Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Tampilkan postingan dengan label Hari Besar Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Besar Nasional. Tampilkan semua postingan

Isi Ikrar Bela Negara memang belum sepopuler ikrar Sumpah Pemuda, jadi wajar jika sekarang masih banyak Pelajar jenjang SD/SMP/SMA/SMK, Mahasiswa, pelajar Umum, dan WNI pada umumnya, yang belum mengetahui isi dari Ikrar Bela Negara. Oleh karena itu, agar para peserta didik/siswa sekolah maupun semua Warga Negara Indonesia bisa mengetahui dan mengamalkan tentang Ikrar Bela Negara, di bawah ini saya tuliskan isi lengkap teks Ikrar Bela Negara.Ikrar Bela NegaraKami Warga Negara Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa dalam rangka menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa demi kelangsungan hidup NKRI, berjanji untuk selalu bersikap dan berperilaku:Mencintai tanah airMemiliki kesdaran berbangsa dan bernegaraYakin pada Pancasila sebagai ideologi negaraRela berkorban bagi bangsa dan negaraMemiliki kemampuan awal bela negaraDemikian tentang Ikrar Bela Negara. Semoga bermanfaat.

Isi Ikrar Bela Negara memang belum sepopuler ikrar Sumpah Pemuda, jadi wajar ji… Baca selengkapnya Isi Ikrar Bela Negara memang belum sepopuler ikrar Sumpah Pemuda, jadi wajar jika sekarang masih banyak Pelajar jenjang SD/SMP/SMA/SMK, Mahasiswa, pelajar Umum, dan WNI pada umumnya, yang belum mengetahui isi dari Ikrar Bela Negara. Oleh karena itu, agar para peserta didik/siswa sekolah maupun semua Warga Negara Indonesia bisa mengetahui dan mengamalkan tentang Ikrar Bela Negara, di bawah ini saya tuliskan isi lengkap teks Ikrar Bela Negara.Ikrar Bela NegaraKami Warga Negara Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa dalam rangka menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa demi kelangsungan hidup NKRI, berjanji untuk selalu bersikap dan berperilaku:Mencintai tanah airMemiliki kesdaran berbangsa dan bernegaraYakin pada Pancasila sebagai ideologi negaraRela berkorban bagi bangsa dan negaraMemiliki kemampuan awal bela negaraDemikian tentang Ikrar Bela Negara. Semoga bermanfaat.

Tema dan Pedoman Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017_Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober pada setiap tahunnya. Adapun tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017 adalah "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur"Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017A. Di Tingkat Daerah 1. Tema Upacara: Tema "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan .Makmur"2. Sifat Upacara.: Sederhana, khidmat, dan tertib3. Hari/Tanggal Upacara: Minggu, 1 Oktober 20174. Waktu Upacara: Pukul 08.00 waktu setempat5. Urutan Upacara:a) Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacarab) Laporan Komandan Upacara, upacara siapc) Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacarad) Perabacaan Teks Pancasilae) Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945f) Pembacaan Naskah Ikrarg) Pembacaan Naskah Doa, cek Naskah Doa Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasilah) Andhika Bayangkarii) Laporan Komandan Upacara, upacara selesaij) Penghormatan umum kepada Inspektur Upacarak) Upacara selesaiKeterangan:Tanggal 30 September 2017: Bendera berkibar setengah tiangTanggal 1 Oktober 2017 mulai pukul 06.00: Bendera berkibar satu tiang penuh B. Di Kementerian-Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksaan Agang, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Serta Perwakilan Republik Indonesia Di Luar Negeri Ketentuan-ketentuan penyelenggaraan di pusat secara mutatis-muntadis berlaku untuk penyelenggaraan di Kementerian-Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksaan Agung, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, serta Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, terutama untuk urutan acara pokok yang ditentukan sebagai berikut:1. