ada rasa tidak setuju dengan pendapat tersebut.4. Melatih peserta didik berpikir secara kreatif.Adanya kebebasan perpendapat dalam forum kelas, pastinya akan mengasah daya kreativitas berpikir untuk menemukan ide baru pada suatu lingkup masalah. Tentu saja keahlian ini sangat berguna bagi bekal peserta didik. Sekarang ini orang memang dituntut untuk berpikir secara kreatif karena permasalahan yang muncul semakin banyak dan komplek.Itulah penjelasan tentang metode pembelajaran brainstorming. Metode pembelajaran brainstorming merupakan satu di antara ratusan metode mengajar yang bisa dipraktikkan untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Mungkin saja ada beberapa peserta didik akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan metode ini karena belum terbiasa. Guru harus mengarahkannya agar semua peserta didik tanpa terkecuali bisa membiasakan diri untuk mengutarakan pendapat dalam memecahkan suatu masalah.

Metode pembelajaran banyak variasinya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar… Baca selengkapnya Metode pembelajaran banyak variasinya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar agar lebih berkembang dan efektif. Salah satu metode yang sekarang ini mulai dikembangkan, yaitu metode pembelajaran brainstorming. Metode pembelajaran brainstorming seringkali dilaksanakan dengan cara membuat suatu kelompok diskusi dan mulai menyelesaikan suatu permasalahan yang ada secara bersama-sama. ‘Pengertian Metode Pembelajaran BrainstormingMetode pembelajaran brainstorming merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan strategi melakukan suatu diskusi untuk menemukan suatu gagasan, pengetahuan, informasi, pendapat, ataupun pengalaman yang berasal dari peserta didik.Berbeda dengan diskusi seperti pada umumnya, metode brainstorming memberi keleluasaan kepada masing-masing peserta didik atau kelompok untuk mengutarakan pendapat tanpa adanya tanggapan. Semua pendapat yang masuk ditampung meskipun seaneh apapun, hanya saja diberikan suatu analisa ataupun evaluasi. Sangat dimungkinkan melalui metode pembelajaran yang seperti ini, akan muncul ide-ide yang unik.Manfaat Penerapan Metode Pembelajaran BrainstormingMetode pembelajaran brainstorming tentu saja sangat banyak manfaatnya. Lantas, apa saja manfaat yang akan dirasakan ketika menggunakan metode pembelajaran brainstorming ini? Nah, berikut penjabaran terkait manfaat metode pembelajaran bagi peserta didik:1. Dengan memberikan kesempatan berpendapat kepada masing-masing peserta didik, tentu saja akan membantu mengasah daya berpikir kritis mereka. Berpikir kritis sangat diperlukan peserta didik untuk memasuki jenjang selanjutnya, entah pendidikan dan pekerjaan. Tentunya daya berpikir kritis itu diarahkan agar sesuai dengan ilmunya, jadi tidak asal-asalan berpendapat. Nah, inilah posisi seorang guru yang mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengevaluasi.2. Membuat peserta didik lebih percaya diri.Metode pengajaran yang konvensional biasanya lebih mengutamakan daya mendengar dan konsentrasi peserta didik untuk menangkap paparan dari guru. Tapi hal ini membuat peserta didik kurang aktif dan banyak diamnya. Nah, ketika metode brainstorming diterapkan, pastinya sekaligus melatih percaya diri peserta didik untuk berpendapat di forum umum. Hal ini sangat simpel kelihatannya, tapi tanpa disadari sangat berguna bagi peserta didik.3. Melatih peserta didik agar menghargai pendapat orang lain.Metode brainstorming memberi kesempatan masing-masing peserta didik untuk mengutarakan pendapat. Peserta didik yang lainnya diharapkan mendengarkan dengan baik dan mencoba menganalisa dan mengevaluasi pendapat temannya. Semua pendapat ditampung, tidak ada yang ditolak. Nah, dengan begitu masing-masing peserta didik akan terbiasa untuk menghargai pendapat orang lain walaupun sebenarnya ada rasa tidak setuju dengan pendapat tersebut.4. Melatih peserta didik berpikir secara kreatif.Adanya kebebasan perpendapat dalam forum kelas, pastinya akan mengasah daya kreativitas berpikir untuk menemukan ide baru pada suatu lingkup masalah. Tentu saja keahlian ini sangat berguna bagi bekal peserta didik. Sekarang ini orang memang dituntut untuk berpikir secara kreatif karena permasalahan yang muncul semakin banyak dan komplek.Itulah penjelasan tentang metode pembelajaran brainstorming. Metode pembelajaran brainstorming merupakan satu di antara ratusan metode mengajar yang bisa dipraktikkan untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Mungkin saja ada beberapa peserta didik akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan metode ini karena belum terbiasa. Guru harus mengarahkannya agar semua peserta didik tanpa terkecuali bisa membiasakan diri untuk mengutarakan pendapat dalam memecahkan suatu masalah.