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara4. Pembacaan Teks Pancasila5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 19456. Pembacaan Naskah Ikrar7. Pembacaan Naskah Doa8. Andhika Bayangkari9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara11. Upacara selesaiPimpinan pelaksanaan penyelengganan diserahkan kepada pimpinan Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksanaan Agung, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Bank Indonesia dan atau pejabat yang ditunjuk berdasazkan edaran Menteri NegaraJSekretaris Negara.C. Di Kampus, Sekolah Negeri, dan Swasta Ketentuan-ketentuan penyelenggaraan di pusat secara mutatis-muntandis berlaku untuk penyelenggaraan di kampus dan sekolah-sekolah terutama untuk urutan acara pokok yang ditentukan sebagai berikut:I. Penghormatan umum kepada Iaspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara4. Pembacaan Teks Pancasila5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 19456. Pembacaan Naskah Ikrar7. Pembacaan Naskah Doa8. Andhika Bayangkari9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara11. Upacara selesaiPimpinan pelaksanaan penyelenggaraan diserahkan kepada Kepala Sekolah, atau Rektor berdasarkan lastruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.Silakan Download Pedoman Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tanngal 1 Oktober 2017Artikel terkait : Pahlawan Bermoral Pancasila

Tema dan Pedoman Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 _Hari K… Baca selengkapnya Tema dan Pedoman Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017_Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober pada setiap tahunnya. Adapun tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017 adalah "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur"Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017A. Di Tingkat Daerah 1. Tema Upacara: Tema "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan .Makmur"2. Sifat Upacara.: Sederhana, khidmat, dan tertib3. Hari/Tanggal Upacara: Minggu, 1 Oktober 20174. Waktu Upacara: Pukul 08.00 waktu setempat5. Urutan Upacara:a) Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacarab) Laporan Komandan Upacara, upacara siapc) Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacarad) Perabacaan Teks Pancasilae) Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945f) Pembacaan Naskah Ikrarg) Pembacaan Naskah Doa, cek Naskah Doa Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasilah) Andhika Bayangkarii) Laporan Komandan Upacara, upacara selesaij) Penghormatan umum kepada Inspektur Upacarak) Upacara selesaiKeterangan:Tanggal 30 September 2017: Bendera berkibar setengah tiangTanggal 1 Oktober 2017 mulai pukul 06.00: Bendera berkibar satu tiang penuh B. Di Kementerian-Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksaan Agang, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Serta Perwakilan Republik Indonesia Di Luar Negeri Ketentuan-ketentuan penyelenggaraan di pusat secara mutatis-muntadis berlaku untuk penyelenggaraan di Kementerian-Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksaan Agung, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, serta Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, terutama untuk urutan acara pokok yang ditentukan sebagai berikut:1. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara4. Pembacaan Teks Pancasila5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 19456. Pembacaan Naskah Ikrar7. Pembacaan Naskah Doa8. Andhika Bayangkari9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara11. Upacara selesaiPimpinan pelaksanaan penyelengganan diserahkan kepada pimpinan Kementerian, Lembaga Tinggi Negara, Kejaksanaan Agung, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Bank Indonesia dan atau pejabat yang ditunjuk berdasazkan edaran Menteri NegaraJSekretaris Negara.C. Di Kampus, Sekolah Negeri, dan Swasta Ketentuan-ketentuan penyelenggaraan di pusat secara mutatis-muntandis berlaku untuk penyelenggaraan di kampus dan sekolah-sekolah terutama untuk urutan acara pokok yang ditentukan sebagai berikut:I. Penghormatan umum kepada Iaspektur Upacara, dipimpin oleh Komandan Upacara2. Laporan Komandan Upacara, upacara siap3. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur Upacara4. Pembacaan Teks Pancasila5. Pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 19456. Pembacaan Naskah Ikrar7. Pembacaan Naskah Doa8. Andhika Bayangkari9. Laporan Komandan Upacara, upacara selesai10. Penghormatan umum kepada Inspektur Upacara11. Upacara selesaiPimpinan pelaksanaan penyelenggaraan diserahkan kepada Kepala Sekolah, atau Rektor berdasarkan lastruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.Silakan Download Pedoman Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tanngal 1 Oktober 2017Artikel terkait : Pahlawan Bermoral Pancasila

Hari Ayah Nasional diperingati tanggal 12 November pada setiap tahunnya. Hari Ayah Nasional ditetapkan di Solo pada tahun 2006 oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat beliau masih menjabat sebagai Presiden RI. Hari Ayah Nasional (HAN) 12 November bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Saat ini (2017), perayaan Hari Ayah Nasional 12 November belum sepopuler dan seramai perayaan Hari Ibu 22 Desember.Pelopor Hari Ayah Nasional Indonesia bukanlah kaum pria, melainkan sekelompok wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) pada tanggal 12 November 2006 di Pendapi Gede Balaikota, Solo, Jawa Tengah, yang menggelar Deklarasi Hari Ayah Nasional. Deklarasi ini juga digelar bersamaan oleh para anggota PPIP di Maumere, Flores, Nusa Tengara Timur.Usai deklarasi, mereka mengirimkan Piagam Deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta beberapa bupati di 4 wilayah Indonesia, Sabang, Merauke, Pulau Rote, dan Sangir Talaud.Ketua PPIP kala itu, Gress Raja mengatakan, Hari Ayah lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga turut memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Ayah dan Ibu adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.Artikel terkait: Puisi Perjuangan Ayah untuk AnaknyaPerayaan Hari Ayah Nasional Tanggal 12 NovemberPerayaan Hari Ayah Nasional bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan memberi ucapan selamat Hari Ayah Nasional, membacakan puisi, membacakan kata-kata mutiara untuk Ayah, dan cara baik lainnya.

Hari Ayah Nasional diperingati tanggal 12 November pada setiap tahunnya. Hari A… Baca selengkapnya Hari Ayah Nasional diperingati tanggal 12 November pada setiap tahunnya. Hari Ayah Nasional ditetapkan di Solo pada tahun 2006 oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat beliau masih menjabat sebagai Presiden RI. Hari Ayah Nasional (HAN) 12 November bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Saat ini (2017), perayaan Hari Ayah Nasional 12 November belum sepopuler dan seramai perayaan Hari Ibu 22 Desember.Pelopor Hari Ayah Nasional Indonesia bukanlah kaum pria, melainkan sekelompok wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) pada tanggal 12 November 2006 di Pendapi Gede Balaikota, Solo, Jawa Tengah, yang menggelar Deklarasi Hari Ayah Nasional. Deklarasi ini juga digelar bersamaan oleh para anggota PPIP di Maumere, Flores, Nusa Tengara Timur.Usai deklarasi, mereka mengirimkan Piagam Deklarasi Hari Ayah kepada Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta beberapa bupati di 4 wilayah Indonesia, Sabang, Merauke, Pulau Rote, dan Sangir Talaud.Ketua PPIP kala itu, Gress Raja mengatakan, Hari Ayah lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga turut memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Ayah dan Ibu adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.Artikel terkait: Puisi Perjuangan Ayah untuk AnaknyaPerayaan Hari Ayah Nasional Tanggal 12 NovemberPerayaan Hari Ayah Nasional bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan memberi ucapan selamat Hari Ayah Nasional, membacakan puisi, membacakan kata-kata mutiara untuk Ayah, dan cara baik lainnya.