Tahap-Tahap dan Tugas Perkembangan Anak Menurut Robert J. Havigurst_ Robert James Havighurst dari Universitas Chicago mulai mengembangkan konsep developmental task (tugas perkembangan) pada tahun 1940an, yang menggabungkan antara dorongan tumbuh / berkembang sesuai dengan kecepatan pertumbuhannya denga tantangan dan kesempatan yang diberikan oleh lingkungannya.Robert James Havighurst via http://www.halloffame.outreach.ou.edu/ Robert J. Havighurst menyusun tahap-tahap perkembangan menjadi lima tahap berdasarkan problema yang harus dipecahkan dalam setiap fase., yaitu:1. Masa bayi / infancy (0 – ½ tahun)2. Masa anak awal / early childhood (2/3 – 5/7 tahun)3. Masa anak / late childhood (5/7 tahun – pubesen)4. Masa adolesense awal / early adolescence (pubesen – pubertas_)5. Masa adolescence / late adolescence (pubertas – dewasa)Menurut teori ini, dalam perkembangan, anak melewati delapan tahap perkembangan (developmental stages) ada sepuluh tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase, yaitu:1). Ketergantungan – kemandirian2). Memberi – menerima kasih saying3). Hubungan social4). Perkembangan kata hati5). Peran biososio dan psikologis6). Penyesuaian dengan perubahan badan7). Penguasaan perubahan badan dan motorik8). Memahami dan mengendalikan lingkungan fisik9). Pengembangan kemampuan konseptual dan sistem symbol10). Kemampuan melihat hubungan dengan alam semestaDikuasai atau tidaknya tugas perkembangan pada setiap fase akan mempengaruhi penguasaan tugas-tugas pada fase berikutnya.

Tahap-Tahap dan Tugas Perkembangan Anak Menurut Robert J. Havigurst _ Robert Ja… Baca selengkapnya Tahap-Tahap dan Tugas Perkembangan Anak Menurut Robert J. Havigurst_ Robert James Havighurst dari Universitas Chicago mulai mengembangkan konsep developmental task (tugas perkembangan) pada tahun 1940an, yang menggabungkan antara dorongan tumbuh / berkembang sesuai dengan kecepatan pertumbuhannya denga tantangan dan kesempatan yang diberikan oleh lingkungannya.Robert James Havighurst via http://www.halloffame.outreach.ou.edu/ Robert J. Havighurst menyusun tahap-tahap perkembangan menjadi lima tahap berdasarkan problema yang harus dipecahkan dalam setiap fase., yaitu:1. Masa bayi / infancy (0 – ½ tahun)2. Masa anak awal / early childhood (2/3 – 5/7 tahun)3. Masa anak / late childhood (5/7 tahun – pubesen)4. Masa adolesense awal / early adolescence (pubesen – pubertas_)5. Masa adolescence / late adolescence (pubertas – dewasa)Menurut teori ini, dalam perkembangan, anak melewati delapan tahap perkembangan (developmental stages) ada sepuluh tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase, yaitu:1). Ketergantungan – kemandirian2). Memberi – menerima kasih saying3). Hubungan social4). Perkembangan kata hati5). Peran biososio dan psikologis6). Penyesuaian dengan perubahan badan7). Penguasaan perubahan badan dan motorik8). Memahami dan mengendalikan lingkungan fisik9). Pengembangan kemampuan konseptual dan sistem symbol10). Kemampuan melihat hubungan dengan alam semestaDikuasai atau tidaknya tugas perkembangan pada setiap fase akan mempengaruhi penguasaan tugas-tugas pada fase berikutnya.

Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/SaintifikLima (5) Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik:1. Meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik2. Membentuk kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik,3. Memperoleh hasil belajar yang tinggi4. Melatih peserta didik dalam mengkomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis karya ilmiah5. Mengembangkan karakter peserta didik.

Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik Lima (5) Tujuan Pemb… Baca selengkapnya Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/SaintifikLima (5) Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Scientific/Saintifik:1. Meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik2. Membentuk kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik,3. Memperoleh hasil belajar yang tinggi4. Melatih peserta didik dalam mengkomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis karya ilmiah5. Mengembangkan karakter peserta didik.