Download Juknis/Juklak/Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2019 (Harkitnas) ke-111_Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia, yang ditandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. Kebangkitan nasional merupakan bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pemah muncul selama penjajahan. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial yang menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan 1ndonesia. Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan dr. Soetomo telah menanamkan konsep perjuangan intelektual melalui pembentukan organisasi untuk membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Proses perjuangan mereka yang dilanjutkan oleh para pejuang lain telah menghasilkan lahirnya bangsa besar dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita kenal sekarang ini.Tanggal 20 Mei 2019, Bangsa Indonesia kembali untuk memperingati hari dimana pernah terjadi sebuah peristiwa yang amat luar biasa maknanya. Hari dimana para pahlawan bangsa mengalami titik puncak yang menjadi awal kebangkitan rasa nasionalisme, sehingga mampu menggetarkan kekuatan penjajah dan merebut kemerdekaan. Perlu kita sadari dan ketahui bersama, kita tidak akan mengecap sebuah keindahan nuansa kemerdekaan tanpa adanya jerih payah dan perjuangan tokoh bangsa kala itu. Sudah 111 tahun berlalu, langkah-langkah kebangkitan bangsa Indonesia terus maju, hidup, dan berkembang, sehingga dengan globalisasi yang ditandai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang informasi, komunikasi, dan transportasi.Museum Kebangkitan NasionalPeringatan Hari Kebangkitan Nasional sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap selalu menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa dengan menjadikannya pedoman kita dalarn kehidupan berbangsa dan bernegara Semoga dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, rakyat Indonesia dan generasi penerus perjuangan para pendahulu mendapatkan lecutan semangat nasionalisme dalam perjuangan tanpa pamrih yang dilakukan para pejuang dan pahlawan bangsa ini. Untuk dapat mengaktualisasikan nilai dan makna kebangkitan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, demi terciptanya sebuah kemandirian bangsa Indonesia yang hakiki, adil makmur, dan sentosa.Pedoman Peringatan Harkitnas ke-111 tahun 2019 Pada tahun 2019 ini, Menteri Kominfo telah menerbitkan pedoman peringatan Harkitnas 2019 yang berisi berbagai hal penting seperti tujuan, tema, logo, dan berbagai petunjuk kegiatan. Adapun tema Harkitnas 2019 adalah "BANGKIT UNTUK BERSATU" . Pedoman Harkitnas 2019 ini merupakan lampiran II Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 335 Tahun 2019 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 Tahun 2019.Silakan Download Pedoman Peringatan Harkitnas Tahun 2019 (file format PDF) Demikian tentang Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Download Juknis/Juklak/Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2019 … Baca selengkapnya Download Juknis/Juklak/Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2019 (Harkitnas) ke-111_Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan seluruh rakyat Indonesia, yang ditandai dengan kelahiran organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. Kebangkitan nasional merupakan bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pemah muncul selama penjajahan. Sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial yang menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan 1ndonesia. Dokter Wahidin Soedirohoesodo dan dr. Soetomo telah menanamkan konsep perjuangan intelektual melalui pembentukan organisasi untuk membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Proses perjuangan mereka yang dilanjutkan oleh para pejuang lain telah menghasilkan lahirnya bangsa besar dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita kenal sekarang ini.Tanggal 20 Mei 2019, Bangsa Indonesia kembali untuk memperingati hari dimana pernah terjadi sebuah peristiwa yang amat luar biasa maknanya. Hari dimana para pahlawan bangsa mengalami titik puncak yang menjadi awal kebangkitan rasa nasionalisme, sehingga mampu menggetarkan kekuatan penjajah dan merebut kemerdekaan. Perlu kita sadari dan ketahui bersama, kita tidak akan mengecap sebuah keindahan nuansa kemerdekaan tanpa adanya jerih payah dan perjuangan tokoh bangsa kala itu. Sudah 111 tahun berlalu, langkah-langkah kebangkitan bangsa Indonesia terus maju, hidup, dan berkembang, sehingga dengan globalisasi yang ditandai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang informasi, komunikasi, dan transportasi.Museum Kebangkitan NasionalPeringatan Hari Kebangkitan Nasional sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap selalu menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa dengan menjadikannya pedoman kita dalarn kehidupan berbangsa dan bernegara Semoga dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, rakyat Indonesia dan generasi penerus perjuangan para pendahulu mendapatkan lecutan semangat nasionalisme dalam perjuangan tanpa pamrih yang dilakukan para pejuang dan pahlawan bangsa ini. Untuk dapat mengaktualisasikan nilai dan makna kebangkitan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, demi terciptanya sebuah kemandirian bangsa Indonesia yang hakiki, adil makmur, dan sentosa.Pedoman Peringatan Harkitnas ke-111 tahun 2019 Pada tahun 2019 ini, Menteri Kominfo telah menerbitkan pedoman peringatan Harkitnas 2019 yang berisi berbagai hal penting seperti tujuan, tema, logo, dan berbagai petunjuk kegiatan. Adapun tema Harkitnas 2019 adalah "BANGKIT UNTUK BERSATU" . Pedoman Harkitnas 2019 ini merupakan lampiran II Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 335 Tahun 2019 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 Tahun 2019.Silakan Download Pedoman Peringatan Harkitnas Tahun 2019 (file format PDF) Demikian tentang Pedoman Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Contoh Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI _Download Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT RI ke 71 Tahun 2016_Surat Edaran Kemenag RI Nornor :5771 /SJ/B.V1/3/KS.01.1/08/ 2016, Sifat : Biasa, Hal : Doa Pada Upacara Peringatan HUT RI Ke-71 Tahun 2016. Surat edaran ditujukan kepada Yth. Para Pejabat Eselon I dan II Pusat, Para Rektor UIN/IAIN/IHDN, Para Ketua STAIN/STAKPN/STAICN/STAHN/STABN, Para Kakanwil Kementerian Agama Seluruh Provinsi di Indonesia. Adapun isi surat yang tertanggal 15 Agustus 2016 adalah seperti di bawah ini.Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan R1 ke-71 Tahun 2016, bersama ini Kami sampaikan Doa pada Upacara Peringatan HUT R1 ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Instansi Pusat dan Daerah, dengan prinsip tidak menjadi pedoman dan dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kebutuhan di daerah masing-masing.Demikian dan terimakasih.Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT RI ke-71 Tahun 2016Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Di pagi yang berkah ini, kami seluruh bangsa Indonesia bersimpuh mempersembahkan puji syukur ke hadirat-Mu. Engkau Maha Pencipta alam semesta, Engkau jualah yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pula yang telah membebaskan bangsa kami dari penjajahan. Perkenankanlah kami, seluruh bangsa Indonesia, pada pagi hari ini memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, untuk mensyukuri nikmat agung anugerah-Mu: nikmat kemerdekaan. Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu, Jadikanlah peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah kami dari perselisihan, permusuhan, dan perpecahan. Kuatkan ikatan di antara bangsa kami agar senantiasa saling menyemai kedamaian, saling menjaga kerukunan, saling menampakkan keramahan, dan saling menyokong kemajuan. Eratkan tali seluruh anak negeri agar senantiasa saling menjaga persaudaraan sekaligus saling mengingatkan dalam kebaikan. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana, Engkau telah menganugerahi kami dengan kekayaan bumi, air, dan udara. Bukalah pikiran kami agar bijaksana memanfaatkan anugerah-Mu demi kejayaan negeri. Lapangkan nurani kami agar senantiasa bersih dan suci dalam meraih kenikmatan. Kuatkan kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Jadikan kami bangsa yang senantiasa bersyukur, menjunjung sikap jujur, dan memperoleh karunia-Mu sebagai negeri yang makmur. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk, Engkau telah memberkati dan merahmati kami kemerdekaan yang amat berarti. Bimbinglah kami agar dapat merawat kemerdekaan itu sesuai dengan ridla-Mu. Segarkan ingatan kami untuk mengenang arti satu dua nyawa yang melayang demi kemerdekaan. Jernihkan hati kami untuk memahami makna sejati memanusiakan manusia dalam bingkai kemerdekaan. Ringankan gerak kami untuk mengisi hari-hari merdeka dengan kekuatan iman, kemuliaan adab, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata. Mantapkan langkah kaki kami untuk menjejak jaian yang benar dalam menggapai masa depan bangsa dan negeri ini. Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do'a, Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami dan guru kami, dosa para pemimpin kami dan para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan para pahlawan dan syuhada yang telah memerdekakan bangsa dan negara kami. Muliakan mereka dengan kehidupan hakiki di alam abadi. Ya Allah, kabulkanlah doa dan segala permohonan kami, Engkau Maha Pengampun dan Maha mengabulkan segala doa. Silakan Download Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT RI ke-71 Tahun 2016 File PDF. Semoga bermanfaat.Cek juga:Pedoman Peringatan HUT RI ke-74 Tahun 2019Naskah Pidato Sambutan Mendikbud pada Upacara Peringatan HUT RI ke-71 Tahun 2016