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Beserta Contoh, Tujuan, dan Prinsipnya_Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) mula-mula dikembangkan di sekolah kedokteran, McMaster University Medical School di Hamilton, Canada pada 1960-an (Barrows, 1996). Problem Based Learning dikembangkan sebagai respon atas fakta bahwa mahapeserta didik mengalami kesulitan di tahun pertama perkuliahan, seperti pada mata kuliah Anatomi, Biokimia, dan Fisiologi. Mereka tidak termotivasi menempuh mata kuliah-mata kuliah tersebut karena tidak melihat relevansinya dengan profesi mereka kelak. Selain itu, juga didapati fakta bahwa para dokter muda yang baru lulus dari sekolah kedokteran itu memiliki pengetahuan yang sangat kaya, tetapi kurang memiliki keterampilan memadai untuk memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam praktik sehari-hari. Atas dasar itu, para pengajar merancang pembelajaran yang mendasarkan pada masalah atau kasus aktual. Pembelajaran dimulai dengan penyajian masalah klinis yang dapat diselesaikan dengan menggunakan pengetahuan medis yang relevan. Perkembangan selanjutnya, PBM secara lebih luas diterapkan di berbagai mata kuliah di perguruan tinggi dan di berbagai mata pelajaran di sekolah.A. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sehari-hari (otentik) yang bersifat terbuka (open-ended) untuk diselesaikan oleh peserta didik dalam rangka mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membangun atau memperoleh pengetahuan baru. Pemilihan masalah nyata tersebut dilakukan atas pertimbangan kesesuaiannya dengan pencapaian kompetensi dasar.B. Contoh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)Contoh masalah nyata yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran matematika: Dalam keadaan darurat seseorang harus diselamatkan melalui pintu jendela yang tingginya 4m dengan menggunakan tangga. Dengan pertimbangan keselamatan, tangga tersebut harus ditempatkan minimum 1m dari dasar bangunan. Berapa panjang tangga yang mungkin?C. Tujuan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)Tujuan utama Pembelajaran Berbasis Masalah adalah mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membentuk atau memperoleh pengetahuan baru.D. Prinsip Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)1. Penggunaan masalah nyata (otentik)2. Berpusat pada peserta didik (student-centered)3. Guru berperan sebagai fasilitator4. Kolaborasi antarpeserta didik5. Sesuai dengan paham konstruktivisme yang menekankan peserta didik untuk secara aktif memperoleh pengetahuannya sendiri.Demikian tentang Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Prinsip Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning). Semoga bermanfaat.

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Beserta Conto… Baca selengkapnya Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Beserta Contoh, Tujuan, dan Prinsipnya_Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) mula-mula dikembangkan di sekolah kedokteran, McMaster University Medical School di Hamilton, Canada pada 1960-an (Barrows, 1996). Problem Based Learning dikembangkan sebagai respon atas fakta bahwa mahapeserta didik mengalami kesulitan di tahun pertama perkuliahan, seperti pada mata kuliah Anatomi, Biokimia, dan Fisiologi. Mereka tidak termotivasi menempuh mata kuliah-mata kuliah tersebut karena tidak melihat relevansinya dengan profesi mereka kelak. Selain itu, juga didapati fakta bahwa para dokter muda yang baru lulus dari sekolah kedokteran itu memiliki pengetahuan yang sangat kaya, tetapi kurang memiliki keterampilan memadai untuk memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam praktik sehari-hari. Atas dasar itu, para pengajar merancang pembelajaran yang mendasarkan pada masalah atau kasus aktual. Pembelajaran dimulai dengan penyajian masalah klinis yang dapat diselesaikan dengan menggunakan pengetahuan medis yang relevan. Perkembangan selanjutnya, PBM secara lebih luas diterapkan di berbagai mata kuliah di perguruan tinggi dan di berbagai mata pelajaran di sekolah.A. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sehari-hari (otentik) yang bersifat terbuka (open-ended) untuk diselesaikan oleh peserta didik dalam rangka mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membangun atau memperoleh pengetahuan baru. Pemilihan masalah nyata tersebut dilakukan atas pertimbangan kesesuaiannya dengan pencapaian kompetensi dasar.B. Contoh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)Contoh masalah nyata yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran matematika: Dalam keadaan darurat seseorang harus diselamatkan melalui pintu jendela yang tingginya 4m dengan menggunakan tangga. Dengan pertimbangan keselamatan, tangga tersebut harus ditempatkan minimum 1m dari dasar bangunan. Berapa panjang tangga yang mungkin?C. Tujuan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)Tujuan utama Pembelajaran Berbasis Masalah adalah mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membentuk atau memperoleh pengetahuan baru.D. Prinsip Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)1. Penggunaan masalah nyata (otentik)2. Berpusat pada peserta didik (student-centered)3. Guru berperan sebagai fasilitator4. Kolaborasi antarpeserta didik5. Sesuai dengan paham konstruktivisme yang menekankan peserta didik untuk secara aktif memperoleh pengetahuannya sendiri.Demikian tentang Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Prinsip Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning). Semoga bermanfaat.