Contoh Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI _Download Naskah D… Baca selengkapnya Contoh Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI _Download Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT RI ke 71 Tahun 2016_Surat Edaran Kemenag RI Nornor :5771 /SJ/B.V1/3/KS.01.1/08/ 2016, Sifat : Biasa, Hal : Doa Pada Upacara Peringatan HUT RI Ke-71 Tahun 2016. Surat edaran ditujukan kepada Yth. Para Pejabat Eselon I dan II Pusat, Para Rektor UIN/IAIN/IHDN, Para Ketua STAIN/STAKPN/STAICN/STAHN/STABN, Para Kakanwil Kementerian Agama Seluruh Provinsi di Indonesia. Adapun isi surat yang tertanggal 15 Agustus 2016 adalah seperti di bawah ini.Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan R1 ke-71 Tahun 2016, bersama ini Kami sampaikan Doa pada Upacara Peringatan HUT R1 ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Instansi Pusat dan Daerah, dengan prinsip tidak menjadi pedoman dan dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kebutuhan di daerah masing-masing.Demikian dan terimakasih.Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT RI ke-71 Tahun 2016Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Di pagi yang berkah ini, kami seluruh bangsa Indonesia bersimpuh mempersembahkan puji syukur ke hadirat-Mu. Engkau Maha Pencipta alam semesta, Engkau jualah yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pula yang telah membebaskan bangsa kami dari penjajahan. Perkenankanlah kami, seluruh bangsa Indonesia, pada pagi hari ini memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, untuk mensyukuri nikmat agung anugerah-Mu: nikmat kemerdekaan. Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu, Jadikanlah peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah kami dari perselisihan, permusuhan, dan perpecahan. Kuatkan ikatan di antara bangsa kami agar senantiasa saling menyemai kedamaian, saling menjaga kerukunan, saling menampakkan keramahan, dan saling menyokong kemajuan. Eratkan tali seluruh anak negeri agar senantiasa saling menjaga persaudaraan sekaligus saling mengingatkan dalam kebaikan. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana, Engkau telah menganugerahi kami dengan kekayaan bumi, air, dan udara. Bukalah pikiran kami agar bijaksana memanfaatkan anugerah-Mu demi kejayaan negeri. Lapangkan nurani kami agar senantiasa bersih dan suci dalam meraih kenikmatan. Kuatkan kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Jadikan kami bangsa yang senantiasa bersyukur, menjunjung sikap jujur, dan memperoleh karunia-Mu sebagai negeri yang makmur. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk, Engkau telah memberkati dan merahmati kami kemerdekaan yang amat berarti. Bimbinglah kami agar dapat merawat kemerdekaan itu sesuai dengan ridla-Mu. Segarkan ingatan kami untuk mengenang arti satu dua nyawa yang melayang demi kemerdekaan. Jernihkan hati kami untuk memahami makna sejati memanusiakan manusia dalam bingkai kemerdekaan. Ringankan gerak kami untuk mengisi hari-hari merdeka dengan kekuatan iman, kemuliaan adab, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata. Mantapkan langkah kaki kami untuk menjejak jaian yang benar dalam menggapai masa depan bangsa dan negeri ini. Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do'a, Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami dan guru kami, dosa para pemimpin kami dan para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan para pahlawan dan syuhada yang telah memerdekakan bangsa dan negara kami. Muliakan mereka dengan kehidupan hakiki di alam abadi. Ya Allah, kabulkanlah doa dan segala permohonan kami, Engkau Maha Pengampun dan Maha mengabulkan segala doa. Silakan Download Naskah Doa pada Upacara Peringatan HUT RI ke-71 Tahun 2016 File PDF. Semoga bermanfaat.Cek juga:Pedoman Peringatan HUT RI ke-74 Tahun 2019Naskah Pidato Sambutan Mendikbud pada Upacara Peringatan HUT RI ke-71 Tahun 2016

Pedoman Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 Tahun 2020 Nomor : B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 Sifat : Sangat Segera Hal : Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020. Jakarta, 06 Juli 2020#Silakan Download Pedoman Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 (File PDF)Demikian tentang Pedoman Peringatan HUT RI Tahun 2020. Semoga bermanfaat.

Pedoman Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 Tahun 2020 Nomor : B-492/M.Sesneg/S… Baca selengkapnya Pedoman Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 Tahun 2020 Nomor : B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 Sifat : Sangat Segera Hal : Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020. Jakarta, 06 Juli 2020#Silakan Download Pedoman Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 (File PDF)Demikian tentang Pedoman Peringatan HUT RI Tahun 2020. Semoga bermanfaat.